Universitas Terbuka Kupang Cetak 592 Sarjana, Perluas Akses Pendidikan Tinggi hingga Daerah Terpencil

oleh -1495 Dilihat
Wagub NTT Beri Sambutan di Acara Wisuda Universitas Terbuka Kupang. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Universitas Terbuka (UT) Kupang menggelar Wisuda Periode II Tahun 2025 di Ballroom Hotel Harper Kupang, Selasa (23/9/2025) pagi. Acara tersebut dihadiri Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, Rektor Universitas Terbuka periode 2025–2030 Prof. Dr. Ali Muktiyanto, Direktur UT Kupang Dr. Ajat Sudrajat, Wakil Bupati Sumba Barat Thimotius T. Ragga, unsur Forkopimda Provinsi NTT, serta keluarga para wisudawan.

Sebanyak 592 wisudawan dari 22 kabupaten/kota di NTT mengikuti prosesi wisuda, terdiri dari 589 lulusan program sarjana (S1) dan 3 lulusan program magister. Empat wisudawan mendapat perhatian khusus: wisudawan tertua Petrus Mami (61 tahun, Manggarai), wisudawan termuda Marisa Natalia Tekuni (23 tahun, Kota Kupang), serta pasangan suami-istri asal Lembata, Yosef Bias dan Lusia Dudeng. Sebagai bentuk apresiasi, mereka menerima cinderamata dari Rektor UT didampingi Direktur UT Kupang dan Wakil Bupati Sumba Barat.

Rektor Universitas Terbuka, Prof. Ali Muktiyanto, dalam sambutannya menegaskan bahwa memasuki usia ke-40 tahun, UT kini berstatus sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH). Status ini menjadikan UT semakin otonom dan mandiri dalam melakukan inovasi pendidikan, digitalisasi, serta memperluas kolaborasi nasional maupun internasional.

“UT hadir dengan ideologi pembelajaran jarak jauh sesuai tagline Making Higher Education Open to All. UT didesain untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat Indonesia menikmati pendidikan berkualitas, bukan hanya di perkotaan, tetapi juga menjangkau seluruh pelosok negeri,” ujarnya.

Prof. Ali menyebutkan, 82 persen mahasiswa UT berasal dari generasi Z, berkontribusi pada peningkatan angka partisipasi pendidikan tinggi nasional sekitar 4 persen. Mayoritas mahasiswa UT (88 persen) sudah bekerja, sedangkan 12 persen lainnya adalah lulusan SMA yang memilih kuliah jarak jauh ketimbang tatap muka. Hal ini menunjukkan Universitas Terbuka memberi ruang bagi generasi muda maupun pekerja untuk terus meningkatkan kapasitas diri.

BACA JUGA:  Evaluasi Satu Tahun Kepemimpinan Melki-Johni, GAMKI NTT Minta Tahun Kedua Berdampak Nyata bagi Rakyat

Rektor UT juga menegaskan komitmen untuk menghadirkan lulusan yang siap berkontribusi nyata bagi masyarakat. “Hari ini dengan penuh rasa syukur kami mempersembahkan para wisudawan Universitas Terbuka kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur. Kami percaya, mereka akan kembali ke tengah masyarakat dan menjadi bagian aktif dalam membangun bangsa,” ungkapnya.

Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menyampaikan apresiasi atas kontribusi UT dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi masyarakat hingga ke pelosok daerah. “Salah satu keunggulan utama Universitas Terbuka adalah kemampuannya menjangkau individu di seluruh pelosok NTT tanpa harus mencabut mereka dari akar sosial dan profesionalnya,” ujarnya.

Menurut Wagub, banyak mahasiswa UT berasal dari kalangan ASN, guru, perangkat desa, hingga tenaga kesehatan yang tetap mengabdi di daerah masing-masing. Dengan bekal ilmu dari UT, mereka tidak hanya meningkatkan kompetensi pribadi, tetapi juga kapasitas institusi tempat mereka bekerja. “Sebagai profesional yang telah lebih dahulu bekerja, sarjana UT di birokrasi sering kali menjadi motor penggerak reformasi di tingkat lokal,” tambahnya.

Selain penguasaan ilmu pengetahuan, Wagub Johni juga menekankan pentingnya kemampuan soft skill yang harus dimiliki setiap lulusan dalam menghadapi dunia kerja. “Disiplin, integritas, kemampuan berkomunikasi, serta kerja sama tim adalah bekal yang tidak kalah penting dibanding pengetahuan akademik. Dengan kombinasi keduanya, para sarjana UT akan mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat,” pesannya.

Di akhir sambutannya, Wakil Gubernur menegaskan bahwa para wisudawan UT adalah bukti nyata bahwa pendidikan berkualitas tidak harus mahal dan terpusat di kota besar. “Mereka adalah profesional yang mengabdikan ilmunya langsung di tengah masyarakat, menjadi garda terdepan pembangunan, penguatan UMKM, serta inovasi di daerah. Peran mereka mungkin tidak selalu tampak di panggung besar, tetapi dampaknya nyata dalam membentuk fondasi NTT yang Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera, dan Berkelanjutan,” tandasnya.

BACA JUGA:  Pemkot Kupang Dukung Ajang Talent Scouting Atlet Disabilitas 2025

Momentum wisuda ini menegaskan peran Universitas Terbuka sebagai pelopor pembelajaran jarak jauh yang mampu memberikan akses pendidikan tinggi kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang lokasi, waktu, maupun batasan usia, sesuai dengan slogannya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.