Pameran Pembangunan NTT 2026 Cetak Transaksi Rp5,36 Miliar, Donasi Gempa Flores Tembus Rp1 Miliar

oleh -80 Dilihat
Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik (PIKP) Dinas Kominfo NTT, Petrix Nomleni Didampingi Kepala Bidang Layanan E-Government, Maria S. Kiak Beri Keterangan Pers kepada Jumat, 28 Agustus 2026. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang-Pameran Pembangunan Nusa Tenggara Timur (NTT) 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi pembangunan dan penggerak ekonomi masyarakat, tetapi juga berubah menjadi panggung solidaritas bagi warga terdampak gempa bumi Flores.

Selama 10 hari pelaksanaan, terhitung sejak 15 hingga 24 Agustus 2026, sebanyak 615 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Berdasarkan data yang disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi NTT, Adhy Mandala melalui Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik (PIKP), Petrix Nomleni total transaksi dalam Pameran Pembangunan NTT 2026 mencapai sekitar Rp5,36 miliar.

Angka tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya (2026) yang mencatat transaksi sekitar Rp3 miliar lebih.

“Dana yang terkumpul sebesar Rp5,36 miliar dan ada 615 UMKM. Tahun lalu hanya Rp3 miliar lebih,” ujar Petrix didampingi Kepala Bidang Layanan E-Government, Maria S. Kiak kepada wartawan pada Jumat, 28 Agustus 2026.

Menurutnya, Pameran Pembangunan NTT tahun ini memiliki konsep yang berbeda dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Selain menampilkan berbagai program pembangunan dan produk UMKM, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk membangun kepedulian sosial di tengah bencana gempa yang melanda sejumlah wilayah di Flores.

Selama 10 hari penyelenggaraan, panitia secara rutin membuka kotak donasi pada setiap malam. Masyarakat, pelaku UMKM, komunitas, seniman, dan berbagai pihak diberikan ruang untuk ikut memberikan bantuan bagi saudara-saudara mereka yang terdampak gempa.

Puncak aksi solidaritas dilakukan melalui malam amal yang secara khusus digelar untuk membantu korban gempa Flores.

Dari kegiatan tersebut, dana yang berhasil dihimpun mencapai lebih dari Rp1 miliar.

Petrix menegaskan, capaian tersebut menjadi gambaran bahwa aktivitas ekonomi masyarakat NTT tetap dapat berjalan sekaligus diiringi kepedulian terhadap sesama yang sedang menghadapi musibah.

BACA JUGA:  Perkuat Tata Kelola BUMD, Gubernur NTT Resmi Lantik Direksi Jamkrida dan Kawasan Industri Bolok

Pameran Pembangunan NTT 2026 pun tidak sekadar mencatat angka transaksi miliaran rupiah. Di tengah situasi bencana, kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa geliat ekonomi dan solidaritas kemanusiaan dapat berjalan beriringan.

Sebanyak 615 UMKM mendapatkan ruang untuk memasarkan produk dan menggerakkan roda ekonomi, sementara masyarakat yang terdampak gempa Flores mendapatkan dukungan melalui aksi penggalangan dana.

Semangat tersebut sejalan dengan pesan Pemerintah Provinsi NTT bahwa kebangkitan ekonomi tidak boleh menghilangkan rasa kemanusiaan.

Ekonomi boleh terus bergerak, tetapi kepedulian terhadap sesama harus tetap hidup. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.