Suarantt.id, Kupang-Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Wali Kota Kupang, Daud Nafi, mengajak masyarakat Kelurahan Oebufu untuk terus melestarikan dan menghidupkan budaya leluhur agar tidak sekadar menjadi cerita masa lalu bagi generasi muda.
Ajakan tersebut disampaikan Daud Nafi dalam sambutannya pada Festival Budaya Kelurahan Oebufu, Senin (19/10/2026). Ia menegaskan, budaya bukan sekadar warisan yang dipamerkan dalam kegiatan seremonial, melainkan identitas masyarakat yang harus terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Daud, festival budaya menjadi momentum penting untuk membangun kesadaran masyarakat tentang nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur sekaligus mempererat persaudaraan di tengah keberagaman.
Ia mencontohkan, kekayaan budaya daerah dapat dilihat melalui berbagai pakaian adat, seperti destar, selimut, dan sarung yang memiliki ciri khas serta makna tersendiri bagi masyarakat dari berbagai wilayah, termasuk Flores dan Timor.
Namun, ia mengingatkan bahwa pelestarian budaya tidak boleh berhenti pada penampilan pakaian adat, tarian, atau pertunjukan seni semata.
“Perbedaan budaya bukanlah perpecahan. Justru perbedaan itu harus membuat kita semakin bersatu,” demikian pesan Daud dalam sambutannya.
Budaya Jangan Hanya Jadi Cerita Masa Lalu
Daud menegaskan, budaya akan kehilangan maknanya apabila masyarakat tidak lagi menghidupi nilai-nilai yang diwariskan oleh generasi terdahulu.
Ia mengingatkan bahwa tanpa upaya pelestarian yang berkelanjutan, budaya berisiko hanya menjadi cerita yang disampaikan orang tua, kakek, dan nenek kepada anak cucu tanpa lagi dipraktikkan dalam kehidupan nyata.
Karena itu, ia mengajak masyarakat menjadikan festival budaya sebagai sarana menumbuhkan kecintaan terhadap tradisi sekaligus mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus.
Menurutnya, budaya memiliki peran penting dalam membentuk karakter, memperkuat identitas masyarakat, serta menciptakan kehidupan sosial yang harmonis.
Daud juga menekankan bahwa nilai budaya tidak hanya tercermin dari simbol-simbol adat, tetapi juga dari perilaku sehari-hari, termasuk sikap hormat kepada orang tua, kesopanan, dan kemampuan menjaga hubungan baik dengan sesama.
Orang Tua Punya Peran Penting
Dalam sambutannya, Daud menyoroti pentingnya peran keluarga dalam memperkenalkan budaya kepada anak-anak sejak dini.
Ia berharap orang tua tidak hanya mengenalkan tradisi melalui cerita, tetapi juga memberikan teladan nyata dalam kehidupan sehari-hari agar generasi muda dapat memahami, menghargai, dan menerapkan nilai-nilai budaya.
Menurutnya, di tengah perkembangan zaman dan masuknya pengaruh budaya luar, masyarakat perlu semakin kuat menjaga nilai-nilai positif yang diwariskan leluhur tanpa menutup diri terhadap perubahan.
Keterlibatan anak-anak dan kaum muda dalam kegiatan budaya juga dinilai penting agar mereka memiliki kesempatan mengenal, mempelajari, dan menampilkan kekayaan tradisi daerahnya sendiri.
Festival Budaya Perkuat Persatuan
Daud menilai Festival Budaya Kelurahan Oebufu menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan kekayaan tradisi sekaligus memperkuat identitas daerah.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat mengenal keberagaman budaya dan membangun sikap saling menghargai di tengah perbedaan.
Ia berharap festival budaya dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, bukan hanya sebagai agenda tahunan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menjaga warisan leluhur dan mempererat persaudaraan.
Daud mengajak seluruh masyarakat Oebufu mengambil bagian dalam pelestarian budaya, menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda, serta menjadikan keberagaman sebagai kekuatan untuk membangun kehidupan yang rukun dan damai.
Baginya, budaya harus tetap hidup dalam perilaku, karakter, dan kehidupan masyarakat sehari-hari agar warisan leluhur tidak hilang ditelan perubahan zaman.





