Dari Balai Pengobatan ke Rumah Sakit, RSU Muder Ignacia Soe Kini Masuki Babak Baru

oleh -51 Dilihat
Gubernur NTT Bersama Uskup Agung Kupang Resmikan RSU Muder Ignacia Soe. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Kunjungan kerja Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, ke Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Kamis (11/6/2026), menjadi momentum penting bagi penguatan sektor kesehatan di wilayah tersebut.

Dalam agenda tersebut, Gubernur Melki meresmikan Gedung Utama Rumah Sakit Umum (RSU) Muder Ignacia Soe yang menandai babak baru perjalanan panjang fasilitas kesehatan tersebut.

Peresmian gedung utama ini sekaligus menjadi bagian dari perayaan 10 tahun berdirinya RSU Muder Ignacia Soe yang dikelola oleh Kongregasi Religious of the Virgin Mary (RVM). Kehadiran gedung baru diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan sekaligus mendorong rumah sakit tersebut naik kelas menjadi fasilitas kesehatan tipe D.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki menyampaikan apresiasi kepada para suster RVM yang telah menghadirkan layanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat TTS. Ia menilai keberadaan RSU Muder Ignacia Soe merupakan kontribusi besar di tengah jumlah penduduk TTS yang mencapai hampir 500 ribu jiwa.

“Saya ingin mengucapkan selamat kepada para suster RVM yang telah menghadirkan rumah sakit ini. Ini adalah sumbangan luar biasa bagi masyarakat,” ujar Melki.

Ia mengaku telah mengikuti perkembangan rumah sakit tersebut sejak masih menjabat sebagai anggota Komisi IX DPR RI, khususnya saat masa pandemi Covid-19. Saat itu, fasilitas rumah sakit masih terbatas dan belum memiliki gedung utama seperti saat ini.

“Sekarang sudah ada gedung utama yang representatif. Ini tentu harus diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan dari dokter, perawat, dan seluruh tenaga kesehatan,” tambahnya.

Menurut Melki, pembangunan gedung utama ini merupakan bukti nyata kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Kongregasi RVM, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, hingga dukungan para donatur internasional.

BACA JUGA:  BI NTT Resmi Buka SERAMBI 2026 dan Road to FESyar di Kota Kupang, Siapkan Rp1,7 Triliun Uang Layak Edar

Ia menegaskan Pemerintah Provinsi NTT akan terus berupaya memberikan dukungan konkret untuk pengembangan rumah sakit tersebut.

“Kalau ada niat baik, selalu ada jalan. Kita akan cari solusi agar rumah sakit ini terus berkembang dan pelayanannya semakin baik,” tegasnya.

Dukungan internasional terhadap RSU Muder Ignacia Soe juga terlihat dari keterlibatan John James Foundation Australia. Perwakilannya, Dr. David O’Rourke, menyampaikan bahwa pihaknya telah mendampingi pelayanan kesehatan di wilayah tersebut sejak tahun 2006.

Menurutnya, rumah sakit ini kini telah melayani sekitar 75 ribu pasien dan menyediakan lapangan kerja bagi lebih dari 60 tenaga kesehatan dan tenaga pendukung. Selain itu, berbagai program pelatihan tenaga kesehatan serta kegiatan operasi katarak rutin juga terus dilakukan.

“Kami bangga melihat komitmen luar biasa dari para suster dan tenaga kesehatan di sini. Ini adalah hasil kerja sama jangka panjang yang membawa dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Direktur RSU Muder Ignacia Soe, dr. Hironimus Fernandez, menjelaskan bahwa rumah sakit yang dipimpinnya berawal dari sebuah balai pengobatan sederhana yang kemudian berkembang menjadi klinik, hingga akhirnya menjadi rumah sakit seperti saat ini.

“Perjalanan ini berawal dari mimpi seorang misionaris RVM yang ingin melayani masyarakat di bidang kesehatan,” jelasnya.

Dia menambahkan, pada 11 Juni 2016 gedung pertama yang dikenal sebagai “Gedung Salib” diresmikan sebagai tonggak awal berdirinya rumah sakit. Sepuluh tahun kemudian, pembangunan Gedung Utama menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan dan memenuhi standar rumah sakit tipe D.

Saat ini, RSU Muder Ignacia Soe telah mencapai sekitar 75 persen persyaratan menuju tipe D. Rumah sakit juga tengah menambah kapasitas tempat tidur dari 30 unit menjadi minimal 50 unit sesuai standar.

BACA JUGA:  Kunker ke Kabupaten Sikka, Gubernur NTT Siap Bereskan Persoalan Sertifikat Tanah Sekolah Hingga Tenaga Administrasi

“Kami terus berupaya melengkapi sarana, prasarana, serta tenaga kesehatan agar target menjadi rumah sakit tipe D bisa segera tercapai,” ujarnya.

Sementara itu, Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, menegaskan bahwa gedung utama yang baru diresmikan bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol harapan bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

“Gedung ini adalah tanda kasih Tuhan yang nyata melalui pelayanan kepada sesama,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai kemanusiaan dalam pelayanan kesehatan, di samping peningkatan fasilitas dan teknologi.

Peresmian Gedung Utama RSU Muder Ignacia Soe ini menandai transformasi besar dari sebuah balai pengobatan sederhana menjadi rumah sakit yang terus berkembang dan memberi harapan baru bagi masyarakat TTS. Dengan dukungan berbagai pihak, rumah sakit ini diharapkan mampu memperluas akses dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan di wilayah selatan Pulau Timor. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.