Wali Kota Kupang Manfaatkan APEKSI 2026 untuk Promosi Budaya dan Pariwisata Daerah

oleh -95 Dilihat
Wali Kota Kupang Kenakan Pakaian Adat Rote di Malam Karnaval Budaya APEKSI 2026 Medan. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Medan-Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memanfaatkan momentum Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 di Kota Medan sebagai ajang strategis untuk mempromosikan kekayaan budaya dan potensi pariwisata daerah.

Promosi tersebut ditampilkan melalui keikutsertaan Pemerintah Kota Kupang dalam Karnaval Budaya Nusantara yang digelar pada Kamis (2/7/2026) malam. Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota tampil mengenakan busana adat lengkap etnis Rote bersama jajaran Pemerintah Kota Kupang dan kontingen daerah.

Meski diguyur hujan sejak sore hari, semangat rombongan Kota Kupang tidak surut. Kehadiran maskot Sepe, ikon khas Kota Kupang, turut menambah daya tarik dan mencuri perhatian ribuan peserta, tamu undangan, serta masyarakat yang memadati kawasan karnaval.

Momentum tersebut dimanfaatkan Wali Kota untuk memperkenalkan identitas budaya Kota Kupang di tingkat nasional. Saat melintas di podium utama, ia menyerahkan cendera mata berupa topi Ti’i Langga khas Rote kepada Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, Ketua Dewan Pengurus APEKSI sekaligus Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, serta Wali Kota Medan selaku tuan rumah. Selain itu, kain tenun khas Rote juga diberikan kepada istri Wali Kota Medan dan Ketua APEKSI.

Menurut dr. Christian Widodo, pemilihan budaya Rote sebagai representasi bukan tanpa alasan. Ia menegaskan bahwa Kota Kupang merupakan kota majemuk yang dihuni berbagai suku dan etnis, di mana masyarakat Rote menjadi salah satu komunitas terbesar yang telah lama berkontribusi dalam kehidupan sosial kota.

“Kota Kupang adalah kota yang majemuk. Beragam budaya hidup berdampingan dalam semangat persaudaraan. Budaya Rote kami tampilkan sebagai bagian dari kekayaan budaya yang tumbuh dan berkembang di Kota Kupang,” ujarnya.

BACA JUGA:  Pemprov NTT Dorong Koperasi Jadi Penggerak Ekonomi Produktif di Tengah Tantangan Daerah

Ia juga menekankan bahwa keberagaman budaya memiliki nilai strategis dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di sektor jasa dan pariwisata.

“Budaya bukan hanya warisan, tetapi juga potensi besar untuk meningkatkan daya tarik daerah. Identitas budaya mampu memberikan pengalaman unik bagi wisatawan sekaligus memperkuat citra Kota Kupang,” tambahnya.

Komitmen tersebut, lanjutnya, telah diwujudkan melalui penyelenggaraan Karnaval Budaya dalam rangka HUT ke-140 Kota Kupang dan Hari Jadi ke-30 sebagai daerah otonom. Kegiatan itu untuk pertama kalinya melibatkan seluruh etnis dalam satu panggung kebersamaan.

“Antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Karena itu, kami berkomitmen menjadikan karnaval budaya sebagai agenda tahunan untuk mempererat persatuan sekaligus mempromosikan budaya daerah,” jelasnya.

Keikutsertaan Kota Kupang dalam Karnaval Budaya Nusantara menjadi bagian dari rangkaian Rakernas XVIII APEKSI 2026 yang berlangsung pada 28 Juni hingga 4 Juli 2026 dengan tema “Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat”. Selain mempererat kerja sama antarkota, kegiatan ini juga menjadi wadah promosi potensi daerah, investasi, UMKM, serta kebudayaan dari seluruh Indonesia.

Rakernas XVIII APEKSI 2026 ditutup dengan menghasilkan 10 rekomendasi strategis yang akan disampaikan kepada Presiden. Rekomendasi tersebut mencakup penguatan kapasitas fiskal daerah, percepatan pembangunan infrastruktur, transformasi digital pemerintahan, penguatan ekonomi lokal, hingga pembangunan kota yang berkelanjutan.

Ketua Dewan Pengurus APEKSI, Eri Cahyadi, menyatakan bahwa rekomendasi tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah kota terhadap Program Strategis Nasional sekaligus upaya menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi daerah.

Sementara itu, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mengapresiasi seluruh pihak yang telah menyukseskan penyelenggaraan Rakernas. Ia berharap setiap kota dapat membawa pulang pengalaman dan inovasi untuk mendukung pembangunan di daerah masing-masing.

BACA JUGA:  Kabar Gembira! Wali Kota Kupang Gratiskan BPHTB dan PBG bagi Warga Kurang Mampu

Di sisi lain, diaspora Nusa Tenggara Timur di Kota Medan turut memberikan apresiasi atas langkah Wali Kota Kupang dalam mempromosikan budaya Rote. Dukungan tersebut terlihat dari berbagai unggahan di media sosial yang memuji penampilan kontingen Kota Kupang dalam karnaval tersebut.

Partisipasi Kota Kupang dalam ajang nasional ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam mengangkat budaya lokal sebagai kekuatan utama dalam pembangunan dan promosi pariwisata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.