Dari Sampah Jadi Berkah, Nunbaun Sabu Curi Perhatian dalam Program OVOP NTT

oleh -1966 Dilihat
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo Berdiskusi dengan Ketua Kelompok Usaha Ecofun BS. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalokasikan anggaran sebesar Rp20 miliar untuk mendukung pelaksanaan Program One Village One Product (OVOP) di seluruh wilayah NTT. Salah satu wujud nyata program tersebut terlihat di Kelurahan Nunbaun Sabu (NBS), Kecamatan Alak, Kota Kupang, yang kini menjadi contoh pengembangan produk sofa berbahan daur ulang sampah plastik.

Penyerahan bantuan sarana dan prasarana OVOP kepada Kelompok Usaha Ecofun BS berlangsung di Kantor Lurah Nunbaun Sabu pada Jumat (27/2/26).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, Bupati Kupang Yosef Lede, jajaran Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kota Kupang, Kapolsek Alak, pimpinan Pelindo, para lurah se-Kecamatan Alak, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pimpinan lembaga pendidikan setempat.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi NTT dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Ia menegaskan bahwa bantuan yang disalurkan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi NTT merupakan bukti nyata kehadiran pemerintah hingga ke tingkat kelurahan.

“Terima kasih Bapak Gubernur beserta jajaran. Kami menerima bantuan ini sebagai bukti bahwa pemerintah hadir dan peduli. Bukan hanya bantuan alat, kelompok juga mendapat pelatihan keterampilan, termasuk pelatihan cara menjual dan digital marketing. Ini luar biasa,” ujar Wali Kota.

Menurutnya, Program OVOP membawa pesan kuat bahwa setiap kampung memiliki potensi dan setiap warga memiliki kesempatan untuk berkembang. Persoalan sampah plastik yang selama ini menjadi tantangan lingkungan kini dapat diubah menjadi peluang ekonomi melalui kreativitas dan inovasi.

“Atas nama Pemerintah Kota Kupang, kami memberikan apresiasi tinggi. Di setiap keterbatasan ada jalan keluar, di setiap hambatan ada peluang. Sampah yang menjadi masalah hari ini bisa menjadi produk bernilai,” tegasnya.

BACA JUGA:  Pemkot Kupang dan Kanwil DJP Nusa Tenggara Bahas Sinergi Optimalisasi Pajak Daerah

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap produk lokal, Wali Kota bahkan memesan dua set sofa hasil produksi Ecofun BS dan meminta agar satu produk dipajang di Dekranasda Kota Kupang sebagai etalase promosi kerajinan unggulan daerah.

Sementara itu, Gubernur NTT menjelaskan bahwa total anggaran Rp20 miliar yang dialokasikan untuk Program OVOP akan disalurkan dengan skema rata-rata Rp20 juta per desa atau kelurahan. Program ini difokuskan pada lahirnya satu produk akhir unggulan yang menjadi identitas lokal sekaligus penggerak ekonomi rakyat.

“Program ini bukan sekadar kegiatan tiga hari, tetapi harus berujung pada produk akhir yang jelas dan menjadi kebanggaan daerah masing-masing. Kita ingin memastikan setiap desa dan kelurahan memiliki produk unggulan yang mampu menggerakkan ekonomi rakyat,” tegas Gubernur.

Ia mengaku terkesan dengan inovasi Kelompok Usaha Ecofun BS yang mampu mengolah sampah plastik menjadi sofa bernilai jual. Bahkan secara spontan ia turut memesan tiga set sofa sebagai bentuk dukungan terhadap perputaran ekonomi lokal.

“Kalau kita bisa produksi sendiri, kenapa harus beli dari luar? Perputaran uang harus terjadi di NTT. ASN saja jika setiap bulan menyisihkan Rp100 ribu untuk membeli produk UMKM lokal, dampaknya akan sangat besar bagi ekonomi daerah,” ujarnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi NTT, Viktor Manek, menjelaskan bahwa bantuan yang diserahkan kepada Kelompok Usaha Ecofun BS mencakup sarana dan prasarana pendukung produksi. Produk yang dikembangkan berupa sofa berbahan daur ulang sampah yang ditargetkan menjadi unggulan lokal Kelurahan Nunbaun Sabu.

Selain penyerahan bantuan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Rembuk OVOP bersama Pemerintah Provinsi NTT guna memperkuat strategi pengembangan produk unggulan. Program ini diharapkan menjadikan Nunbaun Sabu sebagai salah satu percontohan OVOP di Kota Kupang dengan produk yang kreatif, inovatif, dan ramah lingkungan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.