Ribuan PPPK Paruh Waktu Terima SK, Gubernur NTT Tekankan Perubahan Pola Kerja ASN

oleh -793 Dilihat
Gubernur NTT Serahkan SK Bagi PPPK Paruh Waktu Aula Fernandez Kantor Gubernur NTT pada Selasa, 31 Maret 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Sebanyak 4.536 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu Formasi Tahun 2025 di lingkungan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan. Penyerahan dilakukan langsung oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, di Aula Fernandez Kantor Gubernur NTT pada Selasa (31/3/2026).

Dari total penerima, sebanyak 248 orang hadir secara langsung (luring), sementara 4.288 lainnya mengikuti kegiatan secara daring melalui zoom meeting.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, unsur Forkopimda Provinsi NTT, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTT Kanisius Mau, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah lainnya.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa penyerahan SK tersebut bukanlah akhir dari sebuah proses, melainkan awal dari pengabdian sebagai aparatur negara.

“SK yang diterima pada hari ini bukanlah garis akhir, melainkan garis awal pengabdian bagi masyarakat dan provinsi yang kita cintai ini. Ini bukan penghargaan atas apa yang telah dilakukan, tetapi amanah untuk membuktikan kontribusi nyata ke depan,” tegasnya.

Gubernur juga menekankan pentingnya perubahan pola pikir dalam bekerja bagi seluruh ASN, termasuk PPPK paruh waktu.

Ia mengingatkan agar meninggalkan mentalitas kerja yang sekadar menjalankan tugas tanpa menghasilkan dampak yang signifikan.

“Kita harus tinggalkan pola pikir ‘yang penting sudah bekerja’. Kita membutuhkan aparatur yang memiliki semangat petarung, inovatif, kreatif, dan kolaboratif,” ujarnya.

Menurutnya, NTT membutuhkan ASN yang tidak hanya berperan sebagai pelaksana, tetapi juga mampu menjadi solusi bagi berbagai persoalan di tengah masyarakat. Aparatur diharapkan bekerja dengan empati, kecepatan, dan ketulusan dalam memberikan pelayanan publik.

Gubernur juga memberikan penekanan khusus kepada tenaga pendidik, tenaga kesehatan, serta aparatur di bidang lainnya agar mampu menjalankan peran secara maksimal.

BACA JUGA:  Penuhi Standar PMI Pusat, DPRD NTT Dorong Penguatan Sarana dan Layanan

“Bagi tenaga pendidik, bangun karakter generasi masa depan. Tenaga kesehatan harus menghadirkan harapan dan kemanusiaan, sementara aparatur lainnya harus benar-benar hadir untuk melayani rakyat, bukan sekadar mengurus administrasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Melki Laka Lena menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi NTT saat ini tengah mendorong berbagai agenda strategis pembangunan, mulai dari ketahanan pangan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan layanan kesehatan, hingga digitalisasi pelayanan publik.

Selain itu, penguatan ekonomi lokal juga terus digalakkan melalui pendekatan One Village One Product (OVOP), One Community One Product (OCOP), dan One School One Product (OSOP), termasuk Gerakan Beli NTT dan pembentukan NTT Mart di 22 kabupaten/kota.

Dalam konteks tersebut, ia menegaskan bahwa peran PPPK paruh waktu sangat strategis sebagai fasilitator, pendamping, dan penggerak masyarakat, khususnya dalam mendorong pelaku UMKM agar naik kelas melalui peningkatan produksi, pemanfaatan teknologi, serta akses pasar.

“Seluruh agenda pembangunan ini hanya bisa berhasil jika didukung oleh birokrasi yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada hasil. Saudara-saudari adalah bagian penting dari mesin penggerak pembangunan NTT,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.