Wagub NTT Apresiasi WVI, Program INCLUSION Perkuat Akses Pasar Petani Alor

oleh -63 Dilihat
Wagub NTT Hadiri Talkshow Pengembangan Pasar Inklusif Kenari Alor. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kalabahi-Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, mengapresiasi peran Wahana Visi Indonesia (WVI) dalam mendorong pengembangan ekonomi masyarakat melalui Program INCLUSION yang berfokus pada penguatan akses pasar bagi petani lokal, khususnya di Kabupaten Alor.

Apresiasi tersebut disampaikan Wagub saat menghadiri kegiatan Talkshow “Membangun Inclusive Markets Kenari Alor” yang digelar WVI pada Selasa (23/6/2026) di Aula Gereja Pola Tribuana, Kalabahi.

Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Alor Melkisedek Bely, National Program Manager INCLUSION WVI Vinsensius Suwandi, Kepala BRIN Perwakilan NTT Prof. Dr. Evert Julianes Hosang, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Dalam sambutannya, Vinsensius Suwandi menjelaskan bahwa Program INCLUSION yang didanai Pemerintah Australia saat ini berjalan di beberapa wilayah, termasuk NTT, dengan tujuan meningkatkan ekonomi keluarga dan membuka akses pasar bagi petani melalui pengembangan komoditas unggulan daerah.

“Di NTT, program ini mencakup pengembangan padi, kenari, vanili Alor, dan kacang Sumba. Untuk Kenari Alor sendiri, kami telah memulai pengembangan pasar sejak 2023 dan dilanjutkan dengan pembentukan kelompok pengolah pada 2024,” jelasnya.

Wagub Johni Asadoma menilai, upaya tersebut sangat strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Ia menegaskan bahwa Kenari Alor merupakan salah satu komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan perlu dijaga keberlanjutannya.

“Program ini sangat baik karena membuka akses pasar dan meningkatkan nilai tambah produk petani. Kenari Alor harus kita jaga dan kembangkan bersama,” ujar Wagub.

Ia juga mengingatkan pentingnya pelestarian komoditas lokal agar tidak mengalami kepunahan seperti beberapa komoditas lain di NTT. Menurutnya, momentum ini harus dimanfaatkan untuk menghidupkan kembali budidaya kenari di masyarakat.

BACA JUGA:  NTT Tuan Rumah World Cancer Day 2026, Wagub Tekankan Kolaborasi Lawan Kanker

“Jangan sampai kita kehilangan komoditas unggulan karena kelalaian kita. Mari kita tanam kembali kenari di lahan yang tersedia,” tegasnya.

Selain itu, Wagub juga mendorong pengembangan komoditas endemik lainnya di Alor yang memiliki potensi ekonomi tinggi, seperti mangga kelapa, serta memperkuat hilirisasi produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Sementara itu, Sekda Alor Melkisedek Bely menyampaikan bahwa Kabupaten Alor memiliki jumlah Indikasi Geografis (IG) terbanyak di NTT, termasuk Tenun Ikat, Songket, Vanili Alor, dan Kenari Alor. Hal ini menjadi peluang besar dalam pengembangan ekonomi daerah.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan tersebut, disepakati sejumlah langkah strategis, di antaranya pelatihan pengolahan vanili dan tanaman endemik, serta pemetaan wilayah potensial untuk pengembangan komoditas unggulan yang akan didukung dengan bantuan bibit dan pendampingan berkelanjutan.

Wagub optimistis, pengelolaan sumber daya alam secara maksimal dan berkelanjutan akan berdampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Alor memiliki potensi luar biasa. Yang penting adalah bagaimana kita mengelolanya dengan baik dan memastikan manfaatnya dirasakan masyarakat,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.