Gubernur NTT Dorong Wisudawan Undana Kembali ke Desa dan Perkuat Pembangunan Daerah

oleh -123 Dilihat
Gubernur NTT Melki Laka Lena Hadiri Acara Wisuda Undana Kupang pada Selasa, 30 Juni 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mendorong para wisudawan Universitas Nusa Cendana (Undana) untuk tidak ragu kembali ke desa dan mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah.

Hal tersebut disampaikan Gubernur saat menghadiri Upacara Pengukuhan Lulusan Wisuda Doktor, Magister, Profesi, dan Sarjana Undana Periode II Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Grha Cendana, Undana, Selasa (30/6/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa gelar akademik yang diraih bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi juga merupakan amanah intelektual dan tanggung jawab moral untuk mengabdi kepada masyarakat.

“Hari ini adalah hari kemenangan atas perjuangan panjang yang telah dilalui. Gelar akademik bukan sekadar pencapaian, tetapi amanah intelektual dan tanggung jawab moral untuk mengabdi bagi masyarakat, bangsa, dan khususnya bagi Nusa Tenggara Timur yang kita cintai,” ujarnya.

Gubernur Melki Laka Lena mengajak para lulusan untuk memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi secara bijaksana guna mendorong kemajuan daerah. Ia menekankan bahwa masa depan tidak selalu harus dibangun di kota, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kontribusi nyata di desa.

Menurutnya, desa memiliki potensi besar yang perlu dikembangkan melalui sentuhan ilmu pengetahuan, inovasi, dan pendampingan dari sumber daya manusia yang terdidik.

“Jangan ragu kembali ke kampung halaman. Lulusan yang kembali ke desa bukan sekadar pulang, melainkan membawa misi sebagai lokomotif penggerak pembangunan menuju kesejahteraan yang lebih merata,” tegasnya.

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi NTT terus mendorong program One Village One Product (OVOP) sebagai upaya mengembangkan potensi unggulan desa melalui hilirisasi produk. Dalam konteks ini, para lulusan diharapkan dapat berperan sebagai pendamping masyarakat dalam pengelolaan usaha, pemasaran, akses pembiayaan, hingga penguatan kelembagaan desa dan pemberdayaan UMKM.

BACA JUGA:  LKPJ 2025: Gubernur NTT Sebut IPM Naik, Kemiskinan dan Pengangguran Turun

Selain itu, Gubernur juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI), dalam mendukung berbagai sektor pembangunan. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa teknologi tidak dapat menggantikan nilai-nilai kemanusiaan.

“AI adalah alat yang luar biasa, tetapi tidak akan pernah menggantikan integritas, empati, dan kebijaksanaan manusia. Gunakan teknologi secara bijaksana, bertanggung jawab, dan beretika,” pesannya.

Gubernur turut mengutip pernyataan tokoh dunia Nelson Mandela bahwa pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia. Ia berharap para lulusan Undana dapat menggunakan ilmu yang dimiliki untuk menghadirkan perubahan nyata di NTT, khususnya dalam mengatasi kemiskinan dan ketertinggalan.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga memberikan perhatian khusus kepada lulusan bidang kesehatan agar turut berkontribusi dalam mewujudkan NTT yang lebih sehat, termasuk dalam penanganan stunting, peningkatan layanan di wilayah terpencil, serta perubahan perilaku hidup bersih dan sehat.

Sementara itu, Rektor Undana, Jefri S. Bale, dalam laporannya menyampaikan bahwa pada wisuda periode ini Undana mengukuhkan sebanyak 1.421 wisudawan yang terdiri dari 466 laki-laki dan 955 perempuan.

Ia juga menyampaikan bahwa sejak berdiri pada tahun 1962, Undana telah melahirkan lebih dari 103.857 alumni yang berkontribusi di berbagai bidang.

Rektor turut mengingatkan para lulusan untuk menjaga integritas, memiliki semangat pantang menyerah, serta menjunjung tinggi kepentingan publik dalam setiap langkah kehidupan ke depan.

Acara wisuda tersebut turut dihadiri oleh jajaran Senat Undana, Kepala LLDIKTI Wilayah XV, pimpinan perguruan tinggi, pejabat instansi vertikal, BUMN, BUMD, serta para orang tua dan wali wisudawan.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur mengajak seluruh lulusan untuk menjadikan ilmu sebagai terang, karakter sebagai fondasi, dan iman sebagai kompas dalam menjalani kehidupan.

BACA JUGA:  DPRD NTT Akan Turun ke Desa Boti, Pastikan Penyelesaian Konflik Perdes Ternak Berimbang

“Selamat berjuang, selamat mengabdi, dan selamat berkarya di tengah masyarakat,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.