Kapolda NTT Bawa Sedekah Personel Rp100 Juta untuk Renovasi Masjid Attaqwa yang Rusak Diguncang Gempa

oleh -211 Dilihat
Kapolda NTT, Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko Serahkan Bantuan Rp 100 Juta Renovasi Masjid Attaqwa. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Ende- Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi Flores kembali ditunjukkan jajaran Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT).

Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko bersama sejumlah pejabat utama Polda NTT dan Bhayangkari, meninjau langsung kondisi Masjid Attaqwa di Kelurahan Lokoboko, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende, Jumat (28/8/2026).

Masjid yang berada di kawasan Watumbawu tersebut mengalami kerusakan pada sejumlah bagian bangunan akibat guncangan gempa bumi. Kondisi itu membuat rumah ibadah tersebut membutuhkan perbaikan agar dapat kembali digunakan masyarakat dengan aman dan nyaman.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolda NTT menyerahkan bantuan sosial kepada warga sekaligus bantuan dana sebesar Rp100 juta untuk mendukung proses renovasi Masjid Attaqwa.

Menariknya, bantuan tersebut merupakan hasil kepedulian dan sedekah yang dihimpun dari personel Polda NTT, baik yang beragama Muslim maupun non-Muslim.

Semangat solidaritas lintas iman itu menjadi bagian dari upaya jajaran Polda NTT untuk hadir bersama masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit pascabencana.

Selain memberikan bantuan dana, personel kepolisian juga akan diterjunkan untuk bergotong royong membersihkan puing-puing dan membantu mempercepat proses pemulihan bangunan masjid.

Kapolda NTT mengatakan, jajaran kepolisian telah bergerak sejak gempa pertama terjadi pada 15 Agustus 2026. Bersama unsur Forkopimda, kepolisian langsung turun ke sejumlah wilayah terdampak untuk membantu masyarakat.

“Sejak gempa pertama terjadi pada 15 Agustus, kami bersama unsur Forkopimda langsung turun ke lapangan. Kurang dari lima jam setelah kejadian, tim sudah tiba di Maumere menggunakan pesawat dinas Mabes Polri untuk menyalurkan bantuan awal dan memantau kondisi warga,” ujar Rudi.

Menurutnya, penanganan pascabencana dilakukan secara menyeluruh di tujuh kabupaten yang terdampak gempa, yakni Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka.

BACA JUGA:  NTT Menuju Energi Hijau: Gubernur Melki Resmikan PLTS dan Program Pemulihan Terumbu Karang di Pulau Seraya

Untuk menjangkau masyarakat di wilayah yang terisolasi dan sulit ditempuh melalui jalur darat, Polda NTT mengerahkan armada kapal laut dan helikopter. Sarana tersebut digunakan untuk mendistribusikan bantuan logistik sekaligus membantu proses evakuasi warga yang membutuhkan penanganan medis.

Rudi menegaskan, bantuan untuk Masjid Attaqwa merupakan bentuk kepedulian bersama seluruh personel Polda NTT terhadap masyarakat terdampak bencana.

“Bantuan ini merupakan wujud kebersamaan dan kepedulian seluruh anggota Polda NTT. Kita harus tetap optimis dan mengambil hikmah positif dari setiap ujian. Semoga bantuan ini membantu mempercepat pemulihan dan masyarakat Ende dapat segera beraktivitas kembali dengan normal,” katanya.

Polda NTT juga memastikan kepedulian terhadap korban gempa tidak diberikan secara eksklusif kepada kelompok masyarakat atau tempat ibadah tertentu.

Jajaran kepolisian disiagakan untuk membantu proses pembersihan dan pemulihan rumah ibadah yang mengalami kerusakan akibat gempa, baik gereja, masjid, pura, maupun tempat ibadah lainnya di wilayah hukum Polda NTT.

Kunjungan Kapolda NTT bersama rombongan disambut penuh sukacita oleh imam masjid dan para jemaah. Mereka menyampaikan apresiasi atas perhatian serta bantuan yang diberikan di tengah kondisi masyarakat yang masih berupaya bangkit setelah bencana.

“Alhamdulillah, kami atas nama jemaah sekalian menyampaikan banyak terima kasih kepada Bapak Kapolda dan tim yang telah berkunjung ke masjid kami di Watumbawu, Kelurahan Lokoboko. Kehadiran Bapak Kapolda serta buah tangan yang dibawa tentu sangat berkesan bagi kami,” ujar Imam Masjid Attaqwa.

Ia menjelaskan, Masjid Attaqwa memiliki peran penting bagi masyarakat setempat karena menjadi tempat pelaksanaan salat Jumat bagi jemaah dari dua kampung, yakni Kampung Watumbawu dan Kampung Sokomaki.

“Masjid Attaqwa ini menjadi tempat pelaksanaan salat Jumat bagi jemaah dari dua kampung, yaitu Kampung Watumbawu dan Kampung Sokomaki. Sementara untuk salat lima waktu harian, jemaah melaksanakannya di masjid dan musala masing-masing,” jelasnya.

BACA JUGA:  Gempa Guncang Flores, Kajati NTT Sampaikan Belasungkawa dan Apresiasi Para Petugas di Lapangan

Bantuan Rp100 juta tersebut diharapkan dapat mempercepat perbaikan Masjid Attaqwa sehingga aktivitas keagamaan masyarakat dapat kembali berjalan secara normal.

Lebih dari sekadar bantuan untuk memperbaiki bangunan, kepedulian personel Polda NTT itu menjadi simbol kuatnya persaudaraan, toleransi, dan semangat gotong royong masyarakat NTT dalam menghadapi bencana.

Di tengah proses pemulihan pascagempa, sinergi antara kepolisian, tokoh agama, dan masyarakat menjadi kekuatan penting untuk mengembalikan aktivitas warga, termasuk aktivitas keagamaan, sehingga masyarakat dapat kembali beribadah dengan aman dan tenang. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.