Belasan Siswa SD Liliba Kupang Keracunan Usai Santap Menu MBG Basi dan Berbelatung

oleh -1027 Dilihat
Belasan Siswa SD Liliba Kupang Korban Keracunan Menu MBG Dirawat secara Insentif di RS Leona Kupang. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Sebanyak 11 siswa SD Inpres Liliba, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, mengalami keracunan makanan setelah menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (24/9/2025) siang. Mereka dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona Kupang untuk mendapatkan perawatan medis.

Para siswa mengeluhkan pusing, muntah, dan sakit perut setelah makan nasi, sayur, telur, dan susu yang disediakan melalui program MBG. Salah satu siswi bernama Dinda mengaku menemukan belatung pada sayuran yang disantapnya.

“Saya makan nasi sama sayur. Waktu buka, ada hewan kecil seperti ulat atau belatung. Saya sudah makan sedikit, habis itu pusing,” ujar Dinda saat ditemui di IGD RS Leona Kupang.

Keluhan serupa dialami siswa lainnya. Gejala mulai muncul sekitar pukul 12.30 WITA, sesaat setelah jam makan siang.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Kupang, Dumul Djami, mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan vendor penyedia makanan dan menghentikan sementara distribusi menu makan siang program MBG di sekolah tersebut.

“Kita hentikan dulu untuk makan siang sambil menunggu hasil evaluasi dari Dinas Pendidikan. Namun untuk makan pagi tetap jalan,” jelas Dumul Djami.

Ia menambahkan kasus keracunan ini terjadi pada minggu kedua pelaksanaan program MBG di SD Inpres Liliba. Untuk memastikan penyebab, Dinas Pendidikan akan melibatkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan aparat penegak hukum.

“Kita tidak bisa langsung menyimpulkan bahwa ini karena MBG. Perlu ada penelusuran lebih lanjut dari BPOM maupun pihak terkait. Tapi 11 anak yang sakit ini menjadi bahan evaluasi serius,” tegasnya.

Lurah Liliba, Viktor Makoni, mengatakan para siswa akan menjalani rawat inap hingga Kamis (25/9/25). Ia menyebutkan ada beberapa siswa yang tidak memiliki BPJS sehingga biaya perawatannya ditanggung pihak sekolah.

BACA JUGA:  DPRD NTT Gelar Rapat Paripurna Internal Bahas Dua Ranperda Usulan Prakarsa Komisi V

Sementara itu, Kepala SD Inpres Liliba Kupang, Yohanes Jogo Tukan bersama sejumlah guru serta pegawai kelurahan hadir di rumah sakit untuk melihat langsung kondisi para siswa. Hingga Rabu malam (24/9), seluruh siswa yang keracunan MBG masih dirawat intensif di IGD RS Leona Kupang. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.