Dari Anak Guru Kini Menjadi Pejabat Publik: Kisah Inspiratif Benny Menoh, Kepala Badan Keuangan Daerah Provinsi NTT

oleh -916 Dilihat
Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Provinsi NTT, Benny Menoh. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang-Takdir hidup seseorang memang tak pernah bisa ditebak. Itulah yang tercermin dalam perjalanan hidup Drs. Benhard Menoh, MT, Kepala Badan Keuangan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yang sejak kecil telah menunjukkan kecemerlangan intelektual di atas rata-rata.

Disapa akrab Benny, pria kelahiran Rote ini sejak dini sudah dikenali oleh kedua orang tuanya sebagai anak yang memiliki kecerdasan luar biasa. Ayahnya yang berprofesi sebagai guru melihat potensi besar dalam diri Benny, sehingga memutuskan untuk tidak membiarkan Benny terlibat dalam pekerjaan fisik seperti berkebun. Ia hanya diberi satu tugas utama: belajar.

“Orang tua saya adalah seorang guru. Dan seorang guru zaman itu sangat beda dengan guru zaman sekarang. Bapak saya sangat disiplin. Khususnya saya diistimewakan karena saya pintar. Saya hanya belajar dan tidak boleh kerja kebun atau pekerjaan fisik lainnya,” kenang Benny.

Didikan keras penuh kasih dari sang ayah membuahkan hasil. Setelah menamatkan pendidikan di bangku SMA, Benny yang kala itu baru berusia 18 tahun langsung mengikuti tes masuk Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN). Meski sempat ditolak karena belum cukup umur, ia akhirnya diterima setelah menunggu tiga hari hingga resmi berusia 18 tahun.

“Saat itu saya punya pilihan kuliah di Undana jurusan Peternakan atau masuk APDN. Saya pilih APDN. Tapi saat daftar, umur saya belum cukup. Petugas kembalikan saya untuk tunggu tiga hari,” ujarnya.

Kabar kelulusannya disambut dengan suka cita oleh keluarga besar di Tanah Rote. Orang tuanya bangga karena harapan mereka menjadikan Benny sebagai pegawai negeri akhirnya terwujud.

“Jika dipikir kembali, antara sedih dan bahagia. Karena kalau saya tidak jadi pegawai, saya mungkin hanya bisa berdagang, karena saya tidak bisa kerja kebun atau bertukang,” ungkapnya dengan nada bersyukur.

Kini, Benny dipercaya oleh Gubernur, Melki Laka Lena dan Wakil Gubernur, Johni Asadoma menjabat sebagai Kepala Badan Keuangan Daerah Provinsi NTT, sebuah posisi strategis yang mengatur lalu lintas fiskal daerah. Meski menduduki jabatan eselon II di lingkup Pemerintah Provinsi NTT, sosok Benny dikenal luas sebagai pribadi yang rendah hati, sederhana, dan bersahaja.

Perjalanan hidupnya adalah bukti bahwa dukungan keluarga, pendidikan yang tepat, dan dedikasi yang tinggi dapat mengantar seseorang mencapai puncak karier tanpa kehilangan karakter dasar yang membentuknya sejak kecil.

Menjadi Pejabat di Usia 24 Tahun

Tak butuh waktu lama bagi Benny untuk menunjukkan kapabilitasnya. Hanya enam tahun setelah menjadi ASN, tepatnya pada tahun 1996 di usia 24 tahun, ia dipercaya menduduki jabatan struktural sebagai kepala urusan di kantor kecamatan di Rote Ndao. Itu adalah langkah awal dari pengabdian panjangnya di birokrasi pemerintah.

Kini, setelah 34 tahun mengabdi sebagai ASN, Benny menjadi salah satu figur penting dalam sistem tata kelola keuangan Pemerintah Provinsi NTT. Sebagai Kepala Badan Keuangan Daerah, ia memegang peranan vital dalam mengatur arus kas dan kebijakan fiskal daerah.

Sosok Sederhana dan Bersahaja

Di balik jabatannya yang tinggi, sosok Beny tetap dikenal sebagai pribadi yang rendah hati, sederhana, dan bersahaja. Ia tidak hanya menjadi birokrat, tetapi juga teladan bagi generasi muda yang ingin mengabdi untuk bangsa melalui jalur pemerintahan.

Kisah hidup Drs. Benhard Menoh, MT bukan hanya tentang pencapaian karier, tetapi juga tentang nilai-nilai hidup, pendidikan, dan integritas. Ia adalah cerminan nyata bahwa kesuksesan besar dimulai dari disiplin kecil di rumah, dari orang tua yang percaya, dan dari seorang anak yang tekun mewujudkan harapan itu.

BACA JUGA:  Pemprov NTT Bayar TPP 2025 Tepat Waktu, Rp123 Miliar untuk 23 Ribu ASN dan PPPK

“Saya hanya berusaha untuk tidak mengecewakan orang tua. Karena mereka sudah percaya bahwa saya bisa,” tutupnya.

Benhard Menoh, adalah representasi nyata dari seorang abdi negara yang dipersiapkan sejak dini untuk menjadi figur publik yang bekerja bukan untuk kemegahan, tetapi untuk kemajuan daerah, bangsa, dan negara. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.