Suarantt.id, Kupang-Meski baru menjalani masa kepemimpinan sekitar 10 bulan, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Serena C. Francis berhasil meraih tingkat kepuasan publik yang tinggi. Hal tersebut terungkap dalam hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) yang dilakukan Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang.
Hasil survei tersebut dipaparkan dalam Forum Advokasi Kebijakan Publik yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Negara FISIP Undana, dengan tema “Kepemimpinan Transformasional Kepala Daerah: Refleksi Kepuasan dan Harapan Masyarakat terhadap Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang”, di Resto dan Suba Suka Kupang, Sabtu (6/12/2025).
Forum ini menghadirkan Dosen FISIP Undana Dr. I Putu Yoga Bumi Pradana bersama tim peneliti serta Dr. Lorensius Siarani sebagai narasumber utama.
Kota Kupang Dipilih sebagai Barometer
Dalam pemaparannya, Dr. I Putu Yoga menjelaskan bahwa survei ini dilakukan sebagai respons terhadap dinamika sosial-politik pasca Pilkada serentak. Kota Kupang dipilih karena dinilai sebagai barometer pertumbuhan ekonomi di NTT dengan kepadatan penduduk yang representatif.
“Kami ingin membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan tingkat kepuasan, harapan, dan evaluasi terhadap kinerja kepala daerah, khususnya di Kota Kupang,” jelasnya.
576 Responden dari Enam Kecamatan
Survei ini melibatkan 576 responden berusia di atas 17 tahun yang tersebar di enam kecamatan dari 51 kelurahan, dengan metode stratified random sampling. Instrumen penelitian mengacu pada Permen PAN-RB Nomor 14 Tahun 2017 tentang Survei Kepuasan Masyarakat.
Empat indikator utama yang diukur meliputi:
Kepercayaan publik
Responsivitas pemerintah
Akuntabilitas kebijakan
Kepemimpinan kepala daerah
Hasilnya, indeks kepuasan masyarakat terhadap kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang mencapai 80,10 persen dan masuk dalam kategori baik.
“Ini menunjukkan bahwa kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang dapat diterima secara sosial dan memiliki legitimasi yang kuat,” tegas Dr. Putu Yoga.
Menariknya, 65,28 persen responden tidak menyebutkan adanya kelemahan kepemimpinan, yang menandakan tingginya optimisme dan kepercayaan masyarakat terhadap arah baru pemerintahan Kota Kupang.
Perempuan dan Generasi Muda Dominan
Dari sisi demografi, responden didominasi oleh perempuan (55 persen) dan usia 21–30 tahun, mencerminkan kuatnya peran generasi muda dan perspektif gender dalam menentukan arah kebijakan publik ke depan. Sementara dari sisi pendidikan, mayoritas responden adalah lulusan SMA, yang mencerminkan karakter umum masyarakat Kota Kupang.
Tantangan Masih Ada di Sejumlah Kecamatan
Meski secara umum hasil survei menunjukkan kepuasan yang tinggi, penelitian juga mencatat adanya variasi tingkat kepuasan antar kecamatan. Beberapa kecamatan masih berada pada batas bawah kategori baik, yakni di kisaran 76–79 persen.
Dr. Putu Yoga menegaskan kondisi ini mencerminkan masih adanya tantangan struktural, seperti persoalan layanan publik, infrastruktur, dan representasi keadilan sosial, yang perlu mendapat perhatian khusus pemerintah daerah.
Dorong Kebijakan Berbasis Bukti
Survei ini juga dimaksudkan sebagai dasar kebijakan berbasis bukti dan data (evidence-based policy). Menurut Dr. Putu Yoga, paradigma kebijakan publik saat ini harus bergeser dari sekadar wacana politik menuju kebijakan yang dirumuskan dari hasil kajian ilmiah.
“Data ini bukan hanya untuk evaluasi, tetapi diharapkan menjadi kompas kebijakan bagi Pemerintah Kota Kupang dalam menyusun arah pembangunan tahun 2026 dan seterusnya,” pungkasnya. ***





