BI NTT Tancap Gas di Perbatasan! Rupiah Dikuatkan, Ekonomi Lokal Didorong Lewat Garuda Sakti 2026

oleh -190 Dilihat
Bank Indonesia Provinsi NTT Gelar Garuda Sakti Cross Border Fest 2026 di Atambua. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Atambua-Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menancapkan perannya dalam memperkuat kedaulatan Rupiah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan. Hal ini dibuktikan melalui pelaksanaan Garuda Sakti (Gerakan Rupiah Berdaulat di Daerah Perbatasan Negeri) Cross Border Fest 2026 yang resmi ditutup pada Sabtu malam di Lapangan Simpang Lima, Atambua, Kabupaten Belu.

Kegiatan yang berlangsung sejak 4 hingga 8 Agustus 2026 ini menjadi ajang strategis yang menggabungkan edukasi, budaya, pemberdayaan UMKM, serta akselerasi digitalisasi transaksi di kawasan perbatasan RI–Timor Leste.

Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, Alfin Ari Wijayanto, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen “BI Bermakna” dalam menjaga kedaulatan ekonomi bangsa, khususnya di wilayah perbatasan.

“Garuda Sakti Cross Border Fest bukan sekadar festival, tetapi gerakan bersama untuk memastikan Rupiah tetap berdaulat di negeri sendiri sekaligus memperkuat fondasi ekonomi masyarakat perbatasan,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI/Polri, kementerian terkait, hingga pelaku usaha dan masyarakat yang terlibat aktif.

Dukungan juga datang dari Kementerian Pariwisata RI. Ketua Tim Event Internasional Kemenparekraf, Arya Galih Anindita, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga ruang edukasi dan inovasi bagi pelaku UMKM.

“Festival seperti ini harus mampu memberi dampak nyata, terutama bagi UMKM lokal agar lebih berkembang, inovatif, dan mampu bersaing,” ujarnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Belu memberikan apresiasi tinggi atas penyelenggaraan kegiatan tersebut. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Belu, Nikolaus Umbu K. Birri, menyebut kolaborasi BI dan pemerintah pusat telah membawa dampak positif bagi masyarakat.

BACA JUGA:  Bupati Kupang Resmi Buka Turnamen Futsal KKO Cup III Lintas Agama 2025

“Ini bukti nyata bahwa perbatasan bukan lagi daerah tertinggal, tetapi menjadi beranda depan yang harus terus diperkuat,” katanya.

Acara penutupan berlangsung meriah dengan kehadiran lebih dari 5.000 pengunjung yang memadati lokasi. Selain hiburan musik, masyarakat juga disuguhi berbagai program edukasi seperti Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah, penggunaan QRIS, serta program PEKA yang dikemas dalam bentuk kuis interaktif berhadiah.

Partisipasi 120 UMKM lokal menjadi salah satu sorotan utama dalam festival ini. Kehadiran mereka tidak hanya memperkuat ekonomi lokal, tetapi juga menunjukkan kesiapan pelaku usaha dalam beradaptasi dengan sistem ekonomi digital.

Antusiasme masyarakat terhadap transaksi digital juga terlihat signifikan. Selama pelaksanaan Pasar Murah, tercatat sebanyak 2.977 transaksi menggunakan QRIS. Capaian ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem pembayaran digital yang lebih cepat, mudah, dan aman.

Selain itu, BI NTT juga terus mendorong literasi keuangan melalui Pojok Literasi CBP Rupiah yang diharapkan menjadi pusat edukasi bagi masyarakat dalam memahami pentingnya menjaga dan menggunakan Rupiah dalam setiap transaksi.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, juga diumumkan para juara Garuda Championship dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD hingga SMA/SMK. Tak hanya itu, apresiasi diberikan kepada para Guru Penggerak di daerah 3T yang dinilai memiliki dedikasi tinggi dalam mencerdaskan generasi di wilayah perbatasan.

Dengan berakhirnya Garuda Sakti Cross Border Fest 2026, BI NTT menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kedaulatan Rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif di wilayah perbatasan.

Semangat yang dibangun dalam festival ini diharapkan tidak berhenti di Atambua, tetapi menjadi inspirasi bagi daerah perbatasan lainnya di Indonesia. ***

Rupiah Berdaulat, Ekonomi Perbatasan Menguat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.