Pemprov NTT Dukung Kolaborasi Konservasi Laut dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir

oleh -1844 Dilihat
Gubernur NTT Didampingi Para Pimpinan SKPD Beraudiensi dengan Organisasi Konservasi Laut TSI. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menerima audiensi dari organisasi konservasi laut Thresher Shark Indonesia (TSI) pada Jumat (25/7) di ruang kerjanya. Pertemuan ini menjadi ajang dialog strategis terkait upaya pelestarian Hiu Tikus Pelagis (Alopias pelagicus) dan pemberdayaan masyarakat pesisir di wilayah Alor dan Flores Timur.

Gubernur didampingi sejumlah pejabat Pemprov NTT, antara lain Asisten Administrasi Umum Samuel Halundaka, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ondy Siagian, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulastri Rasyid, serta jajaran dari Dinas Pariwisata.

TSI diwakili oleh Program Manager Yodhikson Marvelous Bang dan Adeliede Ratu Kore. Dalam pemaparannya, Yodhikson menyampaikan laporan capaian program sepanjang 2024 serta perkembangan signifikan dalam konservasi hiu tikus. Salah satu keberhasilan utama TSI adalah penurunan drastis praktik perburuan Hiu Tikus dari sekitar 300 ekor per tahun menjadi hanya 20-30 ekor.

“Ini dicapai bukan hanya lewat pendekatan konservasi, tapi juga edukasi kepada nelayan. Mereka kini beralih menangkap ikan Tuna, sementara istri-istri mereka kami fasilitasi untuk membangun usaha seperti abon Tuna, granola jagung titi, dan tenun bermotif hiu tikus,” jelas Yodhikson.

Ia menambahkan bahwa program ini sejalan dengan semangat One Village One Product (OVOP) yang dicanangkan Pemprov NTT, serta membuka peluang UMKM pesisir untuk berkembang secara berkelanjutan.

Lebih jauh, TSI juga tengah menyiapkan program konservasi spesies Pari Mobula di Solor Timur, dengan pendekatan kampanye digital yang digerakkan oleh anak muda lokal. “Kami berharap dukungan Pemerintah Provinsi agar kampanye ini menjangkau lebih luas, terutama generasi muda,” ucap Yodhikson.

Dalam bidang pendidikan, TSI telah mengembangkan kurikulum konservasi laut yang diterapkan di 15 sekolah dengan melibatkan guru honorer dan praktik langsung di lapangan. Rencananya, program ini akan diperluas ke lima sekolah tambahan.

“Kami memohon dukungan Pemprov untuk pengadaan alat peraga dan modul pembelajaran, agar kurikulum ini dapat semakin berkualitas dan berdaya jangkau,” tambahnya.

Tak hanya di tingkat komunitas, TSI juga tengah menginisiasi usulan Peraturan Daerah (Perda) tentang konservasi satwa laut untuk memperkuat perlindungan hukum terhadap keanekaragaman hayati dan keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir.

Menanggapi hal itu, Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan apresiasi atas capaian TSI dan menyatakan komitmen penuh untuk memperkuat kolaborasi yang telah dibangun.

“Pendekatan TSI ini menyentuh dua sisi penting sekaligus: pelestarian lingkungan dan penguatan ekonomi masyarakat. Pemerintah akan mendukung penuh, termasuk perluasan kurikulum konservasi ke sekolah-sekolah lain, serta pengembangan UMKM dan ekowisata berbasis laut,” ujar Gubernur.

Ia pun memerintahkan jajaran perangkat daerah terkait untuk bersinergi dengan TSI, menyebut kerja anak-anak muda ini sebagai langkah luar biasa dan patut dijadikan model pengelolaan wilayah pesisir berkelanjutan di NTT.

Diskusi yang berlangsung hangat ini juga membahas potensi sinergi lebih luas, mulai dari wisata bahari, pendidikan lingkungan, hingga ekonomi kreatif komunitas.

“Pemerintah menyambut baik semangat dan inovasi anak-anak muda dalam inisiatif seperti TSI. Kami ingin menjadikan ini sebagai referensi untuk pembangunan pesisir berkelanjutan di seluruh NTT, demi menjaga bumi Flobamorata yang kita cintai,” tutup Gubernur. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.