Cintya Tegok Siap Gaungkan Budaya NTT di Ajang Putri Indonesia 2026

oleh -1577 Dilihat
Crescentia Atniseyla Tegok. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Langkah Crescentia Atniseyla Tegok menuju ajang Putri Indonesia 2026 bukanlah perjalanan yang dimulai dari gemerlap panggung, melainkan dari sebuah kampung di Manggarai. Lahir di Nekang, Ruteng, pada 23 Maret 2007, remaja yang akrab disapa Cintya ini tumbuh dengan kesadaran bahwa perubahan besar seringkali berawal dari ruang-ruang kecil di sekitar kita.

Kini, sebagai Putri Manggarai 2025, Cintya resmi mewakili Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam ajang Putri Indonesia 2026. Namun baginya, kesempatan tersebut bukan sekadar tentang kompetisi atau mahkota, melainkan sebuah ruang untuk menyuarakan nilai-nilai yang ia yakini pemberdayaan generasi muda dan pelestarian budaya lokal.

Sejak duduk di bangku sekolah, Cintya dikenal aktif dalam berbagai kegiatan yang membentuk karakter dan kepemimpinannya. Lulusan SMA Negeri 1 Langke Rembong ini pernah meraih Juara 3 Menari Tradisional FLS2N tingkat Provinsi NTT, Juara 1 Pidato Bahasa Inggris tingkat SMA pada Bulan Bahasa 2023, Juara 3 Debat Bahasa Inggris tingkat SMA dalam peringatan Sumpah Pemuda, serta Juara 1 Debat Bahasa Inggris tingkat kabupaten pada ajang GRIT N.Y.

Kemampuan public speaking yang ia miliki tidak datang secara instan. Pengalaman sebagai anggota OSIS, English Club, hingga mayoret drumband turut membentuk kepercayaan dirinya untuk tampil dan berbicara di ruang publik. Bagi Cintya, kemampuan berkomunikasi adalah alat penting untuk menyampaikan gagasan dan menggerakkan perubahan di tengah masyarakat.

Komitmennya terhadap isu sosial mulai terlihat sejak ia menginisiasi program sosialisasi pemberdayaan generasi muda di SMA Negeri 1 Langke Rembong. Program tersebut berfokus pada tiga isu utama, yakni pencegahan kekerasan seksual, kesadaran pengelolaan sampah dan lingkungan, serta pencegahan pernikahan dini.

Melalui kegiatan ini, ia ingin mendorong generasi muda untuk berani bersuara serta memiliki tanggung jawab terhadap masa depan diri dan lingkungan sosial. Cintya meyakini bahwa anak muda, khususnya perempuan, memiliki peran strategis dalam pembangunan sosial jika diberi ruang dan kesempatan untuk berkembang.

BACA JUGA:  NTT Boyong 12 Medali di Kejurnas Atletik 2025, Torehan Prestasi Meningkat Drastis

“Saya mengikuti Putri Indonesia bukan hanya karena ingin berdiri di atas panggung, tetapi karena memiliki tujuan yang lebih besar. Ini adalah kesempatan untuk membuktikan bahwa perempuan dari Manggarai dan Nusa Tenggara Timur mampu tampil berani, cerdas, dan membawa dampak nyata,” ungkap Mahasiswi Semester II Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Undana Kupang ini.

Ia juga menyadari bahwa dalam proses menuju panggung nasional, dirinya dihadapkan pada berbagai tantangan. Sifat perfeksionis dan kecenderungan untuk overthinking kerap menjadi hal yang harus ia kelola. Namun, bagi Cintya, hal tersebut justru menjadi motivasi untuk mempersiapkan diri secara maksimal dalam setiap kesempatan.

“Putri Indonesia bukan hanya tentang penampilan, tetapi tentang karakter, integritas, kecerdasan, dan dedikasi untuk membawa perubahan,” tambahnya.

Berkat dukungan keluarga, khususnya dari Bapak Patrisius Tegok dan Mama Dorotea Deri, menjadi kekuatan tersendiri dalam setiap langkah yang ia tempuh. Bersama dua saudaranya, Cintya tumbuh dalam lingkungan yang mendorongnya untuk berani bermimpi sekaligus tetap berakar pada nilai budaya dan identitas daerah.

Keikutsertaannya dalam ajang Putri Indonesia 2026 diharapkan dapat menjadi wadah untuk memperkenalkan kekayaan budaya NTT kepada khalayak yang lebih luas, sekaligus memperkuat peran perempuan muda dalam pembangunan sosial, baik di tingkat daerah maupun nasional. Sebuah langkah dari Timur untuk Indonesia. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.