Bank Sampah Anugerah Namosain Edukasi Warga dan Pelajar Peduli Lingkungan

oleh -127 Dilihat
Bank Sampah Anugerah Namosain Resmi Beroperasi pada Jumat, 26 Juni 2026. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang-Kehadiran Bank Sampah Anugerah di Kelurahan Namosain, Kecamatan Alak, Kota Kupang, menjadi langkah nyata dalam mengedukasi masyarakat dan pelajar untuk lebih peduli terhadap lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sampah.

Ketua Bank Sampah Kelurahan Namosain, Berta Hangge, mengatakan bahwa pembentukan bank sampah ini bertujuan membantu pemerintah dalam mengatasi persoalan sampah yang masih menjadi tantangan di wilayah tersebut.

Menurutnya, Namosain merupakan salah satu jalur aktivitas ekonomi yang cukup padat sehingga produksi sampah tergolong tinggi, terutama di kawasan jalan atas, jalan bawah, hingga persimpangan jalan.

“Kalau kita lihat sekilas di dalam kota memang terlihat bersih, tetapi di wilayah kelurahan, khususnya di titik-titik tertentu, sampah masih sangat banyak. Bahkan dalam dua hari saja, sampah botol plastik yang dikumpulkan bisa mencapai dua kantong besar,” ungkap Berta kepada media ini pada Jumat, 26 Juni 2026

Ia menjelaskan, ide pembentukan bank sampah ini terinspirasi dari kunjungan ke salah satu bank sampah di Kota Kupang pada akhir 2024. Dari pengalaman tersebut, muncul inisiatif untuk menghadirkan sistem serupa di Namosain dengan melibatkan masyarakat secara langsung.

Dengan dukungan pemerintah kelurahan dan berbagai pihak, Bank Sampah Anugerah akhirnya terbentuk pada awal 2025. Berta menegaskan bahwa pembentukan bank sampah tidak membutuhkan modal besar, melainkan komitmen dan kerajinan dalam mengelola serta mengedukasi masyarakat untuk memilah sampah.

“Yang penting ada timbangan dan kemauan untuk bekerja. Sampah yang dipilah bisa langsung memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat,” jelasnya.

Bank Sampah Anugerah juga mengatur jadwal penimbangan sampah setiap hari Kamis. Untuk masyarakat umum, penimbangan dilakukan pukul 10.00 hingga 14.00 WITA, sementara bagi pelajar dijadwalkan khusus pada pukul 16.00 hingga 17.00 WITA.

BACA JUGA:  Gubernur NTT Apresiasi Kinerja Dinas PUPR: 139 Paket Konstruksi dan Konsultansi Resmi Dikontrak

Menurut Berta, keterlibatan pelajar menjadi salah satu fokus utama karena diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran sejak dini. Selain menjaga lingkungan, kegiatan ini juga memberi manfaat ekonomi, seperti tambahan uang jajan atau kebutuhan sekolah.

“Kita ingin anak-anak tidak hanya peduli lingkungan, tetapi juga merasakan manfaatnya secara langsung,” tambahnya.

Dia juga berharap pemerintah kelurahan terus mendorong kesadaran masyarakat, termasuk dalam setiap kegiatan sosial seperti pesta atau acara keluarga, agar sampah tidak lagi dibakar melainkan dikumpulkan dan disetorkan ke bank sampah.

Dengan keberadaan Bank Sampah Anugerah, diharapkan masyarakat Namosain semakin sadar pentingnya pengelolaan sampah yang baik, sekaligus menjadikan sampah sebagai sumber nilai ekonomi yang bermanfaat. (Penulis/ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.