Suarantt.id, Kupang-Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Junaidin Mahasan, menyoroti lambannya pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi masyarakat terdampak bencana Flores.
Pasalnya, hingga saat ini pembangunan Huntara baru terealisasi dalam jumlah terbatas. Sementara itu, masih banyak warga terdampak yang terpaksa bertahan hidup di tenda-tenda pengungsian dengan segala keterbatasan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Junaidin setelah melihat langsung situasi masyarakat. Menurutnya, warga membutuhkan kepastian tempat tinggal yang aman dan layak, bukan terus dibiarkan hidup dalam kondisi pengungsian yang serba terbatas.
Ia mengungkapkan, masyarakat sangat berharap agar pemerintah segera mempercepat pembangunan Huntara sehingga mereka dapat kembali menjalani kehidupan secara lebih layak.
“Jangan biarkan masyarakat terus-menerus tinggal di tenda pengungsian. Mereka membutuhkan tempat tinggal yang aman dan layak. Pemerintah harus segera mengambil langkah konkret untuk mempercepat pembangunan Huntara,” tegas Junaidin.
Sebagai wakil rakyat, Junaidin menegaskan akan terus menyuarakan kondisi dan aspirasi masyarakat terdampak kepada pemerintah. Ia juga mendorong agar pembangunan Huntara dilakukan secara merata sehingga seluruh warga yang membutuhkan bisa mendapatkan perhatian dan bantuan.
Menurutnya, percepatan pembangunan Huntara bukan sekadar persoalan pembangunan fisik, tetapi menyangkut tanggung jawab pemerintah dalam memastikan masyarakat terdampak memperoleh perlindungan dan kehidupan yang manusiawi.
Junaidin berharap pemerintah tidak menunda-nunda penanganan kebutuhan tempat tinggal masyarakat. Sebab, semakin lama warga bertahan di tenda pengungsian, semakin besar pula beban kehidupan yang harus mereka hadapi.
“Jangan sampai ada warga terdampak yang terabaikan. Pemerintah harus memastikan pembangunan Huntara dipercepat dan menjangkau seluruh masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya. ***





