BI NTT Gelar Edukasi Literasi Keuangan untuk 100 Pekerja Migran Indonesia di Kupang

oleh -744 Dilihat
Deputi Kepala Perwakilan BI NTT Pose Bersama dengan Pimpinan Instansi Terkait. (Foto Humas BI Perwakilan NTT)

Suarantt.id, Kupang-Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur (BI NTT) memperkuat edukasi pelindungan konsumen bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui kegiatan LENTERA (Literasi Keuangan Digital untuk Pekerja Migran Indonesia) yang digelar di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang pada Rabu (1/10/25).

Sebanyak 100 PMI asal Kota Kupang mengikuti kegiatan ini sebagai wujud sinergi BI NTT bersama Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kota Kupang, OJK NTT, dan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTT. Tujuan utama program ini adalah memberikan pemahaman agar PMI dapat melakukan pengiriman uang dari luar negeri ke Indonesia secara aman melalui jasa remitansi resmi, sekaligus mencegah risiko penggunaan layanan ilegal.

Deputi Kepala Perwakilan BI NTT, Rio Khasananda, dalam sambutannya menegaskan bahwa keberadaan Pokja Sektor Jasa dalam DESK Peningkatan Penerimaan Devisa Negara berperan penting dalam optimalisasi devisa pekerja migran. “Kami berkomitmen meningkatkan literasi keuangan digital bagi PMI agar lebih terlindungi, serta mendorong pemanfaatan layanan remitansi resmi yang aman, efisien, dan berdaya saing. Inovasi sistem pembayaran, termasuk QRIS Cross Border, akan menjadi instrumen penting memperkuat ekosistem keuangan pekerja migran,” ujarnya.

Komitmen senada juga disampaikan Ketua Tim Kerja Pemberdayaan BP3MI NTT, Ujang Agus Sugema, SE, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas lembaga untuk melindungi PMI asal NTT. “Kami ingin PMI tidak hanya menjadi penyumbang devisa, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT, Thomas Didimus Dagang, S.Sos., M.Si., menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam mendampingi PMI sejak sebelum berangkat, selama bekerja di luar negeri, hingga kembali ke tanah air.

BACA JUGA:  Pertunjukan Seni Budaya “Ayo Bangun NTT” Sambut Kedatangan Perdana Wapres Gibran di Kota Kupang

Kegiatan LENTERA resmi dibuka oleh Thomas Didimus Dagang yang mewakili Wali Kota Kupang. Acara turut dihadiri Deputi Kepala Perwakilan BI NTT Rio Khasananda, Asisten Direktur OJK Provinsi NTT Didiet Aditya Budi Prabowo, Ketua Tim Kerja Pemberdayaan BP3MI NTT Ujang Agus Sugema, serta Kepala Cabang BNI Kota Kupang Nyoman Mariadi.

Dalam sesi edukasi, peserta mendapatkan materi tentang Cinta, Bangga, Paham Rupiah, sistem pembayaran digital, pelindungan konsumen, layanan remitansi resmi, hingga perencanaan keuangan dari OJK NTT. Hadir pula narasumber inspiratif seperti penerima Hassan Wirajuda Award 2022, Denis Irminus, dan mantan PMI asal NTT, Damaris Haba Bangngu, yang berbagi kisah suksesnya setelah bekerja 11 tahun di Singapura.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah PMI asal NTT pada tahun 2025 mencapai 1.401 orang, meningkat 7,35 persen dibandingkan tahun 2023 yang berjumlah 1.305 orang. Potensi besar ini menjadikan NTT sebagai salah satu penyumbang devisa remitansi penting bagi Indonesia.

Ke depan, BI NTT bersama OJK, BP3MI, dan pemerintah daerah berkomitmen terus memperluas edukasi literasi keuangan digital bagi PMI. Dengan pemahaman yang lebih baik, diharapkan PMI tidak hanya terlindungi dari praktik ilegal, tetapi juga mampu mengelola hasil kerja mereka untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan mendukung pembangunan daerah. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.