Wali Kota Kupang: Negara Harus Hadir hingga ke Meja Makan Rakyat

oleh -73 Dilihat
Wali Kota Kupang Salurkan Bantuan Pangan kepada Warga pada Selasa, 18 Agustus 2026. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan bahwa kehadiran pemerintah harus dirasakan masyarakat hingga pada kebutuhan paling mendasar, termasuk pangan.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri Penyaluran Bantuan Pangan Alokasi Juli-September 2026 di Kantor Camat Kelapa Lima, Selasa (18/8/2026).

Dalam penyaluran tersebut, sebanyak 37.319 warga Kota Kupang menerima bantuan pangan dengan alokasi 30 kilogram beras per penerima. Total bantuan yang disalurkan mencapai sekitar 1.119 ton beras.

“Sebagian orang mungkin merasa beras ini hanya bahan pangan. Tetapi bagi sebagian keluarga yang sangat membutuhkan, beras ini adalah ketenangan,” ujar Christian.

Menurutnya, bantuan pangan bukan sekadar penyaluran beras dari gudang menuju rumah masyarakat. Program tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar warga.

“Negara hadir bukan hanya melalui jalan, gedung dan jembatan, tetapi negara harus hadir sampai di meja makan rakyatnya,” tegasnya.

Christian menilai pembangunan akan kehilangan makna apabila kemajuan fisik kota tidak diiringi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ia menegaskan, pemerintah harus memastikan tidak ada keluarga yang merasa ditinggalkan dan kesulitan memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

Dalam kesempatan tersebut, Christian juga mengajak masyarakat mendoakan warga di Pulau Flores yang terdampak bencana gempa bumi. Ia berharap masyarakat terdampak diberikan perlindungan, kekuatan, dan kemampuan untuk segera bangkit.

Memaknai HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Christian mengajak masyarakat mengisi kemerdekaan melalui tindakan nyata, termasuk memastikan warga memperoleh kesempatan hidup yang lebih baik, anak-anak dapat tumbuh dan meraih cita-cita, serta keluarga merasa terlindungi.

“Mari kita isi kemerdekaan dengan tindakan nyata: pemerintah hadir, warga terlindungi, dan tidak ada yang merasa ditinggalkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Provinsi NTT, Dr. Drs. Yusuf Lery Rupidara, M.Si., mengatakan bantuan pangan merupakan hak masyarakat. Pemerintah berperan memastikan bantuan tersebut dikelola dan disalurkan kepada warga yang berhak.

BACA JUGA:  BI NTT: Dari Sawah, Kandang, hingga Tenun Ikat, Ekonomi Daerah Kian Berkibar

Yusuf menegaskan, bantuan beras bukan untuk menyelesaikan seluruh persoalan pangan keluarga, tetapi membantu meringankan beban masyarakat sekaligus mendorong warga untuk terus bekerja, berhemat, mengembangkan usaha, dan membangun kemandirian ekonomi.

Pimpinan Perum Bulog Kanwil NTT, Arrahim K. Kanam, menyampaikan apresiasi atas sinergi Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kota Kupang dalam menjaga ketahanan pangan dan memastikan bantuan diterima masyarakat.

Untuk wilayah NTT, bantuan pangan alokasi Juli–September 2026 menyasar 852.631 penerima dengan kebutuhan sekitar 25.578,93 ton beras. Khusus Kota Kupang, terdapat 37.319 penerima dengan total bantuan sekitar 1.119 ton beras.

Bulog memastikan penyaluran dilakukan tepat sasaran, tepat jumlah, tepat kualitas, dan diterima masyarakat yang berhak. Keberhasilan program tersebut membutuhkan sinergi pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, perangkat daerah, kecamatan, kelurahan/desa, transporter, serta seluruh pihak terkait.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.