Mobilitas Penduduk NTT Naik pada Juli 2025, Ditopang Transportasi Udara dan Laut

oleh -469 Dilihat
Pesawat Wings Air tipe ATR 72-600 di Area Bandara El Tari Kupang. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat mobilitas penduduk pada Juli 2025 mengalami peningkatan signifikan, baik melalui moda transportasi udara maupun laut. Kepala BPS NTT, Matamira Kale, mengatakan kenaikan ini seiring tingginya aktivitas masyarakat dalam rangkaian berbagai event daerah, meskipun sebagian wilayah masih terdampak erupsi Gunung Lewotobi dan Ile Lewotolok.

“Mobilitas penduduk di NTT pada Juli 2025 naik cukup signifikan, baik pada sektor penerbangan maupun pelayaran laut. Hal ini menunjukkan adanya pergerakan ekonomi dan sosial yang meningkat,” kata Matamira di Kupang pada Senin (1/9/25).

Transportasi Udara Naik 22,45 Persen

Jumlah penerbangan pesawat udara dari dan ke NTT pada Juli 2025 meningkat 16,83 persen dibandingkan Juni 2025, dan naik 5,89 persen dibandingkan Juli 2024. Bandara Komodo, Labuan Bajo (Manggarai Barat) mencatat lonjakan tertinggi dengan 234 penerbangan. Sebaliknya, Bandara A.A. Bere Tallo–Haliwen, Atambua (Belu) mengalami penurunan terbanyak, yaitu 16 penerbangan.

Kenaikan jumlah penerbangan sejalan dengan peningkatan jumlah penumpang angkutan udara yang naik 22,45 persen dibandingkan Juni 2025, dan meningkat 5,32 persen dibandingkan Juli 2024. Penambahan penumpang tertinggi terjadi di Bandara Komodo, Labuan Bajo dengan 29.539 orang. Sementara itu, Bandara Wunopito, Lewoleba (Lembata) mencatat penurunan 301 penumpang.

Transportasi Laut Tumbuh, Penumpang Masih Turun Dibanding Tahun Lalu

Pada moda transportasi laut, jumlah pelayaran kapal di NTT pada Juli 2025 naik 14,46 persen dibandingkan Juni 2025, dan tumbuh 9,63 persen dibandingkan Juli 2024. Jumlah penumpang kapal laut juga meningkat 34,45 persen dibandingkan Juni 2025. Namun, bila dibandingkan dengan Juli 2024, terjadi penurunan sebesar 26,05 persen.

Peningkatan jumlah penumpang tertinggi tercatat di Pelabuhan Tenau, Kupang dengan tambahan 57.073 penumpang. Sedangkan penurunan terbanyak terjadi di Pelabuhan Waingapu, Sumba Timur, dengan berkurangnya 7.025 penumpang.

Menurut Matamira, tren peningkatan mobilitas ini menjadi indikator positif aktivitas masyarakat di NTT. “Meskipun ada tantangan dari kondisi bencana alam, mobilitas yang meningkat menunjukkan geliat pembangunan dan ekonomi daerah yang semakin membaik,” ujarnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.