Warga Terpencil Golo Lijun Rasakan Manfaat Kebijakan Gubernur NTT Penuhi Kebutuhan Dasar Sejak Hari Pertama Gempa

oleh -48 Dilihat
Warga Golo Lijun Mengaku Rasakan Manfaat Kebijakan Gubernur NTT Sejak Hari Pertama Gempa Flores. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Borong-Kebijakan kemanusiaan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena dalam memenuhi kebutuhan dasar warga sejak hari pertama bencana mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terdampak gempa di wilayah terpencil.

Salah satunya dirasakan warga Desa Golo Lijun, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, yang memiliki keterbatasan akses menuju pusat pemerintahan maupun posko tanggap darurat.

Melalui kebijakan tersebut, warga terdampak dapat memenuhi kebutuhan makanan, minuman, tenda, dan selimut dari kios atau toko terdekat sebelum bantuan dari pemerintah tiba di wilayah mereka.

Kebijakan ini menjadi penting mengingat kondisi geografis Desa Golo Lijun yang cukup jauh dari pusat layanan bantuan. Jarak desa tersebut menuju Borong mencapai sekitar 118 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 4 jam 30 menit. Sementara menuju Ruteng berjarak sekitar 138 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 4 jam.

Bahkan, akses menuju Posko Tanggap Darurat di Kecamatan Elar berjarak sekitar 83,1 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 3 jam 30 menit.

Kondisi geografis tersebut membuat distribusi bantuan ke Desa Golo Lijun membutuhkan waktu dan menghadapi tantangan tersendiri. Karena itu, kebijakan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dasar warga sejak hari pertama bencana memberikan solusi bagi masyarakat yang berada jauh dari pusat bantuan.

Kebijakan tersebut merupakan implementasi Surat Edaran Gubernur NTT Nomor BU.300.2.1/04/BPBD/2026 tentang Pemenuhan Kebutuhan Makanan, Minuman, Tenda, dan Selimut pada Hari Kejadian Bencana Sebelum Adanya Bantuan.

Dalam pelaksanaannya, warga terdampak yang belum menerima bantuan dapat mengambil kebutuhan dasar yang diperlukan dari kios atau toko yang tersedia di sekitar wilayah mereka. Selanjutnya, pemerintah melakukan pembayaran atas kebutuhan tersebut sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

BACA JUGA:  Perkuat UMKM Lokal, Gubernur Melki Dorong ASN Berbelanja di NTT Mart

Bagi masyarakat Golo Lijun, kebijakan tersebut bukan hanya mempermudah akses terhadap kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah situasi darurat.

Salah seorang warga Desa Golo Lijun, Maria Leoni Dindung, menyampaikan apresiasinya kepada Gubernur NTT karena kebijakan tersebut membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar pascagempa.

“Terima kasih untuk Bapak Gubernur NTT. Dengan kebijakan Bapak Gubernur, kami dapat memenuhi kebutuhan dasar kami sebagai masyarakat yang terdampak bencana,” ungkap Maria.

Dukungan juga disampaikan Hendrikus Hengki Karlo, pemilik Kios Tiga Putra yang menjadi salah satu kios pendukung pelaksanaan kebijakan tersebut.

“Terima kasih banyak kepada Bapak Gubernur. Kami sebagai pemilik kios mendukung kebijakan dari Bapak Gubernur NTT ini, sehingga masyarakat dengan cepat dapat mendapatkan bantuan sesuai kebutuhan. Pemerintah kemudian membayar kebutuhan yang diambil masyarakat sesuai mekanisme yang berlaku,” katanya.

Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak harus selalu menunggu seluruh bantuan tiba di satu titik. Pemerintah dapat memanfaatkan sumber daya yang tersedia di tengah masyarakat agar kebutuhan dasar warga dapat terpenuhi dengan lebih cepat.

Bagi Gubernur Melki Laka Lena, keterbatasan geografis dan jarak tidak boleh menjadi penghalang bagi masyarakat terdampak bencana untuk mendapatkan kebutuhan dasar.

Pemerintah dituntut untuk menghadirkan solusi yang cepat dan adaptif, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah terpencil dan sulit dijangkau.

Melalui kebijakan tersebut, Pemerintah Provinsi NTT berupaya memastikan masyarakat terdampak gempa tetap mendapatkan makanan, minuman, tempat berlindung, dan kebutuhan dasar lainnya sejak masa awal tanggap darurat.

Bagi warga Golo Lijun, kebijakan itu menjadi bukti bahwa di tengah sulitnya akses dan jauhnya jarak dari pusat bantuan, pemerintah tetap berupaya hadir dan memastikan mereka tidak menghadapi masa tanggap darurat seorang diri. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.