Ahli Toksikologi Sebut dr. Icha Tak Bersalah, Polisi Tetap Lanjutkan Penyelidikan

oleh -146 Dilihat
Suasana di Rumah Duka dr. Icha Pakaenoni di RSS Baumata Kabupaten Kupang pada Jumat, 26 Juni 2026. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Kasus meninggalnya dokter muda, dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha, terus menjadi sorotan publik. Di tengah proses penyelidikan yang masih berlangsung, seorang ahli toksikologi menegaskan bahwa tindakan medis yang dilakukan dr. Icha telah sesuai dengan standar kedokteran.

Dokter spesialis toksikologi, Dr.dr. Trimaharani M.Si., Sp.EM, Subspesialis Toksikologi (K), FICEP, FIMMA, menyatakan dirinya merupakan dokter konsultan yang dihubungi langsung oleh dr. Icha saat menangani pasien gigitan ular di RSUD Leona Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurut dr. Trimaharani, seluruh tindakan medis yang dilakukan dr. Icha sudah sesuai dengan ilmu kedokteran serta arahan konsultasi yang ia berikan. Karena itu, ia menegaskan bahwa dr. Icha tidak melakukan kesalahan dalam penanganan pasien tersebut.

“Semua tindakan medis yang dilakukan sudah sesuai. Tidak ada kesalahan dalam penanganan pasien,” ujarnya pada Sabtu (27/6/2026).

Ia juga mengungkapkan bahwa pada malam kejadian dugaan intimidasi oleh oknum anggota DPRD TTU, dr. Icha menghubunginya dalam kondisi ketakutan. Komunikasi intens terjadi melalui telepon dan pesan WhatsApp, di mana dr. Icha meminta bantuan untuk menjelaskan kondisi medis pasien kepada keluarga maupun pihak lain yang berada di rumah sakit.

“Dia berkali-kali menelepon saya, meminta tolong agar saya membantu menjelaskan. Saat itu dia sangat takut,” ungkapnya.

Trimaharani bahkan mengaku telah melaporkan persoalan tersebut kepada Gubernur NTT, Melki Laka Lena, melalui sambungan telepon, serta kepada Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin melalui pesan WhatsApp agar mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Sementara itu, Kepolisian Resor (Polres) Kupang memastikan bahwa proses penyelidikan terkait meninggalnya dr. Icha masih terus berlangsung. Polisi menegaskan akan mengusut kasus ini secara profesional dan meminta masyarakat tidak berspekulasi.

BACA JUGA:  Tinggalkan NasDem, Mantan DPRD Kota Kupang Ini Resmi Perkuat PSI di Rakorwilsus NTT

Kapolres Kupang AKBP Rudi Junus Jacob Ledo melalui Kasi Humas Polres Kupang IPDA Lalu Randi Hidayat mengatakan, pihak kepolisian saat ini masih mengumpulkan berbagai fakta dan alat bukti guna mengungkap secara utuh kronologi maupun penyebab kematian korban.

“Saat ini Unit Reskrim Polsek Kupang Tengah bersama Polres Kupang masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara pasti penyebab dan kronologi kejadian,” jelasnya.

Polisi juga telah melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah korban di Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Kupang. Hasil pemeriksaan tersebut masih menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan yang berjalan.

Selain itu, penyidik juga mengamankan sepucuk surat dari lokasi kejadian. Namun, isi serta keterkaitan surat tersebut dengan peristiwa yang terjadi masih didalami lebih lanjut.

“Kami masih melakukan pendalaman terhadap seluruh bukti yang ada,” tambahnya.

Polres Kupang menegaskan bahwa seluruh proses penyelidikan dilakukan secara objektif dan berdasarkan alat bukti di lapangan. Kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Hingga kini, penyidik masih terus mengumpulkan keterangan saksi, barang bukti, serta hasil pemeriksaan medis guna memastikan penyebab pasti kematian dr. Icha. Polisi berjanji akan menyampaikan perkembangan kasus ini kepada publik setelah proses penyelidikan berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Di akhir keterangannya, pihak kepolisian turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya dr. Icha dan berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.