Gubernur Melki Laka Lena: Jangan Sekadar Punya Rekening, Masyarakat NTT Harus Cerdas Mengelola Keuangan

oleh -27 Dilihat
Gubernur NTT Melki Laka Lena Hadiri Grand Final Pemilihan Duta Literasi Keuangan Provinsi NTT Tahun 2026 di Hotel Aston Kupang pada Sabtu, 31 Oktober 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa masyarakat tidak cukup hanya memiliki rekening perbankan, tetapi harus memiliki pemahaman dan kecakapan dalam mengelola keuangan secara bijak.

Menurutnya, keberhasilan inklusi keuangan tidak boleh hanya diukur dari banyaknya rekening yang dibuka atau besarnya pembiayaan yang disalurkan, melainkan dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi.

Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Melki saat menghadiri Grand Final Pemilihan Duta Literasi Keuangan Provinsi NTT Tahun 2026 yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT di Ballroom Hotel Aston Kupang pada Sabtu (31/10/2026) malam.

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Bulan Inklusi Keuangan Tahun 2026 ini mengusung tema “Generasi Muda Cerdas Keuangan, Mendorong NTT yang Semakin Inklusif.”

Dalam sambutannya, Melki mengingatkan bahwa masyarakat harus memahami manfaat menabung, pentingnya perencanaan keuangan, serta kemampuan memanfaatkan akses pembiayaan untuk kegiatan produktif.

“Masyarakat tidak cukup hanya memiliki rekening, tetapi juga harus memahami manfaat menabung dan perencanaan keuangan. Begitu pula pelaku usaha yang memperoleh pembiayaan harus mampu memanfaatkannya untuk meningkatkan produktivitas dan mengembangkan usaha,” tegas Melki.

Ia menjelaskan, tantangan peningkatan literasi keuangan di NTT membutuhkan perhatian serius karena kondisi geografis wilayah kepulauan serta beragamnya karakteristik ekonomi masyarakat, mulai dari petani, nelayan, peternak, pelaku UMKM, hingga pelajar dan mahasiswa.

Karena itu, edukasi keuangan harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat agar mereka tidak hanya memiliki akses terhadap layanan keuangan formal, tetapi juga mampu memahami risiko dan mengambil keputusan keuangan secara tepat.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan Tahun 2026, indeks literasi keuangan masyarakat NTT tercatat sebesar 67,71 persen, sementara indeks inklusi keuangan mencapai 92,78 persen.

BACA JUGA:  BI NTT Gandeng Aparat Penegak Hukum, Perkuat Pengawasan Sistem Pembayaran dan Berantas Rupiah Palsu

Data tersebut menunjukkan masih adanya kesenjangan antara akses masyarakat terhadap layanan keuangan dengan tingkat pemahaman dalam memanfaatkan layanan tersebut.

Melki juga mengaitkan peningkatan literasi keuangan dengan Dasa Cita ke-9, yakni Membangun NTT Digital. Menurutnya, pembangunan digital harus diikuti dengan kemampuan masyarakat menggunakan teknologi secara cerdas, memahami keuangan, terlindungi dalam bertransaksi, serta mampu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan peluang ekonomi.

Pada kesempatan itu, Gubernur Melki memberikan apresiasi kepada OJK Provinsi NTT atas inisiatif menyelenggarakan Pemilihan Duta Literasi Keuangan Tahun 2026.

Ia menilai kegiatan tersebut merupakan langkah strategis untuk mempersiapkan generasi muda menjadi agen edukasi keuangan yang mampu menyebarkan pemahaman kepada masyarakat.

Pemilihan Duta Literasi Keuangan tahun ini diikuti 74 peserta dari seluruh kabupaten/kota di NTT. Setelah melalui tahapan seleksi dan pembekalan, sebanyak 20 finalis terbaik berhasil melaju ke babak grand final.

Sebelumnya, para finalis telah mengikuti program Training of Trainers selama tiga hari, pada 19-21 Oktober 2026. Mereka dibekali pengetahuan mengenai tugas dan fungsi OJK, perbankan, pasar modal, layanan keuangan digital, bahaya investasi ilegal, penipuan keuangan, hingga teknik komunikasi dan pembuatan konten edukasi.

Kepada para finalis, Melki berpesan bahwa menjadi Duta Literasi Keuangan bukan sekadar soal kemampuan berbicara di depan publik ataupun popularitas di media sosial. Lebih dari itu, seorang duta harus memiliki tanggung jawab, keteladanan, integritas, dan kemauan untuk memberikan manfaat bagi sesama.

“Menjadi duta adalah tentang tanggung jawab, keteladanan, dan kemauan untuk memberikan manfaat kepada orang lain,” pesannya.

Ia berharap para duta terpilih tidak hanya aktif membuat konten edukasi di media sosial, tetapi juga turun langsung berinteraksi dengan masyarakat, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, kampus, desa, hingga berbagai komunitas di pelosok NTT.

BACA JUGA:  Gubernur NTT Buka Kegiatan Jalan Santai dan Live Talk Show: Ajak Semua Pihak Tolak Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Sementara itu, Kepala OJK Provinsi NTT, Yan Jimmy Hendrik Simarmata, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi NTT dalam memperkuat berbagai program literasi dan inklusi keuangan.

Ia menegaskan bahwa pemilihan Duta Literasi Keuangan bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan upaya membentuk generasi muda yang kompeten, berintegritas, kreatif, dan memiliki kepedulian terhadap peningkatan pemahaman keuangan masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi NTT berharap kolaborasi bersama OJK, lembaga jasa keuangan, perguruan tinggi, dan seluruh pemangku kepentingan semakin diperkuat.

Dengan demikian, peningkatan literasi keuangan tidak berhenti pada angka statistik maupun penobatan para pemenang, tetapi benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat agar semakin cerdas, mandiri, terlindungi, dan bijak dalam mengelola keuangan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.