Bank Sampah Anugerah Namosain Diluncurkan, Jadi Langkah Nyata Kota Kupang Atasi Sampah

oleh -131 Dilihat
Staf Ahli Bidang Hukum Pemerintah Kota Kupang, Pauto Wirawan Neno dan Lurah Namosain Rino Mbura. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Kota Kupang terus memperkuat komitmennya dalam menangani persoalan sampah melalui langkah nyata di tingkat masyarakat. Salah satunya ditandai dengan peluncuran Bank Sampah Anugerah di Kelurahan Namosain yang diharapkan menjadi solusi konkret dalam mengurangi volume sampah sekaligus meningkatkan kesadaran warga.

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Hukum Pemerintah Kota Kupang, Pauto Wirawan Neno menegaskan bahwa penanganan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

“Perubahan besar seringkali dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Apa yang kita lakukan hari ini adalah investasi bagi masa depan Kota Kupang,” ujarnya saat memberi sambutan dan melaunching Bank Sampah Kelurahan Namosain pada Jumat, 26 Juni 2026.

Ia menekankan bahwa penanganan sampah telah menjadi salah satu agenda prioritas Pemerintah Kota Kupang bersama Wakil Wali Kota Serena Francis dalam mewujudkan kota yang bersih, sehat, nyaman, dan berkelanjutan.

Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi justru dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti memilah sampah dari rumah. Pemerintah pun telah mendistribusikan kontainer plastik berukuran besar di tingkat RT sebagai sarana pemilahan awal, yang sebagian merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan dunia usaha.

“Ini membuktikan bahwa jika semua pihak bergerak bersama, pekerjaan besar akan menjadi lebih ringan,” tambahnya.

Selanjutnya, sampah yang telah dipilah akan dikumpulkan ke kontainer besi di tingkat kelurahan sebelum diangkut ke tempat pengolahan akhir. Pemerintah juga mendorong agar Bank Sampah Anugerah dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Kota Kupang.

Dia mengajak masyarakat untuk mengubah cara pandang terhadap sampah, bukan lagi sebagai akhir dari sebuah barang, melainkan sebagai peluang yang memiliki nilai ekonomi. Edukasi kepada anak-anak sejak dini juga dinilai penting untuk membentuk budaya peduli lingkungan.

BACA JUGA:  Pengukuhan Bunda Literasi Kota Kupang Jadi Langkah Awal Perkuat Budaya Literasi

“Kota yang bersih tidak dibangun oleh satu orang atau satu pihak saja, tetapi oleh ribuan tangan dan jutaan tindakan baik dari seluruh warga,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menggagas dan menghadirkan Bank Sampah Anugerah, serta secara resmi meluncurkan fasilitas tersebut.

Sementara itu, Lurah Namosain, Rino Mbura mengungkapkan bahwa meski wilayahnya memiliki keterbatasan lahan, kehadiran Bank Sampah Anugerah menjadi wujud kolaborasi dan kepedulian bersama dalam mendukung program pemerintah.

Ia menjelaskan bahwa pihak kelurahan akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, termasuk dalam setiap kegiatan sosial seperti pernikahan dan kedukaan, agar warga mulai memilah sampah dari rumah.

“Kami terus mengedukasi masyarakat agar sampah plastik bisa dipilah sejak dari rumah dan dibawa ke bank sampah untuk ditimbang. Ini juga menjadi simbol perubahan perilaku masyarakat agar membuang sampah pada tempatnya,” jelasnya.

Menurutnya, upaya ini tidak akan berhenti pada peluncuran semata, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat di Kelurahan Namosain.

Untuk diketahui Kelurahan Namosain sendiri memiliki 37 RT dan 7 RW. Dengan hadirnya Bank Sampah Anugerah, diharapkan persoalan sampah di Kota Kupang, khususnya di wilayah Namosain, dapat berkurang secara signifikan serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi generasi mendatang. (Penulis/ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.