Gubernur NTT: Air Bukan Sekadar Kebutuhan, Tapi Perjuangan Warga untuk Air Bersih

oleh -2246 Dilihat
Gubernur NTT Didampingi Kepala PPATK Gunting Pita Peresmian Sumur Bor di Kelurahan Alak. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, meresmikan sumur bor air bersih bagi warga RT 26 RW 06 Kelurahan Alak, Kecamatan Alak, Kota Kupang pada Selasa (12/8/2025) sore. Peresmian ini merupakan bagian dari rangkaian Gerakan Nasional 23 Tahun Rezim Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme serta Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal (APUPPT dan PPSPM).

Dalam sambutannya, Gubernur Melki menegaskan bahwa ketersediaan air bersih adalah faktor penting untuk meningkatkan derajat kesehatan, kualitas hidup, dan kesejahteraan masyarakat. Akses mudah terhadap air bersih, menurutnya, juga menjadi salah satu indikator utama dalam upaya pengentasan kemiskinan dan penurunan angka stunting di NTT.

“Air bukan hanya soal kebutuhan, melainkan juga soal perjuangan. Masih banyak masyarakat yang terpaksa berjalan berkilo-kilo meter untuk mendapatkan air minum,” ujar Melki.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang telah menginisiasi program penyediaan sumur bor ini. Menurutnya, kehadiran sumur bor di NTT merupakan berkat tersendiri bagi masyarakat.

“Yang menarik dari acara hari ini adalah acaranya dengan PPATK tapi urusannya sama sumur bor. Air buat NTT ini penting sekali. Terima kasih untuk Pak Kepala PPATK untuk pengadaan sumur bor, ini adalah berkat bagi masyarakat di sini,” ungkapnya.

Melki menilai program ini menjadi simbol kepedulian dan sinergi yang nyata. PPATK, yang umumnya bekerja di balik layar mengawasi transaksi keuangan dan mencegah pencucian uang, kini turut terlibat langsung dalam membantu masyarakat mendapatkan akses air bersih. Ia pun berpesan agar sumur bor yang telah ada dijaga dan dimanfaatkan sebaik mungkin, bukan hanya untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga menunjang produktivitas di sektor peternakan dan perkebunan.

BACA JUGA:  Rakor KPH NTT, Gubernur Melki Tekankan Pengelolaan Hutan Berbasis Ekologi, Sosial dan Ekonomi

Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, mengungkapkan bahwa kepedulian terhadap masyarakat NTT menjadi motivasi utama bagi PPATK untuk menghadirkan layanan air bersih di berbagai titik, termasuk di Kelurahan Alak.

“Harapan kami, sumur bor ini bisa membantu masyarakat dalam mengakses layanan air bersih untuk berbagai kebutuhan. Mohon dijaga dan dirawat agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” katanya.

Om Pe’u, salah satu warga penerima manfaat, menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya. Selama ini, warga harus membeli air tangki seharga Rp100.000 per tangki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kini, dengan adanya sumur bor, warga tidak lagi terbebani biaya tersebut. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.