Gubernur NTT Motivasi 60 Anak Muda Belu Calon Pekerja Migran ke Jepang

oleh -1213 Dilihat
Gubernur NTT Beraudiensi dengan Calon Pekerja Migran Asal Belu ke Jepang. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Atambua-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mengunjungi Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Binawan Belu yang berlokasi di Kompleks Istana Keuskupan Atambua, Emaus-Nenuk pada Selasa (23/9/25) malam. Kehadiran Gubernur Melki didampingi Bupati Belu Willy Lay, dan disambut oleh Romo Soni selaku penanggung jawab LPK Belu.

Dalam kunjungan itu, Gubernur Melki memberikan motivasi kepada 60 anak muda Belu yang sedang mengikuti pelatihan untuk diberangkatkan sebagai Pekerja Migran ke Jepang. Ia meminta agar para peserta serius menjalani pelatihan karena standar kerja di Jepang dikenal sangat tinggi.

“Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk belajar bahasa dan budaya Jepang. Negara ini punya standar kerja yang sangat tinggi, tetapi jika kalian berhasil lolos maka kesempatan kerja di negara Asia lainnya juga akan terbuka lebar,” pesan Gubernur Melki.

Melki juga membagikan pengalamannya saat kunjungan kerja ke Jepang sewaktu masih menjadi anggota DPR. Ia menyebutkan Wakil Menteri Tenaga Kerja Jepang menyampaikan minat besar pemerintahnya untuk menerima pekerja asal Indonesia, termasuk dari NTT.

“Ini peluang besar, sekaligus tantangan karena kita tahu etos kerja masyarakat Jepang sangat tinggi,” ujarnya.

Untuk meningkatkan kemampuan bahasa Jepang, Gubernur Melki mendorong peserta memanfaatkan berbagai media, termasuk musik. Ia juga meminta para calon tenaga kerja menjaga kekompakan dan komunikasi setelah nanti bekerja di Jepang agar saling menguatkan.

Gubernur Melki memberikan apresiasi kepada Bupati Belu atas langkah inovatif menggandeng Yayasan Binawan, lembaga pelatihan tenaga kerja bereputasi internasional, dalam menyiapkan tenaga kerja kompeten.

“Ini langkah luar biasa dari Bupati Belu. Saudara-saudara adalah perintis anak-anak Belu dan NTT yang akan bekerja di Jepang. Manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.


Mengakhiri sambutannya, Melki memperkenalkan yel-yel penyemangat: “Kompak, Solid, Petarung dan Siap Bekerja di Jepang!!!” yang diikuti para peserta dengan penuh semangat.

BACA JUGA:  Bangun Posyandu Tangguh, Gubernur Melki Dorong Lulusan Poltekkes Jadi Agen Perubahan Kesehatan

Bupati Belu Willy Lay menegaskan seluruh biaya pelatihan ditanggung APBD Kabupaten Belu. Pihaknya juga bekerja sama dengan Keuskupan Atambua agar peserta dibekali persiapan rohani, pengetahuan, dan pembentukan karakter.

“Kami harapkan 60 anak Belu yang mengikuti pelatihan ini bisa lulus dan diterima bekerja di Jepang,” kata Willy Lay.


Beberapa peserta bahkan menunjukkan kemampuan berbahasa Jepang di hadapan Gubernur dan Bupati. Total peserta pelatihan didampingi tiga pengajar profesional dari Yayasan Binawan dan akan menjalani pelatihan intensif selama enam bulan mencakup bahasa dan budaya Jepang.

Tinjau MBG Gratis di Tasifeto Timur

Sebelum mengunjungi LPK Binawan, Gubernur Melki bersama Bupati Belu juga meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tasifeto Timur di Desa Lalosuk. SPPG ini berada di bawah Yayasan Wadah Titian Harapan dan menjadi pusat penyediaan menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Penanggung jawab SPPG Tasifeto Timur, Maxi Un, menjelaskan layanan ini sudah berjalan tiga bulan dan memasok MBG untuk 28 sekolah dari tingkat PAUD hingga SMA/SMK serta tiga posyandu, dengan total penerima manfaat 3.281 orang. SPPG mempekerjakan 47 pekerja dan tiga tenaga administrasi.

“Pasokan sayur dipenuhi oleh kelompok tani desa Lalosuk. Sejauh ini belum ada kendala,” ungkap Maxi Un.


Gubernur Melki berharap pengelola SPPG mempertahankan kualitas layanan MBG.

“Menyediakan MBG untuk satuan pendidikan dan posyandu tentu bukanlah hal mudah. Saya minta kualitas yang baik ini terus dipertahankan,” pesan Gubernur Melki. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.