Suarantt.id, Kupang-Satu tahun perjalanan kolaborasi Perumda Air Minum Kota Kupang membuahkan hasil nyata. Produksi air meningkat, jaringan distribusi melebar, dan cakupan layanan bertambah luas. Meski demikian, tingkat kehilangan air masih menjadi tantangan utama yang terus disempurnakan.
Kepala Bagian Teknik dan Produksi, Elsy Evelyn Bengu, memaparkan pencapaian periode akhir 2025 hingga September 2026 dalam satu tahun pengelolaan yang berlandaskan sinergi lintas pihak.
“Sejak triwulan terakhir 2025 hingga semester pertama 2026, kami mencatat penambahan unit produksi dari 33 unit menjadi 43 unit. Sepanjang kami berdiri di sini, peningkatan 10 unit dalam satu tahun belum pernah terjadi sebelumnya. Ini pencapaian yang luar biasa,” ujar Elsy dalam pemaparan materi di kegiatan bertajuk “Setahun di Jalan, Kolaborasi, Kinerja Nyata Perumda Air Minum Kota Kupang” yang berlangsung di Aula Kantor Perumda Air Minum Kota Kupang pada Selasa, 29 September 2026.
Peningkatan kapasitas produksi disertai perluasan infrastruktur distribusi. Panjang jaringan pipa bertambah dari 148 kilometer menjadi 420,3 kilometer. Dampak langsungnya terlihat pada cakupan layanan yang naik 1,79 persen dari 18,8 persen pada Januari 2026 menjadi 20,61 persen per Agustus 2026. Rata-rata jam pelayanan juga bertambah sekitar satu jam, sebelumnya 15 jam kini menjadi 16 jam meski belum merata di seluruh wilayah.
Pertumbuhan sambungan rumah ikut meningkat sekitar 14,14 persen dalam kurun waktu Oktober 2025–Agustus 2026. Jumlah sambungan rumah aktif bertambah dari 10.443 unit menjadi 11.942 unit.
Sebagian besar kemajuan ini didorong kerja sama dengan pengembang perumahan. Sejak 2025, sebanyak lima pengembang telah menyerahkan sistem air minum di lingkungannya untuk dikelola Perumda Air Minum Kota Kupang diantaranya PT. Charson Timorland Estate, PT. Anugerah Grup, PT. Griya Lontar Permai, PT. Gabriel Bangun Jaya, PT. Pembangunan Sehat Sejahtera, PT. Satria Indra Jaya dan PT. Kameko (Golden Loti Residence). Penyerahan ini mencakup 820 sambungan rumah aktif dan tujuh titik sumber air baru.
“Ini bukan sekadar penyerahan tanggung jawab, melainkan berkah dan rezeki bagi pelayanan kami kepada masyarakat,” tambahnya.
Selain itu Perumda Air Minum Kota Kupang juga bekerja sama dengan beberapa universitas Perguruan Tinggi dan SMK di Kota Kupang diantaranya Universitas Katolik Widya Mandis (UNWIRA) Kupang, Universitas Nuse Cendana (UNDANA),
Universitas Muhammadiyah Kupang,
Universitas Kilstan Artha Wacana, Politeknik Negeri Kupang (PNK), Insttut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang, STIE Oemathonis Kupang, STIKOM Uyalindo Kupang, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Putera Timor, Universitas San Pedro Kupang, Institut Teknik Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Brawijaya (UB) dan SMK Negeri 1 Kupang.
Namun, Elsy jujur mengakui adanya tantangan besar. Tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW) masih tinggi, bahkan sempat mencapai di atas 40 persen pada waktu tertentu. Cakupan layanan yang baru menyentuh 20,61 persen juga berarti masih ada sekitar 80 persen wilayah yang belum terjangkau secara optimal.
“Kami punya target jelas: menurunkan tingkat kehilangan air menjadi di bawah 25 persen pada akhir 2026, di bawah 22 persen pada 2027, dan di bawah 20 persen pada 2028,” tegasnya.
Berbagai langkah telah disiapkan: penanganan kebocoran dalam kurun waktu kurang dari 24 jam sejak pengaduan diterima, efisiensi jam operasi pompa, pelatihan penurunan NRW, pengujian dan penggantian meteran yang rusak, manajemen tekanan jaringan, hingga digitalisasi pembacaan meteran.
Sinergi juga diperluas bersama BPOM, Pemerintah Kota Kupang, serta Yayasan Strategi Indonesia untuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia, perencanaan terpadu, dan perluasan jaringan distribusi. Langkah jangka pendek seperti rekayasa distribusi air saat musim kemarau dan penyaluran air melalui mobil tangki ke titik-titik kritis juga terus dilakukan.
“Kami bukan superhero. Semua ini tidak bisa dilakukan sendirian. Kami butuh kolaborasi semua pihak, termasuk masyarakat, untuk ikut menjaga infrastruktur dan menghemat penggunaan air. Mari kita turunkan tingkat kehilangan air bersama-sama, agar lebih banyak warga Kota Kupang yang bisa menikmati layanan air bersih yang lebih baik,” pungkas Elsy. ***





