Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Wali Kota Kupang Dorong ASN Lawan Kemiskinan, Pengangguran dan Ketidakadilan

oleh -52 Dilihat
Wali Kota Kupang Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 pada Kamis, 1 Oktober 2026. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Kupang menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Ajakan tersebut disampaikan Christian saat menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lapangan Upacara Kantor Wali Kota Kupang pada Kamis (1/10/26).

Menurut Christian, perjuangan generasi saat ini memiliki bentuk yang berbeda dengan perjuangan para pahlawan di masa lalu. Jika dahulu perjuangan dilakukan dengan menghadapi ancaman secara langsung, maka saat ini perjuangan diwujudkan melalui kerja pembangunan dan pelayanan publik.

“Kalau sekarang, kita berperang di ruang-ruang yang berbeda. Kita melawan kemiskinan yang memiskinkan harapan. Kita melawan pengangguran yang melemahkan daya juang. Kita melawan kebodohan yang membatasi langkah. Dan kita melawan ketidakadilan yang memecah persatuan,” tegasnya.

Karena itu, ia meminta ASN tidak memandang Peringatan Hari Kesaktian Pancasila sebatas kegiatan seremonial. Nilai-nilai Pancasila, kata Christian, harus diwujudkan melalui cara aparatur bekerja, berkomunikasi, mengambil keputusan, serta memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam menjalankan pemerintahan. Menurutnya, berbagai capaian Pemerintah Kota Kupang yang diraih dalam beberapa waktu terakhir merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran.

Dalam kurun waktu sekitar dua minggu, Pemkot Kupang berhasil meraih tiga penghargaan, yakni Terbaik III kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan, Terbaik II dalam implementasi Program 3 Juta Rumah, serta Terbaik I TP2DD untuk wilayah Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

Christian menegaskan penghargaan tersebut bukan hasil kerja individu, melainkan buah dari kerja kolektif seluruh jajaran pemerintah.

“Saya sadar betul ini bukan kerja satu dua orang. Tidak ada Superman di sini, yang ada Superteam. Ini adalah kerja kolaboratif antara pemerintah, teman-teman di DPRD, dan Bapak/Ibu sekalian,” ujarnya.

BACA JUGA:  Warga Ragukan Kualitas Proyek Jalan IJD di Kota Kupang yang Dikerjakan Hanya 60 Hari

Ia mengatakan, setiap keberhasilan pemerintah tidak terlepas dari kontribusi banyak pihak, termasuk ASN yang bekerja di balik berbagai program dan pelayanan publik.

Di sisi lain, Christian mengingatkan agar budaya kerja dan kolaborasi tetap diiringi disiplin serta akuntabilitas. ASN yang menunjukkan kinerja baik akan mendapatkan apresiasi, sementara pelanggaran terhadap aturan tetap memiliki konsekuensi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kalau teman-teman kerja bagus pasti mendapat apresiasi, tapi sebaliknya kalau kerja tidak bagus tentu ada konsekuensi,” katanya.

Christian juga mengapresiasi perubahan positif dalam jajaran ASN Pemkot Kupang, khususnya dalam hal kekompakan dan kolaborasi. Ia melihat semakin banyak perangkat daerah yang aktif menyosialisasikan program pemerintah dan membangun komunikasi dengan masyarakat.

Menurutnya, pembangunan Kota Kupang bukan hanya menjadi tanggung jawab Wali Kota dan Wakil Wali Kota, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh jajaran pemerintahan.

“Inilah masa kita. Ini bukan masa saya dan Ibu Wakil saja. Ini adalah masa kepemimpinan kalian semua juga,” ungkapnya.

Ia mengingatkan ASN untuk memanfaatkan masa pengabdian dengan memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat. Jabatan, kata dia, memiliki batas waktu, namun sistem pemerintahan yang baik dan keteladanan dapat menjadi warisan yang lebih panjang.

“Ini bukan tentang seberapa lama kita menjabat, tetapi seberapa banyak manfaat kita kepada orang lain ketika kita masih menjabat,” tegasnya.

Christian juga mendorong penguatan sistem tata kelola pemerintahan dan manajemen ASN agar keberhasilan pembangunan tidak bergantung pada figur tertentu.

Ia mencontohkan perubahan di bidang kebersihan Kota Kupang yang menurutnya merupakan hasil kerja kolektif berbagai perangkat daerah, termasuk jajaran Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan.

“Kalau kerja kita bagus, bukan hanya saya yang dapat pujian, tapi kalian juga,” ujarnya.

BACA JUGA:  KPA Kota Kupang Luruskan Pemberitaan: 2.539 Kasus HIV/AIDS Itu Data Akumulasi 10 Tahun Terakhir, Bukan Tahun 2025

Dalam menjalankan tugas, Christian meminta ASN tidak takut menerima koreksi. Menurutnya, teguran harus dipandang sebagai bagian dari upaya memperbaiki pekerjaan dan cara kerja, bukan sebagai serangan terhadap pribadi.

“Saya lembut pada caranya, tapi tegas pada tujuannya. Fortiter in re, suaviter in modo,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi langsung dan pendekatan bottom-up dalam penyelenggaraan pemerintahan. Komunikasi, menurutnya, tidak harus selalu berlangsung melalui jenjang birokrasi yang panjang.

Mendengar langsung dari staf dan petugas di lapangan dinilai penting agar pimpinan dapat memahami persoalan secara lebih utuh dan menemukan solusi yang tepat.

Menutup amanatnya, Christian mengajak seluruh jajaran Pemkot Kupang menjaga semangat kebersamaan dan menjadikan Kota Kupang sebagai rumah bersama.

“Kota Kupang ini adalah rumah bersama. Rumah itu bisa benar-benar menjadi rumah ketika setiap orang yang ada di dalamnya merasa diterima, dihargai, dan diberi kesempatan untuk menjadi diri sendiri,” pungkasnya.

Usai upacara, Wali Kota bersama Ketua DPRD, jajaran Forkopimda dan ASN peserta upacara turut menyampaikan ucapan selamat secara langsung kepada Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis bersama suaminya, Capt. Gilbert Immanuel Malvin yang belum lama ini resmi menikah. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.