Suarantt.id, Kupang-Pelaksanaan Tour de EnTeTe Etape I dengan rute Kabupaten Malaka-Kabupaten Belu, Rabu (4/11/2026), tidak hanya menjadi ajang olahraga dan promosi potensi daerah, tetapi juga membawa dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.
Kegiatan yang digelar Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ini menghadirkan berbagai manfaat, mulai dari menggerakkan ekonomi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), mendorong pola hidup sehat, mempererat persaudaraan antarmasyarakat, hingga menghadirkan kepedulian pemerintah kepada warga yang membutuhkan.
Dampak ekonomi kegiatan tersebut terlihat dari meningkatnya aktivitas perdagangan di sepanjang jalur yang dilalui peserta. Sejumlah pedagang UMKM mendapat kesempatan menjajakan produk mereka kepada peserta maupun masyarakat yang hadir.
Bahkan, beberapa pedagang buah kelapa tampak dipadati pembeli. Antusiasme peserta yang membeli dagangan masyarakat menjadi bukti bahwa kegiatan olahraga berskala besar juga dapat membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha kecil di daerah.
Salah satu pedagang UMKM, Ibu Emerensiana, mengaku bersyukur karena kegiatan Tour de EnTeTe memberikan dampak positif terhadap pendapatan para pedagang.
Menurutnya, kehadiran peserta dan masyarakat dalam jumlah besar membuat aktivitas jual beli meningkat sehingga banyak dagangan yang berhasil terjual.
“Kami bersyukur melalui kegiatan Tour de EnTeTe kali ini, kami para pedagang UMKM merasakan pergerakan ekonomi yang luar biasa. Banyak dagangan kami yang telah laku terjual,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Ibu Koba. Ia mengakui keuntungan yang diperoleh selama kegiatan Tour de EnTeTe meningkat dibandingkan dengan hari-hari biasanya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan agar semakin banyak masyarakat, khususnya pelaku UMKM, merasakan manfaat ekonomi secara langsung.
“Kalau dibandingkan dengan berjualan pada hari biasanya, melalui kegiatan Tour de EnTeTe hari ini, keuntungan yang kami peroleh tentu jauh meningkat. Karena itu, kami berharap kegiatan seperti ini dapat lebih sering dilaksanakan sehingga semakin banyak masyarakat dan pelaku UMKM yang merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Dorong Budaya Hidup Sehat dan Perkuat Persaudaraan
Selain menggerakkan ekonomi rakyat, Tour de EnTeTe Etape I Malaka–Belu juga menjadi momentum untuk membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran jasmani.
Perwakilan siswi SMAN Laenmanen yang turut berpartisipasi mengaku senang dapat ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Baginya, Tour de EnTeTe menjadi kesempatan positif bagi generasi muda untuk membiasakan diri berolahraga.
“Kami sangat senang mengikuti kegiatan ini. Tentunya, dengan berolahraga, tubuh dan jasmani kita menjadi lebih kuat dan sehat. Kegiatan seperti ini sangat positif, terutama bagi generasi muda,” tuturnya.
Dari sisi sosial, kegiatan ini juga menjadi ruang perjumpaan masyarakat lintas wilayah untuk memperkuat persatuan dan persaudaraan.
Bapak Remi, salah satu peserta, menilai Tour de EnTeTe bukan sekadar kegiatan olahraga, melainkan sarana mempererat hubungan kekeluargaan antara masyarakat Kabupaten Malaka dan Kabupaten Belu.
“Kegiatan Tour de EnTeTe yang kita ikuti hari ini bukan sekadar sarana berolahraga. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wadah untuk memupuk persatuan dan persaudaraan antarmasyarakat Kabupaten Belu dan Kabupaten Malaka. Melalui kegiatan seperti ini, kita semakin mengenal dan mempererat hubungan satu sama lain,” ungkapnya.
Gubernur Melki Hadirkan Kepedulian bagi Warga
Manfaat Tour de EnTeTe Etape I juga terlihat melalui kehadiran langsung Pemerintah Provinsi NTT di tengah masyarakat.
Hal tersebut dirasakan Ibu Teresia, salah satu warga penerima bantuan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, bersama jajaran Pemerintah Provinsi NTT atas perhatian yang diberikan.
Menurutnya, kunjungan langsung Gubernur untuk melihat kondisi rumah yang ditempatinya merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap kehidupan masyarakat kecil.
Terlebih, melalui kesempatan tersebut, dirinya memperoleh bantuan pembangunan RTLH yang diharapkan dapat menghadirkan tempat tinggal lebih layak dan nyaman bagi keluarganya.
“Kami sangat senang dan bersyukur. Hari ini, melalui kegiatan Tour de EnTeTe, kami bisa dikunjungi langsung oleh Bapak Gubernur untuk melihat kondisi rumah yang kami tempati. Selain itu, kami juga berkesempatan menjadi salah satu penerima bantuan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Sekali lagi, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur dan jajaran Pemerintah Provinsi NTT atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada kami,” tuturnya.
Berbagai pengalaman dan kesan masyarakat tersebut memperlihatkan bahwa Tour de EnTeTe Etape I Malaka–Belu memiliki manfaat yang lebih luas daripada sekadar kegiatan olahraga dan menempuh jarak dari satu daerah ke daerah lainnya.
Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan antara pemerintah dan masyarakat, membuka peluang ekonomi bagi UMKM lokal, mendorong budaya hidup sehat, memperkuat solidaritas sosial, serta menghadirkan perhatian pemerintah bagi warga yang membutuhkan.
Melalui Tour de EnTeTe, Pemerintah Provinsi NTT berupaya memastikan bahwa promosi daerah dan kegiatan pembangunan dapat memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Semangat olahraga pun diharapkan berjalan beriringan dengan pertumbuhan ekonomi rakyat, penguatan persaudaraan antardaerah, dan pemerataan perhatian pembangunan di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur.
Tour de EnTeTe akhirnya bukan hanya tentang siapa yang mencapai garis finis lebih dahulu, tetapi juga tentang bagaimana sebuah kegiatan mampu menggerakkan ekonomi rakyat, menyatukan masyarakat, dan membawa manfaat nyata bagi kehidupan bersama.





