Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Kota Kupang menunjukkan dukungan terhadap rencana pelaksanaan Konven Pelayan Kupang Daratan Semau yang akan menjadi ruang kebersamaan, refleksi, dan penyegaran bagi para pelayan gereja.
Dukungan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis saat menerima audiensi Tim Pelayanan Konven Pelayan Kupang Daratan Semau di Ruang Kerja Wakil Wali Kota Kupang pada Kamis (27/8/2026).
Serena menegaskan, Pemerintah Kota Kupang terbuka untuk mendukung kegiatan yang mempertemukan para pendeta dari sejumlah klasis di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang tersebut, sepanjang dukungan yang diberikan sesuai dengan kewenangan dan kemampuan pemerintah daerah.
“Pemerintah Kota Kupang pastinya siap mendukung. Nanti apa yang menjadi kebutuhan kita bisa saling koordinasikan lebih lanjut,” ujar Serena.
Menurutnya, kegiatan tersebut mendapat perhatian Pemkot Kupang karena turut melibatkan para pendeta yang melayani masyarakat di wilayah Kota Kupang. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen membantu memastikan pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dengan baik.
Serena meminta panitia menyusun daftar kebutuhan kegiatan secara terperinci, mulai dari tenda, transportasi, bus hingga kebutuhan pendukung lainnya. Daftar kebutuhan tersebut selanjutnya akan dikoordinasikan dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.
“Dukungan pemerintah tidak selalu harus dalam bentuk anggaran. Bisa juga dalam bentuk fasilitasi dan koordinasi lintas OPD sesuai kebutuhan kegiatan,” tegasnya.
Wawali juga menyambut baik rencana pemanfaatan Sekolah Lapangan Nekamese sebagai salah satu lokasi pelaksanaan Konven. Menurutnya, sejumlah pembenahan tengah dilakukan di lokasi tersebut sehingga diharapkan dapat menunjang pelaksanaan kegiatan.
Bagi Serena, Konven tidak sekadar menjadi agenda pertemuan para pendeta. Kegiatan tersebut dinilai penting sebagai ruang untuk mengambil jeda dari rutinitas pelayanan yang padat.
Ia mengatakan, para pelayan gereja juga membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak, melakukan refleksi, membangun kembali kebersamaan, sekaligus memulihkan energi sebelum kembali menjalankan tugas pelayanan di tengah jemaat dan masyarakat.
“Pendeta-pendeta juga harus refreshing sekali-sekali, karena memang banyak yang memiliki jam pelayanan yang sangat sibuk. Ini menjadi waktu untuk berhenti sejenak, melakukan refleksi dan kembali menjadi diri sendiri,” ungkap Serena.
Menurutnya, kondisi para pelayan yang memiliki energi dan semangat yang baik pada akhirnya akan memberikan dampak positif terhadap kualitas pelayanan kepada jemaat maupun masyarakat.
Dalam audiensi tersebut, Serena turut menyampaikan salam dari Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, yang berhalangan hadir karena sedang berada di Flores.
Sementara itu, Wakil Ketua Klasis Kupang Barat, Pendeta Netti Fanggidae, menjelaskan bahwa Konven Pelayan Kupang Daratan Semau dirancang sebagai wadah perjumpaan para pendeta untuk sejenak keluar dari rutinitas pelayanan.
Selain membangun kebersamaan, kegiatan ini akan menjadi ruang refleksi dan penyegaran agar para pendeta dapat kembali menjalankan tugas pelayanan dengan semangat yang diperbarui.
Konven tersebut direncanakan melibatkan para pendeta dari tiga klasis di Kota Kupang serta klasis-klasis di Kabupaten Kupang, khususnya wilayah Kupang Daratan dan Semau.
Sekretaris Panitia, Haris Oematan, ST., mengatakan wilayah pelayanan tersebut mencakup sekitar 17 klasis dengan jumlah pendeta kurang lebih 630 orang.
Ia menjelaskan, Konven secara khusus diarahkan sebagai ruang healing dan penyegaran bagi para pendeta. Karena itu, panitia memilih lokasi yang memungkinkan terciptanya suasana lebih cair, dekat, dan mendukung proses refleksi.
Salah satu lokasi yang direncanakan digunakan dalam kegiatan tersebut adalah Sekolah Lapangan Nekamese.
Konven Pelayan Kupang Daratan Semau dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, yakni 22–24 September 2026.
Pada hari pertama, 22 September, kegiatan akan diawali dengan pembukaan. Selanjutnya, pada 23 September, peserta akan mengikuti berbagai kegiatan kebersamaan dan sharing, termasuk dialog bersama para pimpinan wilayah.
Rangkaian kegiatan kemudian akan ditutup dengan ibadah bersama pada 24 September.
Selain menjadi ruang penyegaran bagi para pendeta, Konven diharapkan dapat memperkuat komunikasi antara para pelayan gereja dengan pemerintah. Kegiatan ini juga diharapkan membuka ruang untuk membangun pemahaman dan sinkronisasi antara perencanaan pelayanan gereja dengan pembangunan daerah.
Karena itu, panitia berharap Wali Kota maupun Wakil Wali Kota Kupang dapat hadir dalam rangkaian kegiatan, khususnya pada pembukaan maupun dialog bersama para peserta. ***





