NTT Jadi Percontohan Nasional Pengembangan UMKM: Program OVOP Dipadukan dengan Koperasi Merah Putih

oleh -1224 Dilihat
Gubernur NTT Dampingi Kepala Badan POM RI di Acara Penyerahan Izin Edar bagi UMKM di NTT. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Labuan Bajo– Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, menegaskan komitmennya dalam memperkuat program One Village One Product (OVOP) sebagai bagian dari upaya mengangkat ekonomi rakyat lewat hilirisasi produk unggulan lokal. Hal itu disampaikan Gubernur Melki saat menghadiri acara Penyerahan Sertifikat Izin Edar kepada pelaku UMKM se-NTT yang digelar di Aula Kantor Bupati Manggarai Barat pada Senin (14/07/25).

“Ini menjadi salah satu puncak dari program yang kami dorong di NTT, One Village One Product (OVOP). Saya bersyukur kegiatan ini dilaksanakan di Manggarai Barat. Karena OVOP ini ujungnya adalah mesti bisa menjadi tuan rumah di Manggarai Barat,” ujar Gubernur Melki dalam sambutannya.

Gubernur Melki juga mengingatkan pesan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang disampaikan saat retret kepala daerah di Magelang. Presiden, menurut Melki, meminta agar kepala daerah memastikan keadilan distributif sebagaimana tertuang dalam sila kelima Pancasila benar-benar dirasakan seluruh rakyat.

“Presiden menyampaikan bahwa segelintir orang menguasai lebih dari 80 persen kekayaan bangsa ini. Maka tugas kita, kepala daerah, memastikan bahwa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia bukan hanya slogan, tapi nyata dirasakan,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa dalam visi dan misinya, ia ingin agar masyarakat NTT memiliki kekuatan ekonomi yang memadai untuk memenuhi kebutuhan seperti pendidikan, kesehatan, dan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dalam pidatonya, Gubernur Melki mencontohkan dampak hilirisasi produk dengan komoditas kopi. Jika hanya dijual dalam bentuk biji mentah, harganya hanya sekitar Rp150 ribu per kilogram. Namun jika diolah dan dikemas dengan baik, nilainya bisa melonjak hingga Rp800 ribu per kilogram.

“Dengan memperkuat hilirisasi di UMKM, saya yakin produk-produk dari NTT akan bisa menembus pasar nasional bahkan internasional,” jelasnya.

Gubernur juga mengapresiasi kehadiran Badan POM yang telah menyerahkan izin edar kepada belasan pelaku UMKM. Menurutnya, meskipun jumlahnya belum banyak, kehadiran legalitas tersebut akan menumbuhkan kepercayaan diri dan memperluas akses pasar bagi para pelaku usaha kecil.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Taruna Ikrar, dalam sambutannya menyebut bahwa penyerahan izin edar kali ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program OVOP yang dijalankan Pemerintah Provinsi NTT. Total 45 nomor izin edar diserahkan kepada 45 produk yang telah memenuhi standar nasional.

“Kalau standar nasional sudah terpenuhi, maka standar internasional juga bisa dicapai. Dengan begitu, produk UMKM bisa dipasarkan secara nasional bahkan diekspor,” ujarnya.

Taruna menegaskan bahwa NTT kini menjadi percontohan nasional dalam pengembangan ekonomi berbasis UMKM. Program OVOP di NTT akan dipadukan dengan program Koperasi Merah Putih serta Makan Bergizi Gratis dalam mewujudkan sila kelima Pancasila.

“Kita ingin negara ini mandiri secara ekonomi, dan itu harus dimulai dari bawah, yaitu UMKM sebagai soko guru,” kata Taruna.

Dukung UMKM Lewat Aksi Nyata

Kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat izin edar kepada perwakilan UMKM dan dilanjutkan dengan kunjungan ke stan-stan produk lokal. Gubernur Melki, Kepala BPOM, dan Wakil Bupati Manggarai Barat turut berkeliling, berdialog dengan pelaku UMKM, dan membeli langsung produk-produk yang dipamerkan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap ekonomi lokal.

Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Manggarai Barat, pejabat dari Badan POM, ASN Pemkab Manggarai Barat, dan para pelaku UMKM dari berbagai daerah di NTT. Kegiatan ini menjadi langkah awal penting dalam penguatan sinergi lintas sektor untuk mendongkrak daya saing produk NTT di kancah nasional dan global. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.