18 Atlet NPC Kota Kupang Siap Berlaga di PEPARPEDA 2026

oleh -33 Dilihat
Sekda Kota Kupang, Jeffry Pelt Lepas Kontingen Atlet NPC Kota Kupang. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Sebanyak 18 atlet National Paralympic Committee (NPC) Kota Kupang siap membawa nama daerah dalam ajang Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) Tahun 2026.

Kontingen tersebut dikukuhkan dan dilepas oleh Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, dalam acara yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jumat (18/9).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Kupang, Alan Y. Girsang, S.H., M.H., Ketua Kontingen NPC Kota Kupang, Wilfridus Wene, serta jajaran pengurus NPC Kota Kupang.

Ke-18 atlet tersebut akan berlaga pada dua cabang olahraga, yakni atletik dan tenis meja. Dari total kontingen atlet, lima di antaranya merupakan atlet perempuan, sedangkan 13 lainnya adalah atlet laki-laki.

Dalam sambutannya, Sekda Kota Kupang Jeffry Edward Pelt menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya kepada para atlet yang telah terpilih mewakili Kota Kupang.

Menurut Jeffry, menjadi atlet yang dipercaya membawa nama daerah bukanlah sesuatu yang mudah. Dibutuhkan proses panjang, latihan, kedisiplinan serta perjuangan untuk bisa sampai pada tahap tersebut.

Ia menegaskan, keberhasilan seorang atlet tidak hanya ditentukan oleh kemampuan meraih juara pertama. Lebih dari itu, seorang atlet harus memiliki integritas, rasa bangga serta mampu menjaga kehormatan daerah yang diwakilinya.

“Atlet yang sejati bukan nomor satu yang dia perlukan sebenarnya. Tetapi atlet yang sesungguhnya adalah atlet yang punya integritas sendiri, punya rasa bangga atas apa yang dia miliki. Itulah seorang atlet,” tegas Jeffry.

Sekda yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum KONI Kota Kupang tersebut meminta seluruh atlet untuk bertanding dengan menjunjung tinggi sportivitas.

“Bertandinglah dengan sportif. Junjung tinggi sportivitas karena itu yang paling utama sebagai seorang atlet. Kalau Tuhan izinkan kita juara, kita bersyukur. Kalau belum diizinkan juara, kita juga harus tetap bersyukur. Itulah mental seorang atlet, mental seorang petarung,” katanya.

BACA JUGA:  Terima Audiensi Pengurus GMKI Kupang, Linus Lusi Siap Dukung Dies Natalis Nasional

Menurut Jeffry, kemenangan dan kekalahan merupakan bagian dari proses yang harus dihadapi seorang atlet. Karena itu, hasil pertandingan tidak boleh membuat atlet kehilangan jati diri maupun semangat untuk terus berkembang.

Ia juga menekankan bahwa keikutsertaan para atlet NPC Kota Kupang di PEPARPEDA 2026 memiliki makna yang lebih luas. Ajang tersebut menjadi bukti bahwa olahraga dapat diikuti oleh siapa saja tanpa membedakan kondisi maupun latar belakang.

“Adik-adik ingin menunjukkan kepada kita semua, warga Kupang, bahwa insan olahraga tidak kenal batas, ruang, waktu dan kondisi. Untuk olahraga, dia bebas untuk semua. Siapa saja silakan, tidak ada sekat untuk olahraga,” ungkapnya.

Jeffry mengingatkan bahwa 18 atlet yang berangkat bukan hanya membawa nama pribadi maupun kontingen, tetapi juga membawa nama lebih dari 400 ribu masyarakat Kota Kupang.

Karena itu, ia meminta para atlet bertanding dengan penuh kebanggaan, menjaga nama baik daerah dan memberikan kemampuan terbaik dalam setiap pertandingan.

“18 orang ini pergi dalam sebuah kebanggaan, mewakili lebih dari 400 ribu jiwa di Kota Kupang. Ada 18 orang yang terpilih dan terseleksi. Saya percaya 18 orang ini akan bertanding dengan baik dan menjunjung tinggi sportivitas,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kontingen NPC Kota Kupang, Wilfridus Wene, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kota Kupang yang telah memberikan perhatian kepada kontingen NPC Kota Kupang.

Menurut Wilfridus, dukungan tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap para atlet penyandang disabilitas yang juga memiliki kesempatan untuk mengharumkan nama daerah melalui olahraga.

“Kedatangan kami ke sini sebagai rasa syukur kami kepada Pemerintah Kota. Ini menjadi bukti bahwa Pemerintah Kota masih memperhatikan kami, walaupun kami yang datang ini penuh kekurangan,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Bukan Sekadar Jambore, 48 Peserta Bawa Pulang Pengalaman dan Karakter Berkat Dukungan Pemkot Kupang

Ia menegaskan bahwa perhatian pemerintah menunjukkan tidak adanya perbedaan kesempatan antara atlet penyandang disabilitas dan atlet lainnya.

“Pemerintah tidak membeda-bedakan atlet yang normal dan atlet disabilitas. Kita sama-sama membawa nama daerah ke luar. Apa pun yang teman-teman disabilitas raih, pasti teman-teman normal juga turut bangga. Kita sama-sama membanggakan daerah kita masing-masing,” jelas Wilfridus.

Ia menjelaskan, kontingen NPC Kota Kupang akan mengikuti PEPARPEDA yang diperuntukkan bagi pelajar penyandang disabilitas. Pada ajang tersebut, Kota Kupang mengirimkan atlet untuk berlaga pada cabang olahraga atletik dan tenis meja.

“Sebentar pukul 18.00 WITA ada pembukaan PEPARPEDA, Pekan Paralimpik Pelajar. Khusus pelajar, kategori atlet yang kami bawa saat ini ada dua cabang olahraga, yaitu atletik dan tenis meja. Ada lima atlet perempuan dan sisanya teman-teman laki-laki,” jelasnya.

Dengan dikukuhkan dan dilepasnya kontingen tersebut, 18 atlet NPC Kota Kupang diharapkan mampu tampil maksimal, menjunjung sportivitas serta membawa semangat dan kebanggaan masyarakat Kota Kupang dalam ajang PEPARPEDA 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.