Suarantt.id, Denpasar-Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, melakukan kunjungan dan tatap muka bersama Ikatan Keluarga Besar (IKB) Flobamora Bali di Rumah Sinergi – Sekretariat IKB Flobamora NTT di Jl. Tukad Musi I No. 5 Renon, Denpasar, Jumat (11/7/25) sore. Dalam pertemuan hangat tersebut, Gubernur Melki didampingi sejumlah pejabat Pemprov NTT dan diterima langsung oleh Ketua Umum IKB Flobamora Bali, Yusri Yusdi Diaz, serta para tokoh diaspora NTT di Bali.
Turut hadir mendampingi Gubernur, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Provinsi NTT Prisila Parera, Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Provinsi NTT Selfi Nange, serta Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi NTT, Alex Koroh.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki menekankan pentingnya membangun sinergi antara pemerintah daerah dan komunitas diaspora sebagai kekuatan kolektif untuk mempercepat pembangunan NTT. “Yang penting bagi kita semua adalah bagaimana mengoptimalkan peran-peran kita bagi NTT. Banyak potensi di NTT yang bisa dikembangkan menjadi kegiatan berskala internasional dengan dukungan komunitas diaspora,” ujarnya.
Gubernur juga mengapresiasi kontribusi besar diaspora NTT di Bali, terutama dalam bidang ekonomi, pendidikan, sosial, dan budaya. Menurutnya, semangat gotong royong dan kemampuan beradaptasi warga NTT di perantauan merupakan modal sosial yang bisa ditransfer kembali ke daerah asal, khususnya dalam mempersiapkan generasi muda NTT yang unggul dan kompetitif.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur memperkenalkan sejumlah program strategis Pemprov NTT yang potensial untuk dikembangkan bersama diaspora, seperti One Village One Product (OVOP) dan Gerakan Beli NTT. Kedua program tersebut bertujuan untuk memperkuat perekonomian lokal dan meningkatkan daya saing produk NTT di pasar nasional dan internasional.
“Kita ingin uang warga NTT berputar di daerah sendiri. Produk-produk NTT juga harus punya nilai tambah dan bisa masuk ke pasar yang lebih luas. Dukungan diaspora menjadi kunci penting dalam ekosistem ini,” jelas Gubernur Melki.
Pertemuan tersebut juga menjadi ajang diskusi terbuka antara Pemprov NTT dan warga diaspora mengenai potensi, tantangan, serta solusi bagi penguatan kontribusi warga perantauan terhadap pembangunan NTT. Salah satu gagasan yang mengemuka adalah pengembangan digitalisasi tata kelola organisasi IKB Flobamora Bali guna meningkatkan layanan dan partisipasi anggotanya.
Menutup pertemuan, Gubernur Melki menyampaikan harapan besar agar diaspora NTT di berbagai wilayah, termasuk Bali, tidak hanya menjadi kebanggaan dalam perantauan, tetapi juga turut serta menjadi agen perubahan bagi kampung halaman.
“Provinsi NTT ini tidak hanya dibangun oleh pemerintah, tapi juga oleh kekuatan besar dari diaspora kita. Sinergitas dan kolaborasi ini akan menjadi kekuatan baru untuk menggerakkan pembangunan yang nyata,” pungkasnya.
Pertemuan ini menandai babak baru kolaborasi antara Pemerintah Provinsi NTT dan diaspora Flobamora Bali, sekaligus menegaskan pentingnya peran komunitas perantauan dalam membangun daerah secara inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan. ***





