3 Tahun Pimpin KSOP Kupang, Simon Baon: Puji Tuhan, Belum Ada Kecelakaan Laut

oleh -77 Dilihat
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Kupang, Simon B. Baon. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Kupang, Simon B. Baon
mengungkapkan bahwa selama kurang lebih tiga tahun menjalankan tugas kepemimpinannya di KSOP Kupang, belum terjadi kecelakaan laut di wilayah yang menjadi tanggung jawabnya.

Simon menyampaikan rasa syukur atas kondisi tersebut. Menurutnya, keselamatan dan keamanan pelayaran menjadi prioritas utama yang harus terus dijaga melalui pengawasan ketat, koordinasi, serta penegakan aturan secara konsisten.

“Puji Tuhan, selama saya bertugas tiga tahun di KSOP Kupang, belum ada terjadi kecelakaan laut,” ungkap Simon Baon kepada wartawan belum lama ini.

Ia menegaskan, capaian tersebut tidak boleh membuat seluruh jajaran terkait berpuas diri. Sebaliknya, keselamatan pelayaran harus terus menjadi perhatian serius, mengingat transportasi laut merupakan salah satu sarana penting yang menghubungkan masyarakat antarpulau di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurut Simon, KSOP Kupang juga memiliki tanggung jawab dalam koordinasi dan pengawasan keselamatan serta keamanan pelayaran. Karena itu, pihaknya terus mengingatkan seluruh pengelola pelabuhan di NTT agar tidak mengabaikan aspek keselamatan dalam setiap aktivitas pelayaran.

Ia mengatakan, media dan berbagai saluran komunikasi juga dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan peringatan kepada pihak-pihak terkait mengenai pentingnya menaati ketentuan keselamatan dan keamanan pelayaran.

Keselamatan Tidak Bisa Ditawar

Simon menegaskan, KSOP Kupang akan mengambil langkah tegas dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya, khususnya yang berkaitan dengan keselamatan dan keamanan pelayaran.

Ketegasan tersebut diperlukan agar pelayanan transportasi laut dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan selamat hingga penumpang maupun barang tiba di tujuan.

“Pesan kami, sesuai arahan pimpinan Kementerian Perhubungan, budayakan keselamatan. Keselamatan itu adalah harga diri insan Kementerian Perhubungan,” tegasnya.

BACA JUGA:  Hingga Agustus 2025, Kejati NTT Hentikan 52 Perkara Lewat Restorative Justice

Ia menambahkan, budaya keselamatan tidak boleh hanya diterapkan dalam transportasi laut, tetapi juga harus menjadi bagian dari seluruh moda transportasi, mulai dari darat, laut, udara, hingga perkeretaapian.

Dengan menjadikan keselamatan sebagai budaya kerja, setiap petugas diharapkan memiliki kesadaran dan tanggung jawab untuk mencegah terjadinya kecelakaan serta memastikan seluruh prosedur keselamatan dijalankan dengan baik.

Pengawasan Mencakup Wilayah Kerja Pelabuhan

Dalam menjalankan tugasnya, KSOP Kupang memiliki ruang lingkup pengawasan yang mencakup daerah lingkungan kerja dan daerah lingkungan kepentingan pelabuhan. Pengawasan tersebut meliputi aktivitas di kawasan pelabuhan hingga alur pelayaran sesuai batas kewenangan yang ditetapkan.

Simon menjelaskan, pengawasan juga dilakukan melalui wilayah kerja dan pos-pos yang berada di bawah koordinasi KSOP Kupang, sesuai dengan pembagian tugas dan kewenangan masing-masing.

Ia menyebutkan, wilayah NTT memiliki jaringan unit pelaksana teknis di bawah Direktorat Jenderal Perhubungan Laut yang terdiri atas 15 unit KSOP dan UPP serta satu unit navigasi.

Keberadaan unit-unit tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pengawasan keselamatan dan keamanan pelayaran di wilayah NTT yang memiliki karakteristik geografis kepulauan.

Simon berharap, seluruh petugas dan pemangku kepentingan sektor pelayaran terus meningkatkan koordinasi, disiplin, serta kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.

Baginya, keberhasilan menjaga keselamatan pelayaran bukan hanya tanggung jawab KSOP, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari petugas pelabuhan, operator kapal, awak kapal, hingga pengguna jasa transportasi laut.

Ia menegaskan, keselamatan harus ditempatkan di atas kepentingan apa pun agar masyarakat dapat menikmati layanan transportasi laut yang aman dan terpercaya.

“Budayakan keselamatan. Keselamatan adalah harga diri insan perhubungan,” menjadi pesan penting Simon Baon bagi seluruh jajaran yang terlibat dalam pelayanan transportasi di Indonesia, khususnya di Nusa Tenggara Timur. ***

BACA JUGA:  KSOP Kupang Tegaskan Keselamatan Harga Mati, ODOL Jadi Sorotan dalam Evaluasi Pelayaran NTT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.