“Sumber Air Su Dekat” Kembali Digelorakan, Danone Dukung NTT Lawan Stunting

oleh -5054 Dilihat
Gubernur NTT Didampingi Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT Menerima Audiensi dengan Head of Climate and Water Stewardship Danone Indonesia, Ratih Anggraeni dan Lucia Nawaningtyas, Manager Public Affairs & Sustainability General Secretary Danone Indonesia. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menerima audiensi perwakilan Danone Indonesia di Ruang Kerja Gubernur NTT pada Selasa (10/6/2025) pagi. Pertemuan ini membahas kelanjutan kerja sama strategis di bidang kesehatan masyarakat, khususnya pencegahan stunting dan penyediaan air bersih.

Hadir dalam audiensi tersebut Head of Climate and Water Stewardship Danone Indonesia, Ratih Anggraeni, didampingi oleh Lucia Nawaningtyas, Manager Public Affairs & Sustainability General Secretary Danone Indonesia. Gubernur Melki turut didampingi oleh Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT, Benyamin Nahak.

Dalam pembukaan audiensi, Ratih mengungkapkan bahwa Danone Aqua telah hadir di NTT selama lebih dari dua dekade dengan komitmen utama menghadirkan akses air bersih bagi masyarakat.

“Mungkin masih ingat dulu pernah tayang iklan sosial Danone Aqua dengan penggalan kalimat, ‘Sekarang, sumber air su dekat’. Itu adalah bagian dari program air bersih kami yang berakhir di tahun 2015,” tutur Ratih.

Ia menambahkan, pada tahun 2020 Danone Indonesia kembali melanjutkan komitmennya melalui program pencegahan stunting di 20 desa di Kabupaten Kupang, yang kemudian diperluas ke Kabupaten Sumba Barat Daya. Program ini mencakup edukasi gizi, pelatihan, pembangunan akses nutrisi, serta pembentukan Tim Monitoring Stunting Desa yang didukung Dinas Kesehatan setempat.

Ratih juga menyampaikan rencana dukungan berupa Saringan Air Minum Aman untuk rumah tangga, sekolah, dan fasilitas umum yang akan diserahkan secara simbolis di Kabupaten Kupang.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Melki menyambut baik inisiatif Danone dan menekankan pentingnya sinergi antar pemangku kepentingan dalam penanganan stunting di NTT.

“Mohon dukungan untuk mendata desa-desa mana saja yang sudah mendapat intervensi dari Danone. Ini penting agar kita bisa berbagi peran, menghindari tumpang tindih, dan memastikan semua wilayah terlayani,” ujar Gubernur.

BACA JUGA:  Jane Natalia Suryanto Apresiasi PAN: Partai Terbuka Bagi Pendatang Baru

Ia menambahkan bahwa penanganan stunting harus berjalan seiring dengan pembangunan infrastruktur dasar, khususnya sanitasi dan air bersih.

Senada dengan Gubernur, Kadis PUPR NTT Benyamin Nahak mengusulkan kerja sama konkret untuk penyediaan air minum aman di kawasan Oenaek, yang memiliki potensi sumber air berupa embung namun belum dimanfaatkan secara optimal.

“Danone dapat mendukung dengan teknologi pengolahan air, seperti filtrasi dan distribusi. Kita bisa kembangkan skema kolaboratif antara pemerintah, Danone, dan masyarakat yang berbasis keberlanjutan dan kemandirian. Ini bisa menjadi proyek percontohan,” ungkap Benyamin.

Audiensi diakhiri dengan penyerahan plakat kenang-kenangan dari Danone Indonesia kepada Gubernur NTT sebagai simbol kemitraan yang berkelanjutan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.