PELNI Kupang Tegaskan Tiket Kini Full Online, Warga Diminta Hindari Calo

oleh -16 Dilihat

Suarantt.id, Kupang-PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Cabang Kupang menegaskan seluruh pembelian tiket kapal kini dilakukan secara daring atau online. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai salah satu langkah untuk meminimalisir praktik percaloan tiket yang masih merugikan masyarakat di Pelabuhan Tenau Kupang.

General Manager PELNI Cabang Kupang, Teguh Harry Setiadi, mengatakan praktik percaloan telah menjadi persoalan yang melibatkan oknum masyarakat, baik di lingkungan pelabuhan maupun di luar pelabuhan.

Menurutnya, praktik tersebut tidak hanya merugikan penumpang dari sisi harga, tetapi juga dapat menyebabkan ketidaksesuaian tujuan perjalanan yang tercantum dalam tiket.

“Karena percaloan di Pelabuhan Tenau Kupang ini sudah di luar dari kekuasaan kami. Persoalan ini sudah melibatkan oknum-oknum masyarakat dan sangat merugikan masyarakat maupun penumpang yang akan membeli tiket maupun naik ke atas kapal,” ujar Teguh kepada wartawan usai rapat dengar pendapat (RDP) Bersama Komisi IV dan V DPRD NTT di Kantor DPRD NTT pada Rabu, 7 Oktober 2026.

Ia mengungkapkan, pihaknya menerima sejumlah laporan dari penumpang yang mengaku mendapatkan tiket dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Bahkan, harga tiket yang seharusnya berada di kisaran Rp180 ribu disebut dapat dijual hingga Rp400 ribu.

“Banyak yang mengajukan kepada kami bahwa mereka mendapatkan tiket ini dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab, baik di pelabuhan maupun di luar pelabuhan. Ada tiket yang tidak sesuai, bahkan ada yang dari Rp180 ribu bisa menjadi Rp400 ribu,” jelasnya.

Tidak hanya persoalan harga, Teguh menyebutkan tujuan perjalanan yang tercantum dalam tiket terkadang tidak sesuai dengan tujuan yang hendak dituju penumpang. Kondisi tersebut akhirnya menimbulkan kesulitan bagi penumpang ketika sudah berada di atas kapal.

Untuk mencegah praktik tersebut, PELNI Cabang Kupang saat ini telah mengurangi sistem pembelian tiket secara manual dan menerapkan pembelian tiket secara penuh melalui sistem online.

“Kami juga meminimalisir dari sistem online maupun sistem manual. Saat ini kita sudah tidak ada pembelian secara manual, sudah full ke online,” tegas Teguh.

Menurutnya, sistem online diharapkan dapat memberikan kemudahan sekaligus keleluasaan kepada masyarakat dalam memperoleh tiket secara resmi. Namun, ia mengakui sistem tersebut tetap membutuhkan pengawasan karena masih terbuka kemungkinan adanya praktik penyalahgunaan.

Karena itu, PELNI Kupang membutuhkan dukungan dari berbagai instansi untuk bersama-sama menangani persoalan percaloan tiket di Pelabuhan Tenau.

Teguh menyampaikan apresiasi kepada aparat yang selama ini turut membantu melakukan patroli dan mencari masyarakat yang menjadi korban praktik percaloan.

“Kami butuh support dari segala bentuk instansi untuk membantu kita menangani permasalahan-permasalahan ini. Saya bersyukur sudah dibantu juga dengan patroli yang hampir setiap hari mencari korban dan lain-lain,” katanya.

Ia juga meminta masyarakat tidak mudah tergiur dengan pihak yang menawarkan tiket di luar jalur resmi. Masyarakat diminta membeli tiket melalui kanal resmi PELNI agar terhindar dari kerugian maupun persoalan ketika hendak melakukan perjalanan.

Teguh mengimbau masyarakat yang membutuhkan informasi terkait jadwal, harga, maupun pembelian tiket agar langsung mendatangi Kantor Cabang PELNI Kupang atau menggunakan kanal resmi yang tersedia.

“Harapan kami dari teman-teman media, buka berita kepada seluruh masyarakat agar beli tiket itu kepada tempat yang benar. Kalau mau mendapatkan informasi yang benar, datang ke Kantor PT PELNI Cabang Kupang. Kami siap melayani dan memberikan informasi,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.