Sindikat Pencurian Ternak di Sumba Dibongkar, Tiga Pelaku Ditangkap, Satu Tewas Tertembak

oleh -88 Dilihat
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda NTT Kombes Pol. Henry Novika Chandra. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Waikabubak-Tim Gabungan Polres Sumba Barat membongkar dugaan sindikat pencurian ternak yang selama ini meresahkan masyarakat di wilayah Kabupaten Sumba Barat dan Sumba Tengah.

Dalam operasi penindakan yang berlangsung pada Selasa, 15 September 2026, polisi menangkap tiga terduga pelaku. Sementara satu terduga pelaku lainnya, Jowa Tana (39), meninggal dunia setelah disebut melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam saat hendak diamankan.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol. Henry Novika Chandra mengatakan, penindakan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian mengungkap sejumlah kasus pencurian ternak yang telah dilaporkan masyarakat.

“Penindakan tegas terukur ini menjadi momentum penting bagi kepolisian untuk menegakkan hukum secara objektif, transparan, dan profesional demi mengembalikan rasa aman serta ketenteraman di tengah masyarakat,” ujar Henry.

Pengungkapan kasus tersebut bermula dari penyelidikan terhadap tiga laporan polisi terkait tindak pidana pencurian dengan kekerasan dan pencurian dengan pemberatan yang terjadi pada 2022 hingga 2026.

Kasus yang diselidiki antara lain laporan terkait pencurian dengan kekerasan di Kampung Waini Haingu, Desa Wairasa, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah, pada 21 Februari 2026.

Dalam kasus tersebut, seorang korban berinisial D.D.H. alias B.R. mengalami luka serius setelah diserang menggunakan senjata tajam. Korban mengalami dua luka robek di bagian belakang kepala serta luka sabetan pada bagian punggung.

Tiga Terduga Pelaku Ditangkap

Penangkapan pertama dilakukan sekitar pukul 02.00 WITA. Tim Gabungan Polres Sumba Barat yang dipimpin Kanit Buser mengamankan Agustinus Saki Beku Lingu (46) dan Katanga Yani (35).

Dari hasil pemeriksaan awal terhadap keduanya, polisi memperoleh informasi mengenai dugaan keterlibatan pelaku lain. Tim kemudian melakukan pengembangan dan sekitar pukul 06.00 WITA mengamankan Yeremias Kereng Mau di kediamannya di Kampung Waikarar, Desa Katikuloku, Kecamatan Wanokaka, Kabupaten Sumba Barat.

BACA JUGA:  Di Kabupaten Ende, Gubernur Melki Bicara Soal Program OVOP dengan Kepala Desa dan Tokoh Masyarakat Desa Waturaka

Polisi juga mengamankan satu ekor kerbau jantan yang ditemukan di rumah Agustinus Saki Beku Lingu. Hewan tersebut diduga berkaitan dengan kasus pencurian ternak dan kini diamankan di Polsek Loli.

Polisi selanjutnya memburu Jowa Tana yang disebut dalam hasil interogasi sebagai salah satu terduga pelaku lainnya.

Jowa Tana Meninggal Dunia

Sekitar pukul 09.40 WITA, tim mendatangi rumah Jowa Tana di Kampung Wai Makapal, Desa Bali Ledo, Kecamatan Loli, Kabupaten Sumba Barat.

Menurut laporan kepolisian, saat hendak diamankan, Jowa Tana mengambil parang dan mengayunkannya ke arah petugas. Anggota yang tidak membawa senjata api kemudian mundur.

Jowa Tana kemudian disebut berusaha melarikan diri ke arah belakang rumah. Polisi melakukan pengejaran dan memberikan tiga kali tembakan peringatan ke udara.

Menurut keterangan kepolisian, peringatan tersebut tidak diindahkan sehingga petugas kemudian melepaskan tembakan untuk melumpuhkan pelaku. Tembakan yang semula diarahkan ke bagian kaki disebut mengenai bahu kanan Jowa Tana setelah yang bersangkutan terjatuh.

Sekitar pukul 10.00 WITA, Jowa Tana dibawa ke Rumah Sakit Kristen Lende Moripa untuk mendapatkan penanganan medis. Namun sekitar pukul 10.20 WITA, tim medis menyatakan Jowa Tana meninggal dunia.

Polda NTT menyampaikan duka cita kepada keluarga almarhum. Kepolisian juga menyebut telah berkoordinasi dengan keluarga dan pemerintah setempat, melakukan visum luar, menyiapkan peti jenazah serta pengamanan selama proses pengantaran jenazah ke rumah duka.

Polisi Minta Masyarakat Tetap Tenang

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol. Henry Novika Chandra mengimbau keluarga, tokoh adat, tokoh agama dan masyarakat agar tetap tenang serta tidak terprovokasi oleh informasi yang belum teruji kebenarannya.

“Kami meminta bantuan kepada seluruh lapisan masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta pihak keluarga untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak benar, dan bersama-sama menciptakan suasana yang menyejukkan,” kata Henry.

BACA JUGA:  Etape Ketujuh Tour De EnTeTe 2025 Resmi Dimulai di Kota Ende, Hadiah Disumbangkan untuk Korban Banjir Nagekeo

Henry menegaskan, proses penanganan perkara akan dilakukan secara transparan dan profesional.

Sementara itu, Satreskrim Polres Sumba Barat masih melakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam dugaan jaringan pencurian ternak tersebut.

Kepolisian juga meningkatkan langkah deteksi dan pencegahan guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan setelah penindakan, sekaligus mengimbau masyarakat melaporkan setiap kejadian pencurian ternak kepada aparat dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.