Tiga Dekade SMAN 7 Kupang: Dari Menenun Asa hingga Melahirkan Generasi Berprestasi dan Para Pemimpin

oleh -47 Dilihat
Kegiatan HUT ke-30 SMAN 7 Kupang pada Jumat, 28 Agustus 2026. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang-Tiga dekade perjalanan SMA Negeri 7 Kupang bukan sekadar catatan usia sebuah lembaga pendidikan. Selama 30 tahun, sekolah ini terus menenun asa, membentuk karakter, mengembangkan talenta dan melahirkan generasi yang mampu memberi dampak bagi keluarga, masyarakat, daerah, bangsa dan negara.

Momentum tiga dekade tersebut dirayakan melalui HUT ke-30 SMA Negeri 7 Kupang, Jumat (28/8/2026), dengan mengusung tema “30 Tahun Menenun Asa, Mewujudkan Generasi Berbudaya, Berkarakter, dan Berdampak.”

Perayaan tersebut menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan panjang sekolah sekaligus menatap masa depan dengan semangat melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kreativitas, keterampilan dan kepedulian sosial.

Rangkaian kegiatan diawali dengan ibadah syukur yang dipimpin Koordinator Pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Pdt. (Emr.) Hendrik A. Abineno, Sm.Th., S.Pd., M.Pd.K., dengan bacaan Alkitab dari Keluaran 33:7-23.

Dalam khotbahnya, Hendrik mengajak keluarga besar SMA Negeri 7 Kupang menjadikan usia 30 tahun sebagai kesempatan untuk melakukan refleksi terhadap perjalanan masa lalu sekaligus menyusun harapan untuk masa depan.

Menurutnya, perjalanan sebuah lembaga pendidikan tidak selalu berjalan tanpa tantangan. Berbagai pergulatan, kekurangan, keberhasilan dan proses panjang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan membangun sebuah institusi pendidikan.

“Ketika kita merayakan ulang tahun, kita menoleh ke belakang untuk melihat apa yang telah terjadi dan melihat ke depan untuk merangkai mimpi, menganyam harapan, serta membangun tekad,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan para guru bahwa tugas mendidik tidak sebatas mentransfer ilmu pengetahuan. Guru memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter peserta didik yang datang dari latar belakang kehidupan dan karakter yang berbeda-beda.

Sekolah, kata dia, harus menjadi rumah kedua bagi siswa. Lingkungan sekolah harus mampu memberikan rasa aman dan nyaman sekaligus menjadi tempat bagi peserta didik untuk mengembangkan iman, kreativitas, talenta dan karakter.

Dalam ibadah syukur tersebut, keluarga besar SMA Negeri 7 Kupang juga turut mendoakan masyarakat serta para korban yang terdampak bencana gempa bumi di Flores.

BACA JUGA:  DPRD NTT Nilai Dinas PK Gagal Awasi Konflik SMKN 5 Kupang Sejak 2024

30 Tahun, Jejak Perjuangan dan Alumni yang Mengabdi

Kepala SMA Negeri 7 Kupang, Wemvrid Metusalak Boimau, S.Pd., M.Hum., mengatakan usia 30 tahun menunjukkan perjalanan panjang sekaligus kematangan sebuah institusi pendidikan.

“30 tahun menyatakan tentang kematangan, keteguhan, dan integritas dari sebuah institusi. Selama 30 tahun kita telah melewati berbagai proses,” katanya.

Ia memberikan apresiasi kepada para guru, pendahulu dan seluruh pihak yang sejak awal ikut meletakkan dasar bagi perkembangan SMA Negeri 7 Kupang.

Menurutnya, perjuangan para pendahulu harus terus dilanjutkan oleh generasi saat ini.

“Setiap masa ada pejuangnya dan setiap pejuang ada masanya. Setiap masa memiliki pejuang dan tantangan yang berbeda. Kami sebagai penerus tetap berjuang meneruskan perjuangan para pendahulu,” ujarnya.

Tiga dekade perjalanan tersebut juga tercermin dari keberadaan para alumni yang hadir dalam perayaan HUT. Sebagian alumni telah berhasil meniti karier di berbagai bidang, bahkan menjadi pejabat dan mengemban tanggung jawab di tengah masyarakat.

Kehadiran para alumni menjadi bagian penting dari perjalanan sekolah. Mereka menjadi bukti bahwa proses pendidikan yang berlangsung di SMA Negeri 7 Kupang telah melahirkan lulusan yang mampu melanjutkan pendidikan, berkarier dan mengambil peran dalam pembangunan.

Dari Kreativitas Siswa hingga Produk Lokal

Perayaan HUT ke-30 tidak hanya menjadi seremoni. Para siswa diberikan ruang untuk menunjukkan berbagai potensi dan kreativitas yang mereka miliki.

Beragam atraksi ditampilkan dalam rangkaian kegiatan, mulai dari Kempo, Pramuka, seni tari, pencak silat, hingga berbagai pertunjukan lainnya.

Panggung perayaan pun berubah menjadi ruang ekspresi bagi para siswa untuk menunjukkan keberanian, kedisiplinan, kreativitas dan kemampuan bekerja sama.

Tidak hanya seni dan olahraga, kreativitas siswa juga terlihat melalui berbagai produk lokal hasil buah tangan mereka yang dipamerkan dalam kegiatan tersebut.

Produk-produk tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah mendorong peserta didik agar tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga mampu menghasilkan karya dan mengenal dunia kewirausahaan sejak berada di bangku sekolah.

BACA JUGA:  Gubernur NTT Dorong Inovasi dan Branding Produk OSOP Saat Kunjungi SMK Negeri 5 Kupang

TUNAVASI 7, Inovasi dari Tangan Siswa

Salah satu momentum penting dalam HUT ke-30 adalah peluncuran program One School One Product (OSOP) dengan produk yang diberi nama “TUNAVASI 7.”

Nama TUNAVASI 7 merupakan perpaduan kata “Tuna” yang merujuk pada bahan baku utama berupa ikan tuna dan “VASI” yang menggambarkan inovasi yang dikembangkan sekolah.

Program tersebut dirintis oleh tiga guru bersama para siswa.

Untuk tahap awal, TUNAVASI 7 menghasilkan produk berupa abon ikan tuna. Ke depan, produk tersebut akan terus dikembangkan dengan berbagai olahan lainnya, seperti nugget tuna, suwir tuna hingga bakso ikan tuna.

Melalui OSOP, sekolah ingin memberikan pengalaman nyata kepada siswa dalam mengembangkan kreativitas, keterampilan, inovasi dan kewirausahaan dengan memanfaatkan potensi lokal yang tersedia di NTT.

Hockey Jadi Kekuatan Baru Pembinaan Atlet NTT

Selain OSOP, SMA Negeri 7 Kupang juga mengukuhkan kelas khusus olahraga hockey.

Pembinaan hockey sebenarnya telah dilakukan di SMA Negeri 7 Kupang sejak beberapa tahun terakhir. Namun, melalui kelas khusus olahraga, pembinaan tersebut kini diarahkan lebih terstruktur untuk mencetak dan mempersiapkan atlet-atlet muda.

Wemvrid mengatakan pembentukan kelas khusus tersebut merupakan bagian dari upaya regenerasi atlet hockey di NTT.

“Pada hari ini kami juga mengukuhkan kelas khusus olahraga hockey sebagai salah satu kegiatan yang kami miliki di sekolah,” ujarnya.

SMA Negeri 7 Kupang selama ini menjadi salah satu basis pembinaan hockey di NTT. Karena itu, pengembangan kelas khusus tersebut diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet muda yang nantinya dapat membawa nama NTT pada berbagai kompetisi olahraga, baik tingkat nasional maupun internasional.

Dalam kesempatan tersebut, sekolah juga memberikan apresiasi kepada para perintis dan tokoh yang telah berkontribusi dalam perkembangan olahraga hockey di NTT, salah satunya Henok Bire yang dikenal sebagai salah satu tokoh dalam perkembangan hockey di NTT.

“Kalau berbicara tentang hockey di NTT, salah satu basisnya adalah SMA Negeri 7 Kupang,” kata Wemvrid.

BACA JUGA:  Gubernur Melki Apresiasi Bank Mandiri Dukung Sektor Pendidikan di NTT

Menenun Asa untuk Masa Depan

Ketua Panitia HUT ke-30 SMA Negeri 7 Kupang, Dra. Veronika Wahon, mengatakan rangkaian kegiatan HUT bertujuan mempererat silaturahmi dan rasa kekeluargaan antara siswa, guru, tenaga kependidikan dan alumni.

Selain itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menumbuhkan kepedulian sosial, mengembangkan bakat dan kreativitas siswa serta meningkatkan rasa percaya diri melalui bidang seni, budaya, olahraga dan kewirausahaan.

“Tujuan terakhir adalah memperkenalkan inovasi program sekolah melalui launching One School One Product, memperkenalkan kelas khusus olahraga hockey, serta pameran dan bazar murid,” jelas Veronika.

Rangkaian kegiatan HUT telah dimulai sejak 24 Agustus 2026 dan mencapai puncaknya pada Jumat (28/8/2026).

Perayaan tersebut turut dihadiri Koordinator Pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Pdt. (Emr.) Hendrik A. Abineno, Sekretaris Federasi Hockey NTT Hironimus Pati, Kepala SMA Negeri 6 Kupang Hendrikus Hati, tim perintis hockey NTT Henok Bire, Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Maulafa, para orang tua murid, alumni, guru purna tugas serta masyarakat.

Tiga puluh tahun bukanlah akhir dari sebuah perjalanan. Bagi SMA Negeri 7 Kupang, usia tersebut justru menjadi titik untuk kembali meneguhkan komitmen.

Dari ruang-ruang kelas, lapangan olahraga, panggung seni hingga karya-karya siswa, sekolah terus menenun asa untuk masa depan.

Para alumni yang kini mengabdi di berbagai bidang menjadi bagian dari jejak perjalanan itu, sementara generasi baru terus dipersiapkan untuk melanjutkan estafet.

Dengan OSOP TUNAVASI 7, kelas khusus hockey, pengembangan seni, budaya, olahraga dan kewirausahaan, SMA Negeri 7 Kupang ingin memastikan bahwa pendidikan tidak berhenti pada nilai di atas kertas.

Pendidikan harus melahirkan manusia yang berbudaya, berkarakter, berprestasi dan mampu memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitarnya.

Itulah makna tiga dekade SMA Negeri 7 Kupang: menenun asa hari ini untuk melahirkan generasi yang siap memimpin masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.