Pemprov NTT dan Bank Mandiri Teken Kesepakatan Bersama Dorong Transformasi Digital dan Penguatan Ekonomi Daerah

oleh -3239 Dilihat
Gubernur NTT Teken MoU dengan Bank Mandiri. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suaranttt.id, Denpasar-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi menandatangani Kesepakatan Bersama dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk tentang Penyelenggaraan Jasa Layanan Perbankan di Provinsi NTT. Penandatanganan berlangsung di Kantor Bank Mandiri Region XI/Bali dan Nusa Tenggara, Denpasar pada Senin (3/11/2025).

Kesepakatan tersebut ditandatangani langsung oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dan Regional CEO Bank Mandiri Region XI/Bali dan Nusa Tenggara, Alexander Jonathan Patty, serta turut disaksikan oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Area Head PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Area NTT, Leonardo Guntur H. Silitonga, dan sejumlah pejabat Bank Mandiri lainnya. Kegiatan ini juga diikuti secara daring oleh 10 pemerintah kabupaten/kota di NTT, antara lain Kabupaten Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan, Rote Ndao, Manggarai Barat, Manggarai, Ngada, Flores Timur, Lembata, Sumba Timur, dan Sumba Barat Daya.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Bank Mandiri atas kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi dan penguatan permodalan masyarakat di NTT.

“Puji Tuhan, Mandiri ini punya banyak peranan untuk kita semua, saya merasakan sendiri,” ujar Gubernur Melki dalam sambutannya.

Ia mencontohkan, hingga Agustus 2025, Bank Mandiri telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di NTT senilai Rp22,57 triliun, yang sebagian besar disalurkan ke sektor produksi. Gubernur Melki juga berencana mengusulkan kepada Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA) agar memperluas dukungan program KUR di wilayah NTT.

“Kami akan mengusulkan kepada HIMBARA agar dukungan program KUR di NTT bisa diperluas dan diperbesar. Ini penting supaya lebih banyak masyarakat kita yang dapat akses modal murah dan produktif,” tegasnya.

Selain memperkuat sektor pembiayaan, Gubernur Melki mendorong sinergi yang lebih erat antara bank daerah dan Bank Mandiri dalam mengoptimalkan potensi keuangan daerah.

“Bank daerah punya keterbatasan. Karena itu, antara bank daerah dan Bank Mandiri harus saling mengisi dan memperkuat kinerja bisnis,” ujarnya.

Gubernur Melki juga menekankan pentingnya peran Bank Mandiri dalam membantu Pemerintah Daerah mengelola dan menghidupkan aset-aset daerah agar lebih produktif.

“Kami berharap Bank Mandiri bisa membantu Pemda agar aset-aset yang ada dapat menjadi hidup, likuid, dan produktif. Mandiri bisa berperan dalam menciptakan instrumen atau skema yang membuat aset daerah itu memiliki nilai ekonomi,” jelasnya.

Sementara itu, Regional CEO Bank Mandiri Region XI/Bali dan Nusa Tenggara, Alexander Jonathan Patty, menegaskan komitmen Bank Mandiri untuk tumbuh bersama Pemerintah Provinsi NTT melalui dukungan terhadap pengelolaan keuangan daerah dan pemberdayaan masyarakat.

“Kami berkomitmen agar Bank Mandiri dapat tumbuh bersama Provinsi NTT. Ada empat pilar utama yang menjadi fokus kami dalam mendukung pembangunan daerah,” ungkapnya.

Empat pilar tersebut meliputi:

  1. Percepatan peningkatan PAD melalui digitalisasi transaksi menggunakan platform Livin’ by Mandiri dan Korporasi Lokal (Kopral).
  2. Kemudahan layanan transaksi keuangan bagi 12.800 ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT.
  3. Digitalisasi dan pengembangan 27 desa wisata, dengan mendorong pelaku UMKM bergabung dalam ekosistem Livin’ Sukha untuk promosi dan transaksi digital.
  4. Dukungan terhadap program strategis pemerintah, termasuk Program Makanan Bergizi (MBG) dan kemitraan dengan Koperasi Merah Putih dalam pengembangan keagenan serta layanan keuangan mikro.
BACA JUGA:  Kota Kupang Siap Sukseskan IPACS 2025, Tampilkan Drone Show Perdana di NTT

Melalui kesepakatan ini, Pemerintah Provinsi NTT dan Bank Mandiri menegaskan komitmen bersama untuk menghadirkan layanan keuangan inklusif, memperkuat ekonomi daerah, serta mendukung kesejahteraan masyarakat Nusa Tenggara Timur.

Turut mendampingi Gubernur NTT dalam pertemuan tersebut antara lain Kepala Bapperida Alfons Theodorus, Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Noldy Hosea Pellokila, Kadis Pertanian Joaz Billie Oemboe Wanda, Kadis Peternakan Yohanes Oktovianus, Kadis Kelautan dan Perikanan Sulastri Rasyid, Kadis Perindustrian dan Perdagangan Zet Sony Libing, Kadis Kominfo Frederik C. P. Koenunu, Kadis Perhubungan Mahadin Sibarani, serta sejumlah pejabat lainnya di lingkup Pemprov NTT. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.