BPBD NTT Perkuat Koordinasi Penanganan Gempa Flores, Tujuh Kabupaten Jadi Fokus Pendataan Korban

oleh -36 Dilihat
Sekertaris BPBD NTT, Yohanes Taka Dosi Beri Keterangan Pers. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak dalam penanganan korban gempa yang melanda daratan Flores.

Sekretaris BPBD NTT, Yohanes Taka Dosi, mengatakan koordinasi dilakukan secara berjenjang, mulai dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, hingga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Menurut Yohanes, Pemerintah Provinsi NTT telah membuka posko utama di Kota Kupang untuk mengoordinasikan penanganan bencana. Selain itu, posko pendukung juga dibuka di Kabupaten Ende guna memperkuat respons terhadap kondisi di wilayah terdampak.

“Pihaknya selalu berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk penanganan korban gempa di daratan Flores, NTT,” ujar Yohanes kepada wartawan pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, koordinasi juga dilakukan dengan BNPB yang memiliki posko di Labuan Bajo dan Maumere. Seluruh posko tersebut terhubung dengan posko tingkat kabupaten di tujuh wilayah yang terdampak gempa.

Tujuh kabupaten tersebut yakni Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka.

Koordinasi lintas wilayah ini dinilai penting untuk memastikan setiap perkembangan di lapangan dapat segera diterima dan ditindaklanjuti, terutama menyangkut kondisi masyarakat yang menjadi korban bencana.

Selain melakukan penanganan, tim BPBD NTT bersama BPBD dan tim terkait di kabupaten juga terus melakukan pendataan terhadap dampak gempa.

“Teman-teman yang ada di provinsi NTT bersama-sama tim di kabupaten mendata jumlah korban, baik itu korban meninggal, korban yang mengalami luka-luka, korban material dan lain sebagainya,” jelas Yohanes.

Pendataan tersebut menjadi salah satu dasar bagi pemerintah dalam menentukan kebutuhan penanganan dan bantuan bagi masyarakat terdampak.

BPBD NTT memastikan koordinasi dan pemutakhiran data terus dilakukan seiring perkembangan situasi di lapangan. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan korban sekaligus memastikan bantuan pemerintah dapat disalurkan sesuai kebutuhan di masing-masing wilayah terdampak. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.