Gubernur NTT Pimpin Rapat Forkopimda, Pastikan Transportasi Mudik Aman dan Stok Pangan Terjaga

oleh -522 Dilihat
Gubernur NTT Pmpin Rapat Forkopimda Pastikan Kesiapan Arus Mudik Idul Fitri 2026 dan Ketersediaan Bahan Pokok di Rujab Gubernur NTT pada Kamis, 12 Maret 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, memimpin rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi NTT yang digelar di Rumah Jabatan Gubernur pada Kamis (12/3/2026) sore.

Rapat tersebut membahas sejumlah agenda strategis, terutama kesiapan menghadapi arus mudik Idul Fitri serta memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat.

Rapat koordinasi itu turut dihadiri Wakil Gubernur NTT Johanis Asadoma, Ketua DPRD NTT Emelia J Nomleni, Plh. Sekretaris Daerah Provinsi NTT Flouri Rita Wuisan, Komandan Korem 161/Wira Sakti Kupang, para pimpinan perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi NTT, pimpinan instansi vertikal, perbankan, serta pimpinan BUMN dan BUMD di NTT.

Dalam arahannya, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Perhubungan bersama Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) telah melakukan pemeriksaan kelayakan kendaraan yang beroperasi, khususnya di Pulau Timor.

Langkah ini dilakukan guna memastikan keselamatan transportasi menjelang arus mudik. Selain itu, Dinas Perhubungan juga terus berkoordinasi dengan berbagai mitra transportasi melalui forum koordinasi guna memastikan pelayanan transportasi selama masa mudik berjalan dengan baik.

“Transportasi arus mudik harus dipastikan aman, terutama transportasi laut dan udara. Untuk transportasi darat sejauh ini relatif aman,” tegas Melki Laka Lena.

Terkait ketersediaan bahan pokok, Gubernur menyampaikan bahwa stok beras yang dikelola Bulog di Provinsi NTT saat ini mencapai sekitar 17.500 ton.

Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama kurang lebih tiga bulan ke depan.

Sementara itu, berdasarkan pemantauan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT terhadap 17 jenis dan 26 komoditas barang kebutuhan pokok selama periode Januari-Februari 2026, ketahanan stok rata-rata masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional dengan rata-rata ketahanan sekitar dua bulan.

BACA JUGA:  Ketua DPRD NTT Soroti Buku “Asa dan Rasa”: Refleksi Harus Jujur dan Sesuai Realitas Lapangan

Dari sisi harga, terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan di tingkat distributor, di antaranya daging sapi sebesar 2,94 persen, telur ayam 45 persen, bawang merah 14,28 persen, cabai merah besar 33,33 persen, cabai merah keriting 14,28 persen, serta cabai rawit merah 8,33 persen.

Untuk menjaga stabilitas harga, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT terus berkoordinasi dengan Tim Satuan Tugas Pangan (Satgas Polda NTT) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) guna memantau perkembangan harga selama periode hari raya.

Selain isu transportasi dan ketersediaan pangan, rapat Forkopimda juga membahas langkah-langkah pencegahan konflik sosial di beberapa wilayah, termasuk sengketa lahan di Adonara, Kabupaten Flores Timur, serta dinamika sosial di Kabupaten Alor.

Gubernur Melki menekankan pentingnya pendekatan dialog dan mediasi dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan guna mencari akar persoalan serta mendorong penyelesaian yang damai.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti pentingnya pengawasan jalur perlintasan di wilayah perbatasan, khususnya di Wini, Motamasin, dan Oepoli, untuk mencegah aktivitas lintas batas ilegal.

“Pintu masuk resmi kita hanya beberapa, sementara jalur tidak resmi cukup banyak. Karena itu perlu pengawasan yang baik untuk mencegah perlintasan ilegal, baik orang maupun barang dari dan ke wilayah Timor Leste,” jelasnya.

Dia menegaskan bahwa Forkopimda memiliki peran strategis dalam memastikan situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif selama perayaan Idul Fitri. Fokus sinergi diarahkan pada kelancaran transportasi mudik, stabilitas harga pangan, pengawasan wilayah perbatasan, peningkatan deteksi dini konflik sosial, serta penguatan koordinasi antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Johanis Asadoma mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap kapasitas penumpang transportasi laut agar tidak terjadi kelebihan muatan yang dapat membahayakan keselamatan.

BACA JUGA:  NTT Masuk Lima Besar Penerima Penghargaan Swasembada, Gubernur Melki Perkuat Mekanisasi Pertanian

“Perhatikan kapasitas penumpang kapal dan jangan sampai terjadi over capacity. Ini harus diawasi secara ketat dan berlapis oleh seluruh pihak terkait,” tegasnya.

Dia juga berharap seluruh pihak dapat memperkuat kerja sama dan sinergi guna memastikan arus mudik serta ketersediaan bahan pokok selama Idul Fitri berjalan aman dan lancar.

“Kerja sama, kolaborasi, dan sinergi seluruh pemangku kepentingan sangat dibutuhkan untuk menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.