Winston Rondo: Kualitas Guru dan SDM Pendidikan NTT Belum Jadi Fokus Utama

oleh -613 Dilihat
Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT, Winston Rondo. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT, Winston Rondo, menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pendidikan di Provinsi Nusa Tenggara Timur hingga saat ini belum menjadi fokus utama dalam kebijakan pembangunan daerah.

Menurutnya, upaya perbaikan mutu pembelajaran harus dimulai dari penguatan kapasitas guru melalui sertifikasi yang memadai, bimbingan teknis (bimtek), pelatihan berkelanjutan, hingga ketersediaan buku penunjang pembelajaran. Namun, hal tersebut dinilai belum sepenuhnya tercapai oleh pemerintah daerah, termasuk DPRD sebagai bagian dari unsur penyelenggara pemerintahan.

“Untuk pembelajaran, kita harus memastikan guru memiliki sertifikasi yang baik, ada bimtek dan pelatihan, kemudian ada buku. Menurut saya, itu belum kita capai hingga saat ini,” ujar Winston kepada awak media usai Rapat Paripurna penyampaian pidato satu tahun kepemimpinan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, di ruang sidang DPRD NTT pada Jumat (20/2/2026).

Ia juga menyoroti berkurangnya anggaran pendidikan yang bersumber dari dana transfer daerah, yang diperkirakan mengalami penurunan hingga sekitar Rp300 miliar. Kondisi tersebut berdampak langsung pada pembangunan maupun rehabilitasi fasilitas pendidikan, terutama sekolah-sekolah dengan kondisi bangunan yang sudah tua.

Saat ini, kata dia, anggaran yang tersedia untuk sektor pendidikan tersisa sekitar Rp18 miliar dan hanya dapat digunakan untuk kebutuhan nonfisik, bukan pembangunan ruang kelas baru maupun infrastruktur pendidikan lainnya.

“Ini tentu berdampak terhadap pembangunan fasilitas dasar pendidikan. Padahal, kita masih membutuhkan perbaikan gedung sekolah yang sudah tua,” tegasnya.

Lebih lanjut, Winston menilai bahwa tantangan utama pendidikan di NTT tidak hanya terletak pada keterbatasan infrastruktur, tetapi juga pada lemahnya kompetensi siswa, khususnya dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Ia mengingatkan bahwa jika kompetensi dasar siswa masih stagnan, maka pembangunan sektor pendidikan sejatinya belum mengalami kemajuan yang signifikan.

Karena itu, dirinya mendorong agar pada paruh kedua masa kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT saat ini, pemerintah dapat memprioritaskan percepatan pembangunan sektor pendidikan dengan fokus pada peningkatan kualitas SDM, khususnya tenaga pendidik.

“Percepatan yang harus diperhatikan adalah SDM. Guru merupakan tokoh utama dalam pendidikan. Kalau SDM pendidikan tidak kuat, maka sekalipun ekonomi tumbuh, kualitas generasi kita tetap tidak akan maksimal,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.