Suarantt.id, Kupang-Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM), Kota Kupang, terus mengembangkan sistem pengelolaan sampah berbasis Rukun Tetangga (RT) melalui Tempat Pengolahan Sampah (TPS) Kebon Sirih yang berlokasi di RT 24. Hingga saat ini, program tersebut baru menjangkau sekitar 45 persen wilayah, namun upaya sosialisasi dan edukasi terus digencarkan kepada masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Lurah TDM, David Bigo, menjelaskan bahwa sistem pengelolaan sampah di wilayahnya berbeda dengan TPST di kelurahan lain, namun tetap mengedepankan prinsip pengolahan dan pemilahan sampah dari sumbernya.
“Di TDM, TPS Kebon Sirih sudah mulai berjalan. Saat ini sudah ada sekitar delapan RT yang aktif bekerja sama dalam sistem ini,” ujarnya usai pembukaan kegiatan Culture Fest TDM Kupang pada Senin (25/5/2026).
Menurutnya, mekanisme pengangkutan sampah dilakukan oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) bersama warga, yang menjemput sampah dari masing-masing RT untuk dibawa ke TPS. Di lokasi tersebut, sampah kemudian dipilah oleh para pemulung yang telah ditempatkan secara khusus.
“Pemulung yang ada di TPS Kebon Sirih bertugas memilah sampah yang memiliki nilai ekonomis dan memisahkan residu. Setelah penuh, baru dikoordinasikan dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan untuk penanganan lebih lanjut,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihak kelurahan saat ini masih fokus pada tahap sosialisasi kepada RT yang belum bergabung, dengan menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.
“Yang pertama kita dorong adalah kesadaran masyarakat untuk memilah sampah dari rumah. Mana yang organik, mana yang non-organik, dan mana yang punya nilai ekonomis,” katanya.
Kelurahan TDM sendiri memiliki 34 RT dan 9 RW yang tersebar di dua wilayah utama. Sebagian wilayah masih menggunakan sistem pembuangan sampah secara mandiri ke kontainer yang tersedia, sementara sebagian lainnya telah mulai terintegrasi dengan TPS Kebon Sirih.
Meski demikian, David mengakui masih terdapat sejumlah kendala, terutama terkait sarana pendukung operasional. Salah satu yang menjadi perhatian adalah keterbatasan armada pengangkut sampah.
“Awalnya kami memiliki motor roda tiga, namun sudah rusak karena digunakan sejak 2018. Saat ini, pengangkutan dibantu oleh warga menggunakan kendaraan pick up,” ungkapnya.
Pihaknya berharap adanya dukungan tambahan armada dari pemerintah agar jangkauan layanan dapat diperluas ke seluruh RT di wilayah TDM.
“Walaupun masih banyak kekurangan, kami tidak menyerah. Kami terus membangun komunikasi, edukasi, dan sosialisasi kepada masyarakat agar ke depan seluruh pengelolaan sampah bisa terpusat di TPS Kebon Sirih,” pungkasnya. ***




