Suarantt.id, Kupang-Perjalanan pengabdian Irjen Pol. Rudi Darmoko di Nusa Tenggara Timur (NTT) memasuki babak baru. Setelah mengemban amanah sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) NTT, jenderal polisi bintang dua itu kini dipercaya menempati jabatan strategis sebagai Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri.
Mutasi tersebut menjadi bagian dari rotasi sejumlah jabatan strategis di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), sekaligus menandai berakhirnya masa tugas Rudi Darmoko sebagai orang nomor satu di Polda NTT.
Tongkat komando Polda NTT selanjutnya dipercayakan kepada Irjen Pol. Reza Arief Dewanto, yang sebelumnya menjabat Wakil Komandan Korps Brigade Mobil (Wadankorbrimob) Polri.
Pergantian tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026.
Telegram itu memuat rotasi dan mutasi sejumlah perwira tinggi serta perwira menengah Polri, termasuk pergantian 19 Kapolda di berbagai wilayah Indonesia.
Bagi Rudi Darmoko, penugasan baru sebagai Kalemdiklat Polri merupakan kelanjutan perjalanan karier dan pengabdian di institusi kepolisian, kali ini melalui bidang pendidikan dan pelatihan.
Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia kepolisian melalui pendidikan, pembentukan karakter, peningkatan kompetensi, serta pengembangan profesionalisme personel.
Kepercayaan tersebut menempatkan Rudi pada salah satu posisi strategis dalam pembinaan sumber daya manusia Polri di tingkat nasional.
Sementara itu, Reza Arief Dewanto akan memulai tanggung jawab baru memimpin Polda NTT, wilayah yang memiliki karakteristik geografis kepulauan dengan tantangan pelayanan keamanan dan ketertiban masyarakat yang beragam.
Pergantian kepemimpinan ini sekaligus menjadi bagian dari kesinambungan pelaksanaan tugas kepolisian di NTT.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menjelaskan bahwa rotasi dan mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri.
Menurutnya, kebijakan tersebut berkaitan dengan kebutuhan organisasi, pembinaan karier, serta penyegaran dalam pelaksanaan tugas.
Secara keseluruhan, terdapat 88 perwira tinggi dan perwira menengah yang masuk dalam daftar mutasi melalui telegram tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak 70 personel memperoleh promosi atau menempati jabatan baru.
Rotasi ini memperlihatkan pergerakan sumber daya kepemimpinan Polri, baik di tingkat Markas Besar maupun satuan kewilayahan.
Bagi masyarakat NTT, pergantian Kapolda bukan sekadar perubahan nama di pucuk pimpinan kepolisian. Lebih dari itu, pergantian tersebut menjadi momentum keberlanjutan pelayanan keamanan, perlindungan, dan pengayoman masyarakat.
Rudi Darmoko kini melanjutkan pengabdiannya di tingkat nasional, sementara Reza Arief Dewanto bersiap mengemban amanah memimpin Polda NTT.
Dua penugasan berbeda, tetapi tetap berada dalam satu tujuan institusi: menjaga keamanan dan ketertiban serta memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Jejak pengabdian Rudi Darmoko di NTT pun berlanjut dalam tanggung jawab baru di panggung nasional.





