Flores Belum Mau Melepas Wali Kota Kupang: Usai Antar Bantuan di 6 Kabupaten, Pulang Terhambat Erupsi Lewotobi

oleh -56 Dilihat
Wali Kota Kupang Salurkan Bantuan dan Pose Bersama Bupati Nagekeo. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Maumere-Misi kemanusiaan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, untuk menyalurkan donasi bagi warga terdampak gempa Flores di enam kabupaten akhirnya tuntas. Namun, perjalanan pulang ternyata tidak semudah yang dibayangkan.

Christian Widodo yang juga Ketua DPW PSI NTT tersebut bersama rombongan telah menempuh perjalanan panjang untuk mengantarkan bantuan dari berbagai pihak kepada masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ende dan Sikka.

Setelah seluruh bantuan disalurkan, rombongan bersiap kembali ke Kupang. Namun, Flores seolah belum mau melepas mereka secepat itu.

Penerbangan yang seharusnya membawa rombongan pulang dibatalkan menyusul aktivitas erupsi Gunung Lewotobi di wilayah Maumere. Kondisi tersebut membuat perjalanan kembali harus ditempuh melalui jalur darat menuju Larantuka.

“Sepertinya Flores belum mau melepas kami secepat itu. Pesawat yang seharusnya membawa kami pulang dibatalkan atau cancel karena erupsi Gunung Lewotobi di Maumere,” ujar Christian dalam vidio singkatnya dalam perjalanan menuju Larantuka pada Jumat, 28 Agustus 2026.

Dengan kondisi tersebut, perjalanan kemanusiaan kali ini menjadi semakin panjang. Gempa telah dilewati, jalan panjang telah ditempuh, bantuan telah diantar, namun perjalanan belum benar-benar berakhir.

Rombongan masih harus menempuh perjalanan darat sekitar empat jam ke arah timur menuju Larantuka untuk kemudian mencari jalur penerbangan pulang ke Kupang.

Christian mengakui perjalanan tersebut cukup menguras tenaga. Jarak yang jauh serta kondisi medan yang harus dilalui membuat rasa lelah tidak bisa dihindari.

“Capek? Pasti,” katanya.

Namun, bagi Christian, rasa lelah tersebut menjadi kecil ketika mengingat kembali wajah masyarakat yang ditemui selama perjalanan, khususnya para korban gempa yang membutuhkan bantuan dan perhatian.

BACA JUGA:  Penuhi Standar PMI Pusat, DPRD NTT Dorong Penguatan Sarana dan Layanan

“Kalau mengingat wajah-wajah basodara yang kami temui sepanjang perjalanan, rasa capek itu menjadi sangat kecil,” ungkapnya.

Perjalanan itu juga belum sepenuhnya tenang. Christian menyebut, pada malam sebelumnya masih terjadi gempa dengan guncangan yang menurutnya cukup dahsyat.

“Tadi malam masih ada gempa yang guncangannya lumayan dahsyat,” katanya.

Meski menghadapi berbagai kendala, Christian menegaskan bahwa perjalanan panjang tersebut merupakan bagian dari tugas kemanusiaan. Bantuan yang dibawa bukan sekadar barang, tetapi menjadi bentuk kepedulian dan solidaritas masyarakat Kota Kupang serta berbagai pihak terhadap saudara-saudara mereka yang terdampak bencana di Flores.

Setelah menuntaskan penyaluran bantuan di enam kabupaten, rombongan kini harus kembali melalui perjalanan panjang menuju Larantuka.

Bagi Christian, perjalanan kali ini bukan sekadar perjalanan pulang-pergi. Gempa, jalan panjang, kondisi darurat hingga erupsi Lewotobi menjadi bagian dari sebuah perjalanan kemanusiaan yang mempertemukannya secara langsung dengan masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.