Wagub NTT Sidak Pasar Oeba dan Pasar Kasih, Pastikan Stok dan Harga Bahan Pokok Stabil Jelang HBKN

oleh -302 Dilihat
Wagub NTT Didampingi Kepala Perwakilan BI NTT dan Kadis Kelautan dan Perikanan NTT Tinjau Pasar Oeba dan Naikoten I pada Kamis, 12 Maret 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi NTT melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar di Kota Kupang pada Kamis (12/3/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok, stabilitas harga, serta kelancaran distribusi bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Sidak dimulai di Pasar Ikan Oeba. Di lokasi tersebut, Wagub Johni Asadoma meninjau langsung sejumlah lapak penjual ikan serta berdialog dengan para pedagang guna memastikan ketersediaan stok ikan menjelang hari besar keagamaan.

Dalam kesempatan itu, Wagub juga mengimbau para pedagang agar menjual komoditas dengan harga yang wajar sehingga tidak memberatkan masyarakat. Selain memantau harga dan ketersediaan ikan, ia juga mendengarkan berbagai persoalan yang dihadapi para pedagang di pasar tersebut.

“Kami tidak hanya melakukan sidak pasar, tetapi juga ingin mengetahui secara langsung apa saja kendala yang dihadapi para pedagang di sini untuk kemudian disampaikan kepada pemerintah,” ujar Johni Asadoma.

Salah satu pedagang ikan sekaligus Ketua RT setempat, Reni Muskanan, menyampaikan sejumlah keluhan terkait kondisi pasar yang dinilai sudah tidak layak. Ia menjelaskan bahwa atap bangunan pasar banyak yang bocor sehingga menyulitkan pedagang saat musim hujan.

Selain itu, para pedagang juga mengeluhkan minimnya fasilitas keamanan seperti CCTV karena sering terjadi kehilangan ikan. Mereka juga berharap adanya perbaikan instalasi listrik, penyediaan air bersih, serta penataan sistem pengelolaan sampah di area pasar.

Reni juga menyoroti kondisi akses jalan menuju pasar yang rusak, padahal aktivitas ekonomi di lokasi tersebut cukup besar.

BACA JUGA:  Wali Kota Kupang Tekankan Kolaborasi dan Ketahanan Pangan di Tengah Tantangan Global

Menurutnya, perputaran uang di pasar tersebut dapat mencapai miliaran rupiah setiap hari.

“Uang yang taputar di sini bisa miliaran rupiah setiap hari, bapa. Karena itu kami harap ada perhatian dari pemerintah untuk memperbaiki fasilitas pasar dan akses jalan masuk ke sini,” ujarnya.

Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Wagub Johni Asadoma menyatakan bahwa pemerintah akan menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan para pedagang.

“Apa yang disampaikan oleh para pedagang sudah kami dengar dan tentu akan menjadi perhatian pemerintah untuk ditindaklanjuti,” katanya.

Dalam kunjungan tersebut, Wagub bersama TPID juga meninjau fasilitas cold storage milik PT HJC Seafood yang berada di kawasan Pasar Oeba. Perusahaan tersebut membeli ikan dari nelayan lokal untuk kemudian dibekukan dan didistribusikan ke berbagai daerah seperti Surabaya dan Jakarta, dengan komoditas utama berupa ikan kakap dan kerapu.

Usai dari Pasar Oeba, rombongan melanjutkan sidak ke Pasar Kasih Naikoten untuk memastikan harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang HBKN tetap stabil.

“Hari ini kami mengunjungi Pasar Ikan Oeba dan Pasar Kasih Naikoten untuk melihat secara langsung kondisi pasar serta memantau harga-harga komoditas, apakah terjadi kenaikan menjelang hari besar keagamaan atau tidak. Kami juga ingin memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman hingga Idul Fitri nanti,” jelasnya.

Terkait kenaikan harga beberapa komoditas, khususnya ikan, Wagub menjelaskan bahwa hal tersebut dipengaruhi oleh kondisi cuaca buruk yang membuat nelayan sulit melaut. Meski demikian, ia menilai kenaikan harga tersebut masih dalam batas wajar.

Purnawirawan polisi itu juga mengimbau para pedagang agar tidak melakukan penimbunan barang yang dapat memicu kelangkaan di pasar.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, mengajak masyarakat untuk berbelanja secara bijak dan sesuai kebutuhan agar ketersediaan barang di pasar tetap terjaga serta tidak memicu kenaikan inflasi di daerah.

BACA JUGA:  Jelang Pelantikan, Pemuda Tani NTT Tanam Jagung di Lanud Kupang sebagai Simbol Gerakan Kemandirian Pangan

“Kami mengajak masyarakat untuk berbelanja secara bijak, membeli sesuai kebutuhan sehingga pasokan barang di pasar tetap tersedia dan inflasi daerah dapat terjaga dengan baik,” ujarnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.