Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mematangkan persiapan menuju penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 dan Pekan Special Olympics Nasional (PESONAS) II Tahun 2026. Fokus utama diarahkan pada penguatan infrastruktur serta pembinaan atlet sebagai bagian dari upaya menghadirkan ajang olahraga nasional yang berkualitas dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Persiapan PON XXII 2028 dan PESONAS II 2026 yang dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, di Ruang Rapat Gubernur NTT pada Kamis (30/7/2026). Rapat tersebut melibatkan jajaran Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Special Olympics Indonesia, serta para pemangku kepentingan terkait.
Wakil Gubernur Johni Asadoma menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Pusat dalam menyukseskan dua agenda olahraga nasional tersebut. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan kepada NTT sebagai tuan rumah bersama PON XXII 2028 merupakan amanah besar yang harus dipersiapkan secara matang.
“PON 2028 dan PESONAS 2026 bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga momentum untuk mempercepat pembangunan sumber daya manusia, memperkuat persatuan bangsa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan kedua event tersebut hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan, termasuk organisasi olahraga. Pemprov NTT, lanjutnya, berkomitmen untuk mencapai lima sukses, yakni sukses prestasi, penyelenggaraan, administrasi, ekonomi, dan pariwisata.
Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK, Prof. Warsito, menegaskan bahwa Pemerintah Pusat akan terus mengawal proses persiapan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Hal ini mencakup kesiapan infrastruktur, pembinaan atlet, hingga dukungan sektor pendukung lainnya.
“Kami akan memastikan seluruh tahapan persiapan berjalan sesuai rencana, termasuk mendorong penyelenggaraan PESONAS sebagai ajang olahraga inklusif bagi atlet penyandang disabilitas intelektual,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTT, Alfons Theodorus, memaparkan perkembangan kesiapan daerah. Ia menyebutkan bahwa sejumlah langkah strategis telah dilakukan, mulai dari penguatan regulasi, pembentukan Satuan Tugas (Satgas) PON, hingga penyusunan desain olahraga daerah sebagai dasar pembinaan atlet.
Selain itu, Pemprov NTT juga telah mengidentifikasi kebutuhan utama penyelenggaraan, seperti pembangunan dan penyiapan venue, akomodasi, fasilitas kesehatan, transportasi, serta infrastruktur pendukung lainnya. Pelaksanaan PON XXII 2028 di NTT nantinya akan melibatkan sejumlah kabupaten/kota dengan pembagian cabang olahraga yang disesuaikan dengan potensi daerah masing-masing.
“Seluruh persiapan ini menunjukkan komitmen kami untuk menghadirkan penyelenggaraan PON yang profesional, berkelas, serta memberikan dampak jangka panjang bagi pembangunan olahraga dan kesejahteraan masyarakat NTT,” kata Alfons.
Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah, NTT optimis mampu menjadi tuan rumah yang sukses dan meninggalkan warisan pembangunan yang berkelanjutan melalui PON 2028 dan PESONAS 2026. ***




