Dari Ijazah ke Realita: Pesan Tegas Wagub NTT untuk Wisudawan Unipa Menaklukkan Dunia Kerja

oleh -64 Dilihat
Wagub NTT Beri Sambutan di Acara Wisuda UNIPA Maumere. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Maumere-Suasana haru dan bangga menyelimuti Aula Nawacita, Universitas Nusa Nipa (Unipa), Maumere, Kabupaten Sikka pada Sabtu (9/5/2026). Sebanyak 435 wisudawan dan wisudawati resmi menuntaskan satu fase penting dalam hidup mereka. Namun, di balik toga dan senyum bahagia, terselip pesan tegas yang mengajak mereka menatap realita yang sesungguhnya.

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, yang hadir dalam prosesi Wisuda ke-27 itu, mengingatkan para lulusan bahwa dunia setelah kampus tidak selalu berjalan seindah harapan.

“Jangan hanya bangga membawa ijazah S1. Di luar sana situasinya berbeda. Ada 7 juta pengangguran di Indonesia,” tegasnya di hadapan ratusan lulusan dan keluarga yang memadati ruangan.

Pesan itu bukan sekadar peringatan, melainkan ajakan untuk bersiap menghadapi kompetisi yang semakin ketat.

Menurut Johni, gelar akademik dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tinggi bukan lagi satu-satunya kunci menuju kesuksesan.
Di dunia kerja yang dinamis, lulusan dituntut memiliki lebih dari sekadar kemampuan teknis. Soft skill seperti komunikasi, disiplin, integritas, kepemimpinan, hingga kemampuan beradaptasi justru menjadi faktor pembeda.

“Hard skill tidak cukup. Anda membutuhkan soft skill. Kombinasi keduanya akan membawa Anda ke puncak sukses di dunia kerja,” ujarnya.

Pesan tersebut menggambarkan pergeseran besar dalam kebutuhan dunia kerja saat ini dari sekadar kompetensi akademik menuju keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kematangan karakter.

Namun, Johni tidak hanya berbicara tentang tantangan. Ia juga membuka harapan besar bagi para lulusan untuk berkontribusi membangun daerah.

Menurutnya, NTT menyimpan potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan. Kekayaan ini, jika dikelola secara modern dan inovatif, dapat menjadi sumber kekuatan ekonomi baru bagi daerah.

BACA JUGA:  Wali Kota Kupang: Pemkot Siap Berkolaborasi dengan HIPMI, Dorong UMKM Tumbuh dan Maju

“Potensi ini harus kita kembangkan dari tingkat pengelolaan agar mendapat nilai tambah,” katanya.

Ia mendorong para lulusan Unipa untuk tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta peluang. Inovasi dan hilirisasi produk lokal dinilai menjadi kunci dalam memperkuat swasembada pangan dan energi, sekaligus mendukung visi besar Indonesia Emas 2045.

Sejalan dengan itu, Universitas Nusa Nipa sejak 2025 mengusung motto “Berwawasan Universal dan Berkiprah Nasional” dengan semboyan Non Scholae Sed Vitae Discimus kita belajar bukan untuk sekolah, melainkan untuk hidup.

Bagi Johni, filosofi tersebut bukan sekadar slogan, melainkan fondasi penting dalam membentuk lulusan yang siap menghadapi perubahan global, baik dari sisi geopolitik maupun geoekonomi.

Dia berharap transformasi yang dilakukan Unipa terus relevan dengan perkembangan zaman, sehingga mampu melahirkan sumber daya manusia unggul yang tidak hanya siap bersaing, tetapi juga mampu membawa NTT menuju masa depan yang lebih maju.

Di tengah gemuruh tepuk tangan dan kilau harapan di mata para wisudawan, satu pesan terasa jelas: perjalanan sesungguhnya baru saja dimulai dari ijazah menuju realita. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.