Badai Gempa Belum Berlalu, Melki Lantik Fransiskus Sales Sodo Jadi Sekda Definitif NTT

oleh -59 Dilihat
Gubernur Melki Laka Lena Resmikan Lantik Sekda NTT pada Jumat, 28 Agustus 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Badai gempa Flores belum sepenuhnya berlalu. Di tengah situasi tanggap darurat dan duka yang masih menyelimuti masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT), Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena melantik Fransiskus Sales Sodo sebagai Pejabat Pimpinan Tinggi Madya Sekretaris Daerah Provinsi NTT.

Fransiskus Sales Sodo dilantik berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 96/TPA Tahun 2026 tanggal 21 Agustus 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Pemerintah Provinsi NTT.

Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Provinsi NTT. Sebab, di tengah fokus pemerintah menangani dampak gempa Flores, roda pemerintahan dan birokrasi dituntut tetap bergerak efektif.

Gubernur Melki dalam sambutannya mengawali acara dengan mengajak seluruh tamu undangan mengheningkan cipta dan memanjatkan doa bagi masyarakat yang menjadi korban gempa bumi di Pulau Flores.

Ia mengatakan gempa berkekuatan 7,7 SR yang terjadi pada 15 Agustus 2026 telah meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat NTT.

“Berdasarkan pemutakhiran data BNPB, tercatat 105 saudara kita meninggal dunia dan 1.673 orang mengalami luka-luka. Sekitar 180.000 warga masih berada di pengungsian, sementara puluhan ribu rumah mengalami kerusakan,” ujar Melki saat memberi sambutan pada acara pelantikan Sekda NTT Defenitif di Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT, Jumat (28/8/2026).

Menurutnya, hingga 28 Agustus 2026, BMKG masih mencatat 7.492 gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai 6,2.

Di tengah kondisi tersebut, Melki menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja bersama membantu masyarakat terdampak bencana.

Ucapan terima kasih disampaikan kepada Presiden RI Prabowo Subianto yang telah mengunjungi dan memberikan perhatian kepada korban gempa Flores, serta TNI, Polri, BNPB, BPBD, tenaga kesehatan, LSM, relawan, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, insan pers dan seluruh masyarakat yang terlibat dalam penanganan bencana.

BACA JUGA:  World Book Day 2026: Sinergi BI NTT dan Pemprov NTT Perkuat Ekosistem Literasi Generasi Muda

Namun, menurut Melki, bencana tidak boleh membuat roda pemerintahan berhenti.

“Di tengah suasana duka, hari ini kita melantik Sekretaris Daerah Provinsi NTT. Pelantikan hari ini memiliki arti yang sangat penting. Hari ini kita sedang memastikan mesin Pemerintahan Provinsi NTT memiliki penggerak koordinasi yang definitif,” tegasnya.

Melki menegaskan, Sekda bukan sekadar pejabat yang mengurusi administrasi pemerintahan. Sekda merupakan koordinator utama birokrasi yang memiliki peran penting dalam memastikan kebijakan pemerintah diterjemahkan menjadi kerja nyata.

Karena itu, ia meminta Fransiskus Sales Sodo segera membangun birokrasi yang solid, memastikan kebijakan menjadi tindakan nyata, menghadirkan pelayanan publik yang cepat dan akuntabel, serta menjaga integritas.

“Saya tidak membutuhkan birokrasi yang hanya pandai membuat dokumen. Saya membutuhkan birokrasi yang mampu menyelesaikan persoalan. Visi dan program pembangunan harus turun menjadi kegiatan nyata, dan kegiatan nyata harus menghasilkan manfaat yang dirasakan masyarakat,” katanya.

Jangan Main-Main dengan Dana Bencana

Pesan keras juga disampaikan Melki terkait pengelolaan anggaran, terutama dana penanganan bencana.

Ia meminta seluruh jajaran pemerintah memperkuat pengawasan agar setiap anggaran digunakan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat yang terdampak.

“Jangan main-main dengan dana bencana. Kalau kita main-main dengan dana bencana, maka itu bisa mendatangkan ‘bencana’. Setiap rupiah harus memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Melki juga mengingatkan bahwa keterbatasan fiskal tidak boleh dijadikan alasan bagi birokrasi untuk bekerja seadanya.

Sebaliknya, keterbatasan tersebut harus mendorong pemerintah untuk bekerja lebih kreatif, efisien, inovatif dan bertanggung jawab.

Menurutnya, keberhasilan pemerintahan tidak dapat diukur hanya dari banyaknya rapat, surat maupun kegiatan yang dilaksanakan.

Ukuran keberhasilan pemerintah adalah sejauh mana masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih baik dan merasakan manfaat pembangunan.

BACA JUGA:  Menuju Smart Hospital, RSUD Johannes Kupang Andalkan Skema Hibah dan Pinjaman Luar Negeri

“Ukuran keberhasilan kita adalah: apakah masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih baik, apakah kehidupan mereka menjadi lebih baik, dan apakah pembangunan benar-benar memberikan manfaat? Itulah ukuran keberhasilan pemerintahan,” ungkapnya.

Badai Bukan Alasan untuk Berhenti

Melki menegaskan, meskipun pemerintah masih menghadapi dampak gempa Flores, agenda pembangunan NTT harus tetap berjalan.

Sektor pertanian, peternakan, perikanan, pariwisata, pendidikan, kesehatan, infrastruktur hingga reformasi birokrasi harus tetap diperkuat.

“Saya dan Pak Wakil Gubernur membutuhkan Sekda yang mampu menjadi jembatan antara visi kepemimpinan daerah dengan kerja nyata birokrasi,” ujarnya.

Ia berharap Sekda baru mampu menyelesaikan persoalan, membangun komunikasi dan bukan sekat, menggerakkan dan bukan menghambat, serta memberikan keteladanan dan bukan hanya instruksi.

Menutup sambutannya, Melki mengajak seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat menghadapi berbagai tantangan dengan semangat kebersamaan.

“Kita mungkin sedang menghadapi badai. Tetapi badai bukan alasan untuk berhenti berlayar. Dalam badai, kita membutuhkan kepemimpinan yang kuat, koordinasi yang solid, dan keberanian untuk terus bergerak,” katanya.

Melki kemudian mengutip ungkapan Latin Per aspera ad astra, yang berarti melalui kesulitan menuju bintang-bintang.

“NTT hari ini berada di jalan yang terjal. Gempa, keterbatasan fiskal, dan tantangan pembangunan hadir silih berganti. Tetapi saya yakin, dengan kerja keras, integritas, dan kebersamaan, kita akan mencapai kejayaan yang kita cita-citakan,” pungkasnya.

Kepada Fransiskus Sales Sodo yang kini resmi mengemban amanah sebagai Sekda NTT, Melki berpesan agar jabatan tersebut segera diwujudkan melalui kerja nyata.

“Jaga amanah. Jaga integritas. Bangun kekompakan. Layani rakyat. Dan langsung bekerja, karena rakyat NTT menunggu kita,” tandas Melki.

Pelantikan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Provinsi NTT, unsur Forkopimda Provinsi NTT, para bupati/wali kota se-NTT, pimpinan perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi NTT, pimpinan instansi vertikal, serta pimpinan BUMN dan BUMD Provinsi NTT.

BACA JUGA:  Ribuan PPPK NTT Curhat ke Gubernur Melki, Kuatir Dirumahkan Akibat Batas Belanja Pegawai

Di tengah badai bencana yang belum sepenuhnya reda, hadirnya Sekda definitif diharapkan menjadi penguat konsolidasi pemerintahan. Penanganan gempa dan pemulihan masyarakat membutuhkan birokrasi yang tetap solid, cepat mengambil keputusan, serta mampu memastikan pelayanan publik tidak ikut terhenti. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.